Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat pemanfaatan teknologi informasi (TI) melalui implementasi Rencana Strategis (Renstra) dan enterprise architecture sebagai fondasi transformasi digital. Upaya ini dilakukan untuk mencapai visi LPDP sebagai lembaga pengelola dana bertaraf internasional dalam menyiapkan sumber daya manusia unggul dan mendorong inovasi demi terwujudnya Indonesia yang sejahtera, demokratis, dan berkeadilan.
Visi Renstra dan enterprise architecture tersebut diarahkan untuk mewujudkan layanan LPDP yang agile, responsif, akurat, dan akuntabel, sekaligus memastikan seluruh proses berjalan selaras dengan visi besar organisasi.
Pada sesi presentasi bertema “LPDP Smart Transformation: Driving Efficiency, Precision, and Accountability in Endowment Fund for Education”, Direktur Keuangan dan Umum LPDP, Emmanuel Agust Hartono, memaparkan strategi implementasi Renstra TI 2022–2025 kepada Dewan Juri TOP Digital Awards 2025.
“Terkait dengan rencana strategis TI LPDP dari Tahun 2022–2025, kami membagi dalam tiga misi utama, yaitu pengembangan layanan digital yang terintegrasi, peningkatan kualitas data dan analitikal, serta peningkatan IT Governance Maturity,” ujar Agust dalam sesi Penjurian yang dilaksanakan secara virtual pada Selasa (18/11/2025).
Pada misi pengembangan layanan digital terintegrasi, LPDP menetapkan sejumlah strategi kunci. Di antaranya adalah digitalisasi dan simplifikasi proses bisnis layanan LPDP serta integrasi proses bisnis dengan kementerian/lembaga terkait. Pada tataran aplikasi, LPDP fokus memperkuat sistem informasi investasi, beasiswa, riset inovatif-produktif, kebudayaan, dan perguruan tinggi, serta sistem pendukung proses bisnis lainnya.
Selaras dengan hal tersebut, Kepala Divisi Pengelolaan SDM dan TI LPDP, Kingkin Rahayu Ningsih, menjelaskan bahwa penyusunan Renstra TI dilakukan berdasarkan visi-misi besar LPDP.
“Dari rekomendasi hasil audit di tahun 2021, kami mulai menyusun Renstra dan arsitektur TI sejak 2022. Saat itu, ditemukan area aplikasi dan tata kelola yang membutuhkan peningkatan. Renstra ini kami rancang untuk menutup celah tersebut secara sistematis,” terang Kingkin.
Kingkin juga menambahkan bahwa LPDP saat ini belum melakukan asesmen ulang maturity level, namun telah mengimplementasikan standar keamanan informasi internasional ISO 27001. “Untuk saat ini, kita belum melakukan penilaian maturity. Namun, audit Sistem Manajemen Keamanan Informasi untuk open ISO 27001 sudah terpenuhi secara umum. Temuan minor kami tindaklanjuti secara menyeluruh,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa penyelarasan Renstra TI dengan Renstra bisnis merupakan fondasi penting dalam membangun sistem aplikasi yang mampu menjangkau masyarakat secara luas serta membentuk organisasi yang berbasis data atau data-driven organization.
ISO 27001 sendiri merupakan standar internasional yang mengatur sistem manajemen keamanan informasi guna melindungi aset data dari ancaman peretasan, kebocoran, maupun akses tidak sah.
TOP Digital Awards merupakan ajang penghargaan terbesar tingkat nasional untuk instansi dan perusahaan yang dinilai berhasil memanfaatkan teknologi informasi, dan solusi digital dalam peningkatan kinerja serta layanan. Kegiatan ini diselenggarakan Majalah IT Works sejak 2016 dan didukung sejumlah asosiasi, lembaga konsultan, serta pakar TI terkemuka di Indonesia.
Editor: Teguh IS.














