Jakarta, Itech- Iruna, hadir sebagai perusahaan e-Logistics pertama di tanah air yang memberikan platform solusi back-end dalam transaksi dagang. Solusi layanan Iruna yang terintegrasi dan siap menjadi technology partner terpercaya bagi ekosistem di bisnis e-commerce.
Menurut Yan Hendry Jauwena, CEO and Founder Iruna eLogistics , Iruna hadir sebagai perusahaan e-logistic dengan solusi end-to-end. “Iruna menawarkan solusi layanan logistik berbasis digital yang terintegrasi dengan situs dagang milik pelaku usaha, dilengkapi dengan aplikasi panel mangement inventory ke fulfillment center yang dapat diakses secara real time dan online,” katanya saat peluncuran Iruna, sebuah perusahaan e-Logistics di Fulfillment Center (Warehouse) Sunter, Jakarta, (30/3).
Selain itu, Iruna juga memberikan beragam solusi logistik, mulai dari pengelolaan fulfilment seperti proses inbound dan outbound barang serta return management, proses pengiriman yang tepat waktu dan real time melalui interface data hingga integrasi dengan market place dan toko online. Dengan 1 kali mendaftar di sistem, penjual dapat langsung terdaftar ke semua toko online atau toko online yang dipilih. Pelayanan yang akan didapatkan penjual, antara lain, pengambilan dan pengemasan barang, foto produk, dan pemasaran pada marketplace yang menjadi mitra bisnis Iruna untuk front end.
“Keuntungan bagi UKM bersama kami, packaging lebih baik, juga efisien dan jangkauan pasar lebih luas,” tuturnya. Untuk itu, tentu saja ada fee yang harus dibayar UKM untuk bergabung dengan Iruna. Ini merupakan monetisasi Iruna sebagai solusi e-Logistics mereka. Dengan menjaga agar teknologi akrab di bisnis logistik dan terintegrasi, menurut Yan, efisiensi dalam operasional bisnis akan tercapai. Dengan cara inilah bisnis ini akan sustain dalam jangka panjang.
“Packaging merupakan nilai tambah yang kami tawarkan ke UKM bersama kami, kami menargetkan volume gain tinggi untuk ini. Melalui Iruna Power Seluler, tahun ini target kami 125 users hingga akhir 2017,” katanya. Setidaknya dibutuhkan investasi Rp 5-7 miliar tiap fulfillment center yang dibangun. Sebagai upaya untuk menjangkau pasar yang lebih luas terutama UKM di beberapa daerah, Iruna telah mempersiapkan fulfillment center di kota-kota lain. Targetnya, 9 fulfillment center di seluruh wilayah Indonesia dapat dibangun dalam beberapa tahun ke depan. Surabaya dan Yogyakarta segera menyusul beroperasi pada tahun 2017 ini setelah fulfillment center di Sunter.
Dalam kesempatan itu. ditandatangani kerjasama dengan beberapa mitra kerja, seperti Oktagon, Orami, Mentimun dan Tinamee. Iruna juga menggandeng Indosat Ooredoo untuk mendukung solusi digitalnya. Dalam tahun 2017 selain Surabaya dan Yogyakarta, menyusul Medan dan Palembang untuk wilayah Sumatera, Manado dan Makasar untuk wilayah Sulawesi. Dan antara Balikpapan atau Pontianak untuk Kalimantan, serta dibagian timur akan dibuka warehouse di Ambon.
Sementara itu, pada sambutan virtual, Menteri Kominfo Rudiantara mengatakan bahwa biaya logistik di Indonesia saat ini merupakan high cost economy. Biaya logistik mengambil porsi 25% dari total biaya bisnis, belum ada end to end services untuk logistik, dan sekitar 80-90 persen biaya di darat untuk proses logistik bisnis. Itulah mengapa Pemerintah sangat mendorong pembenahan di proses ini lebih efisien dan efektif.
Lebih lanjut Rudiantara mendukung solusi yang ditawarkan Iruna sebagai bagian dari e-commerce terkait logistik. Ia meyakini, solusi ini sangat menguntungkan UKM, terlebih targetnya pada 2019 semua kabupaten di Indonesia sudah terhubung broadband internet. Ia berharap dengan hadirnya Iruna ini, bisa menekan biaya logistik yang tinggi tersebut. Kehadiran Iruna sebagai satu-satunya perusahaan e-Logistics di Indonesia yang memberikan platform solusi back-end untuk transaksi dagang secara terintegrasi diharapkan dapat mendorong industri e-commerce menjadi lebih optimis lagi. (red/ju)













