Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) secara resmi merilis hasil survei terbaru terkait tingkat penetrasi pengguna internet di Indonesia tahun 2025.
Dalam peluncuran hasil Survei APJII tahun 2025 yang dipimpin oleh Ketua Umum APJII, Muhammad Arif, terungkap bahwa angka penetrasi internet nasional kini telah mencapai 80,66%, atau setara 229 juta penduduk Indonesia.
Arif mengakui bahwa hasil survei penetrasi internet tahun 2025 sedikit lebih tinggi dari yang diperkirakan.
“Tentunya (pertumbuhan penetrasi internet) ini buah kerja keras kita, bukan hanya dari stake holder di industri tetapi juga pemerintah dan masyarakat sama-sama membantu penetrasi penyebaran internet, khususnya di Indonesia,” ujarnya dalam peluncuran Hasil Survei APJII tahun 2025 yang selenggarakan bertepatan dengan gelaran DTI-CX 2025, di Jakarta International Convention Center (JICC) Senayan hari ini (6/8/2025).
Arif mengakui bahwa hasil survei APJII tahun ini sempat mengalami keterlambatan publikasi. Kendati demikian hal tersebut tidak mengurangi makna dan keakuratan dari hasil survei yang diumumkan hari ini.
Dibanding tahun 2024, hasil survei APJII di 2025, tren pertumbuhannya terlihat stabil di angkat 2%, berbeda pada saat pandemi Covid-19 yang angka pertumbuhannya signifikan.
“Perlu (saya) sampaikan memang paling eksponensial (peningkatan penetrasi internet) terjadi pada masa-masa (pandemi) Covid-19. Kalau sekarang ini sudah pertumbuhannya kita prediksi sekitar 2% pertahun,” jelas Arif.
Menyinggung soal masyarakat yang belum menerima layanan internet yang berkisar 20%, hal ini disebut menjadi PR (pekerjaan rumah) bagi APJII.
Bukan tanpa sebab, masih tingginya angka masyarakat yang belum bisa menikmati layanan internet disebut karena masih terkendala, salah satunya adalah masalah infrastruktur telekomunikasi yang menumpuk dan merata.
“Padahal jumlah ISP saat ini 1320-an. Sehingga ini menjadi PR kita untuk bersama-sama bareng untuk bagaimana ke depan kita menciptakan regulasi yang benar-benar dapat mendorong, bukan hanya pemerataan tetap juga kualitas internet,” pungkas Arif.














