ItWorks
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
ItWorks
No Result
View All Result

Survei Cloudera: 96% Perusahaan Integrasikan AI ke dalam Proses Bisnis Utama

Fauzi
26 September 2025 | 11:08
rubrik: Business Solution
Cloudera Akuisisi Taikun, Cloudera Hadirkan Pengalaman Cloud untuk AI di Mana Pun
Share on FacebookShare on Twitter

Cloudera hari ini (26/9/2025) merilis temuan dari laporan survei global terbarunya yang berjudul The Evolution of AI: The State of Enterprise AI and Data Architecture. Survei ini melibatkan lebih dari 1.500 pemimpin IT dan mengulas percepatan pengadopsian AI, evolusi arsitektur data perusahaan, serta tantangan baru dalam mengembangkan AI secara aman dan berskala besar di tahun 2025.

Laporan ini melanjutkan studi Cloudera tahun 2024 dan menunjukkan bagaimana prioritas, hambatan, dan tujuan perusahaan telah berubah hanya dalam waktu satu tahun, memberikan gambaran jelas tentang lanskap AI enterprise yang terus berkembang.

Berdasarkan temuan tersebut, terlihat jelas bahwa masa depan digerakkan oleh AI, dan AI bergantung pada akses penuh terhadap data di mana pun data itu berada. Organisasi perlu mengakses 100% data mereka, di mana pun data itu berada atau apa pun jenisnya, untuk mengelolanya dengan aman dan mendapatkan insight real time dan prediktif tanpa kompromi.

Temuan yang paling mengejutkan adalah: 96% pemimpin IT menyatakan bahwa AI sudah terintegrasi sebagian ke dalam proses bisnis utama mereka. Ini meningkat dari tahun 2024, di mana 88% responden mengatakan bahwa saat itu mereka sudah memanfaatkan AI dalam perusahaan. Hal tersebut mengindikasikan bahwa AI sudah beralih dari fase eksperimentasi menuju integrasi penuh dalam proses dan alur kerja utama. Dan ini membuahkan hasil: 70% responden melaporkan keberhasilan signifikan dari inisiatif AI mereka, sementara hanya 1% yang belum melihat hasilnya.

Perusahaan memanfaatkan AI dalam berbagai bentuk untuk mencapai hasil tersebut, termasuk generatif (60%), deep learning (53%), dan prediktif (50%). Keyakinan untuk melakukan diversifikasi portofolio AI juga meningkat, dengan 67% pemimpin IT merasa lebih siap untuk mengelola AI dalam bentuk baru, terutama agen AI, dibandingkan tahun lalu.

BACA JUGA:  Survei: 96% Perusahaan Perluas Pemanfaatan Agen AI

Keberhasilan ini didukung oleh perubahan yang semakin besar dalam cara perusahaan memperlakukan data. Pendekatan hybrid dalam arsitektur data menjadi standar yang menawarkan perusahaan fleksibilitas untuk mengelola AI di semua lingkungan cloud dan on-premise. Menjawab pertanyaan apa kekuatan terbesar dari pendekatan hybrid, responden menyebutkan keamanan (62%), manajemen data yang lebih baik (55%), dan analitik data yang lebih optimal (54%).

Meski kemajuan signifikan telah dicapai, perusahaan menyadari bahwa perjalanan menuju potensi penuh dan ROI AI masih berlangsung. Walau 24% organisasi mengatakan bahwa budaya mereka kini sangat berorientasi pada data, naik dari 17% tahun lalu, mayoritas mengakui bahwa masih dibutuhkan lebih banyak upaya untuk menanamkan pola pikir yang memprioritaskan data ke dalam praktik bisnis.

Hambatan teknis baru dan terbesar yang ditemukan dalam arsitektur data saat mendukung beban kerja AI antara lain: integrasi data (37%), performa penyimpanan (17%), dan daya komputasi (17%). Aksesibilitas data juga menjadi tantangan: hanya 9% organisasi yang mengatakan bahwa seluruh data mereka tersedia dan bisa digunakan untuk inisiatif AI, sementara 38% menyatakan bahwa sebagian besar data mereka bisa diakses.

“Dalam waktu hanya satu tahun, AI telah bergeser dari prioritas strategis menjadi mandat yang mendesak, yang secara aktif membentuk ulang operasional dan mendefinisikan kembali aturan persaingan,” kata Sergio Gago, Chief Technology Officer Cloudera. “Namun, survei kami menunjukkan bahwa perusahaan masih menghadapi tantangan besar dalam hal keamanan, kepatuhan, dan pemanfaatan data, dan masih banyak yang terjebak dalam tahap proof-of-concept. Misi Cloudera adalah menjalankan AI di mana pun data berada, baik di cloud publik, cloud privat, maupun on-premise, dengan jaminan tata kelola, lineage, dan kepercayaan penuh. Melalui inovasi seperti Private AI dan AI generatif berbasis GPU yang aman di balik firewall, kami memberikan perusahaan kendali dan kepercayaan penuh untuk membuka potensi dan menghasilkan insight dari 100% data mereka dan mempercepat adopsi di Era Konvergensi ini.”

