ASEAN Foundation bekerja sama dengan SAP kembali menggelar ASEAN Data Science Explorers (ASEAN DSE) 2025 Regional Finals di Kuala Lumpur, Malaysia. Kompetisi tahunan ini menjadi wadah bagi generasi muda ASEAN untuk menunjukkan kemampuan mereka dalam mengolah data dan menciptakan solusi digital untuk menjawab tantangan sosial-ekonomi di kawasan.
Sebanyak 22 pelajar dari 10 negara ASEAN tampil mempresentasikan proyek berbasis data menggunakan SAP Analytics Cloud, dengan fokus pada enam Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG) PBB, seperti Tanpa Kelaparan (TPB 2), Kehidupan Sehat dan Sejahtera (TPB 3), hingga Penanganan Perubahan Iklim (TPB 13).
Tim Laos Sabet Juara Regional ASEAN DSE 2025
Tim DataMinions dari Laos berhasil meraih juara pertama melalui proyek Namjai Smart Water Tank, sebuah sistem tangki air pintar yang mampu memfiltrasi dan mendeteksi zat berbahaya dalam air serta memberikan peringatan dini kepada masyarakat dan otoritas terkait. Solusi ini ditujukan untuk menjawab masalah ketersediaan air bersih di negara-negara ASEAN seperti Laos, Kamboja, dan Filipina.
Juara kedua diraih Team Mamamamoodeng dari Thailand, sementara Team MyKXLab dari Malaysia menempati posisi ketiga.
Dari Indonesia, Tim TropiCrew yang beranggotakan Kenneth Kurniawan dan Ilham Iswardhana (Binus University International) tampil membanggakan dengan dua proyek inovatif: NutriSense, aplikasi pemantau kesehatan anak untuk pencegahan stunting, dan N.E.X.U.S (Nutritional & Emergency eXpress Unmanned Supply), sistem distribusi kebutuhan gizi yang terintegrasi dan efisien.
“Kami berharap NutriSense dan N.E.X.U.S dapat mempercepat upaya pencegahan stunting di ASEAN, serta mendukung target menurunkan angka stunting hingga nol,” ujar Kenneth dan Ilham.
Menyiapkan Generasi Muda Hadapi Pasar Global
Keterampilan berbasis data kini menjadi kebutuhan utama di pasar kerja masa depan. Berdasarkan laporan MarketsandMarkets (2022), industri ilmu data global diperkirakan tumbuh dari USD 95,3 miliar pada 2021 menjadi USD 322,9 miliar pada 2026.
Namun, penelitian ASEAN Foundation dan Google pada 2022 menemukan bahwa lebih dari 72% anak muda kurang memiliki keterampilan digital. Program ASEAN DSE hadir untuk menjembatani kesenjangan tersebut dengan membekali generasi muda kemampuan analisis data, berpikir kritis, dan kolaborasi lintas negara.
Dukungan dari Kementerian Pendidikan Malaysia
Penyelenggaraan ASEAN DSE 2025 turut mendapat dukungan penuh dari Kementerian Pendidikan Malaysia, sebagai bagian dari rangkaian ASEAN Chairmanship 2025.
Direktur Jenderal Kementerian Pendidikan Malaysia, Ybhg. Dr. Mohd. Azam Ahmad, menegaskan pentingnya program seperti ini untuk membangun literasi digital di kalangan pelajar.
“Selama sembilan tahun terakhir, ASEAN DSE telah berperan penting dalam meningkatkan literasi digital di Malaysia dan kawasan. Program ini sejalan dengan Cetak Biru Pendidikan Malaysia 2015–2025 yang berfokus pada pengembangan keterampilan masa depan,” ujarnya.
Kolaborasi untuk Masa Depan ASEAN
Direktur Eksekutif ASEAN Foundation, Dr. Piti Srisangnam, menekankan bahwa ASEAN DSE merupakan salah satu inisiatif utama dalam membina talenta muda di kawasan.
“Kami ingin generasi muda ASEAN berpikir kritis dan berinovasi dalam memecahkan masalah dunia nyata,” ungkapnya.
Sementara itu, Liher Urbizu, President & Managing Director SAP Southeast Asia, menambahkan bahwa kolaborasi dengan ASEAN Foundation menunjukkan komitmen SAP dalam memberdayakan pemuda dengan keterampilan digital dan kewirausahaan untuk menghadapi dunia berbasis data.
Dampak Nyata ASEAN DSE
Sejak diluncurkan pada 2017, program ASEAN DSE telah:
- Memberdayakan lebih dari 111.000 pemuda ASEAN, termasuk dari komunitas kurang terjangkau,
- Melibatkan 3.300 lebih tenaga pendidik,
- Dengan lebih dari 55% peserta perempuan.
Program ini juga mendukung berbagai agenda strategis ASEAN, termasuk ASEAN Digital Masterplan 2025 dan ASEAN Work Plan on Youth 2021–2025, untuk mendorong pembangunan ekonomi digital yang inklusif di kawasan.
Tentang ASEAN Foundation dan SAP
ASEAN Foundation didirikan pada 1997 di Kuala Lumpur untuk memperkuat kesadaran, identitas, dan interaksi antar-masyarakat ASEAN.
SAP, pemimpin global di bidang aplikasi perusahaan dan bisnis berbasis AI, telah bermitra dengan ASEAN Foundation untuk mengembangkan keterampilan digital generasi muda Asia Tenggara.