BACA JUGA:  Semakin Efektif, Sebegini Manfaat Penerapan SAS Viya di Microsoft Azure

“Tren global sudah jelas — AI telah beralih dari tahap eksperimental menjadi bagian utama dari bisnis. Bagi Indonesia, ini adalah sebuah kesadaran yang kuat untuk segera mempercepat pengadopsian AI yang aman dan terkelola dengan baik, serta memprioritaskan arsitektur data terpadu yang mampu membuka value AI tanpa mengorbankan kepatuhan pada regulasi atau kedaulatan data. Di Cloudera, kami berkomitmen membantu pelanggan beralih dari tahap uji coba menuju implementasi AI yang berkelanjutan dan siap pakai, melalui inovasi AI privat dan tata kelola yang bertanggung jawab,” ujar Sherlie Karnidta, Country Manager Cloudera Indonesia.

Temuan utama lain di antaranya:

  • Perusahaan memanfaatkan cloud: Menjawab pertanyaan di mana data perusahaan disimpan, 63% responden menjawab di cloud privat, 52% di cloud publik dan 42% di data warehouse.
  • Mengintegrasikan AI tidak lepas dari masalah keamanan: Setengah dari responden mengatakan kebocoran data selama pelatihan model adalah kekhawatiran yang berhubungan dengan keamanan AI, dengan 48% mengatakan akses data tanpa izin, dan 43% mengatakan alat AI pihak ketiga yang tidak aman.
  • Meskipun ada kekhawatiran tersebut, perusahaan merasa yakin: Hampir satu perempat (24%) responden mengatakan mereka sangat yakin dengan kemampuan perusahaan untuk mengamankan data yang digunakan dalam sistem AI, 53% merasa cukup yakin dan 19% merasa agak yakin.

Laporan ini diluncurkan di EVOLVE25 NY, rangkaian acara unggulan Cloudera yang menampilkan inovasi di persimpangan antara AI dan data.

Tags: AIClouderaGenerative AI
Previous Post

BRIN: Potensi Panas Bumi Indonesia Terbesar Kedua Dunia

Next Post

AMD-Cohere Berkolaborasi Perluas Penerapan AI di Perusahaan dan Negara

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP DIGITAL AWARDS

hanwha-life-top-digital-awards-2025-level-stars-5

Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Teguh Imam Suyudi
23 December 2025 | 16:00

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen TOP Digital Awards 2025

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan Bergengsi TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
7 December 2025 | 09:00

Moratelindo TOP Digital Awards

Moratelindo Perkuat Kepemimpinan Transformasi Digital Lewat Dua Penghargaan Nasional TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
6 December 2025 | 09:00

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Fauzi
5 December 2025 | 13:58

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

Ahmad Churi
5 December 2025 | 11:14

Load More

TERPOPULER

  • Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kemenperin Siapkan SDM Dorong Industri Mamin Nasional Masuk Industri 4.0

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Maxim Luncurkan Fitur e-Payment ‘Maxim Wallet KasPro’

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pengalaman Setelah Empat Minggu Work from Home

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rilis di Indonesia, Begini Spek Lengkap dan Harga Samsung Galaxy A25 5G

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
iklan bni
cover it works
cover it works

ICT PROFILE

Transformasi Digital Kian Gencar, Akamai Luncurkan Akamai Connected Cloud dan Layanan Baru

Tunjuk Fiona Zhang, Akamai Perkuat Strategi Channel-First Kawasan APJ

Fauzi
8 April 2026 | 16:26

Akamai menunjuk Fiona Zhang sebagai Wakil Presiden Regional Bidang Penjualan dan Program Saluran untuk kawasan Asia-Pasifik dan Jepang. Penunjukan Fiona...

Intel Tunjuk Pimpinan Baru untuk Kawasan APJ

Intel Tunjuk Pimpinan Baru untuk Kawasan APJ

Fauzi
7 April 2026 | 11:46

Intel Corporation mengumumkan penunjukan Santhosh Viswanathan sebagai Vice President and Managing Director untuk kawasan Asia Pasifik dan Jepang (APJ). Dengan...

EXPERT

Red Hat Berambisi Capai Target Net Zero Emisi Gas Rumah Kaca di 2030

Titik Infleksi AI Selanjutnya: Mengubah Agen AI Menjadi ‘Superusers’ di Enterprise

Fauzi
21 May 2026 | 14:39

Oleh: Matt Hicks, President and CEO, Red Hat Jika Anda menyaksikan keynote di hari pertama Red Hat Summit 2026, Anda...

Seiring Jaringan yang Kian Cerdas, Ketahanan Telekomunikasi Akan Bergantung pada AI yang Tepercaya

Fauzi
20 May 2026 | 10:35

Oleh: Athul Prasad, Global Director, AI Industry Solutions, Telco, Media & Entertainment, Cloudera Ketahanan dalam industri telekomunikasi dulu berarti menjaga...

TIK TALKS

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

redaksi
16 August 2022 | 15:30

Di masa akan datang banyak aplikasi yang akan membutuhkan low latency connectivity. Lalu apa kaitannya dengan Edge DC yang hadir...

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

redaksi
15 August 2022 | 12:30

Bagaimana cara mengolah Big Data sehingga dapat divisualisasikan, serta bagaimana dapat melakukan analitik dan dapat memprediksikan apa yang harus dilakukan...

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Itworks - Inspire Great & Telco for Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto