ItWorks
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
ItWorks
No Result
View All Result

Fortinet Ungkap Kerugian Bisnis Akibat Serangan Siber

Fauzi
9 December 2025 | 11:37
rubrik: Digital
Fortinet Rilis Firewall Seri G Terbaru, Suguhkan Keamanan Tak Tertandingi dan Kinerja Jaringan Efisien
Share on FacebookShare on Twitter

Dalam laporan bertajuk Cyber Threat Predictions 2026, Fortinet mengungkap bahwa ancaman tidak lagi datang hanya dari pencurian uang atau gangguan sistem, melainkan juga dari eksploitasi data, perusakan reputasi, serta sabotase kompetisi bisnis.

Temuan ini disampaikan oleh Rashish Pandey, Vice President of Marketing and Communications, APAC, Fortinet, yang menegaskan bahwa dalam ekosistem kejahatan modern, data pribadi dan data perusahaan kini telah menjadi komoditas paling bernilai, bahkan melampaui nilai minyak dan emas.

Menurut Rashish, motivasi pelaku kejahatan siber kini sangat beragam. Ada yang berorientasi politik, termasuk upaya menjatuhkan reputasi seseorang atau institusi, dan ada pula yang berorientasi finansial. Namun yang paling dominan saat ini adalah model “cybercrime-as-a-service” yang memungkinkan siapa saja membeli paket serangan berbasis AI dengan harga terjangkau. Hal inilah yang membuat serangan meningkat tajam terhadap organisasi besar, korporasi, UMKM, bahkan individu.

Rashish menegaskan bahwa pelaku tidak memilih korban berdasarkan ukuran atau sektor, melainkan menyerang secara acak dan menargetkan siapa pun yang rentan.

“Pelaku menyerang siapa saja yang mudah ditembus. Mereka tidak peduli apakah Anda perusahaan besar atau kecil. Jika Anda lengah, Anda akan menjadi korban,” ujarnya.

Salah satu bentuk kerugian terbesar bagi organisasi adalah kehilangan data sensitif, seperti informasi pelanggan, data transaksi, atau strategi bisnis. Data-data ini tidak hanya diperjualbelikan, tetapi juga dapat digunakan untuk pemerasan, sabotase, atau pengambilalihan identitas.

Kebocoran data juga dapat memicu kerugian reputasi yang sulit diperbaiki. Hilangnya kepercayaan publik, rusaknya citra perusahaan, dan meluasnya pemberitaan negatif sering kali memberikan dampak jangka panjang yang lebih buruk dibandingkan kerugian finansial langsung. Bagi perusahaan yang bergerak di sektor publik atau layanan masyarakat, kerugian reputasi bahkan dapat memengaruhi stabilitas operasional dan loyalitas pelanggan.

BACA JUGA:  AMD Rilis Kartu Grafis Radeon dan Prosesor Ryzen Threadripper di COMPUTEX 2025

Edwin Lim, Country Director, Fortinet Indonesia, menambahkan bahwa ancaman terhadap data semakin memperburuk risiko yang dihadapi perusahaan Indonesia. Di tengah percepatan digitalisasi, banyak organisasi belum memprioritaskan perlindungan data sebagai aset strategis, padahal data adalah target utama yang ingin dicuri oleh pelaku kejahatan. Edwin menegaskan bahwa perusahaan sering kali hanya berfokus pada keamanan jaringan dasar, tetapi melupakan pentingnya melindungi aset digital yang memiliki nilai ekonomi tinggi.

Menurutnya, “Data adalah mata uang baru dalam dunia digital. Serangan yang terlihat sederhana, seperti kebocoran daftar kontak pelanggan saja, bisa memiliki dampak luar biasa besar bagi perusahaan.”

Rashish menjelaskan bahwa kerusakan kompetisi bisnis juga menjadi faktor kerugian yang semakin meningkat di Indonesia. Pelaku kejahatan sering kali tidak hanya mencuri data, tetapi juga melakukan perusakan situs, manipulasi tampilan situs, hingga pencurian dan pengubahan informasi penting yang dapat merusak reputasi organisasi. Dalam kasus tertentu, serangan dilakukan untuk menjatuhkan pesaing dalam kompetisi bisnis, terutama di industri yang sangat kompetitif seperti e-commerce, layanan teknologi, dan sektor keuangan. Serangan semacam ini tidak hanya mengganggu operasional, tetapi juga dapat merusak hubungan bisnis dan menciptakan ketidakpercayaan dari mitra maupun pelanggan.

Dalam konteks ancaman yang semakin canggih, Edwin menilai bahwa Indonesia berada dalam masa transisi penting. Perusahaan telah banyak melakukan investasi pada teknologi, tetapi aspek kesiapan sumber daya manusia dan proses internal masih menjadi tantangan. Banyak organisasi memiliki perangkat yang baik tetapi tidak memiliki operator terlatih yang mampu menggunakannya secara optimal. Serangan berbasis AI yang berjalan otomatis dapat dengan mudah menembus sistem yang tidak memiliki pertahanan proaktif atau respons cepat. Hal ini menunjukkan bahwa investasi pada alat saja tidak cukup; organisasi harus membangun budaya keamanan yang kuat, meningkatkan pelatihan tim, dan memastikan bahwa setiap proses internal memiliki standar keamanan yang tinggi.

BACA JUGA:  Gelar Workshop 'AI Ready ASEAN', ASEAN Foundation Perluas Akses Literasi AI di Indonesia

Rashish menambahkan bahwa pada 2026, serangan berbasis AI akan menjadi lebih cepat, lebih besar skalanya, dan lebih sulit dideteksi. Maka, sulit bagi perusahaan untuk mempertahankan pertahanan hanya mengandalkan manusia. AI penyerang dapat mengirim jutaan percobaan login, menghasilkan email phishing serupa manusia, dan memodifikasi pola serangan secara otomatis dalam waktu sangat singkat. Ia menegaskan bahwa masa depan pertahanan akan melibatkan pertarungan antara AI dengan AI, bukan lagi manusia melawan AI. Dalam situasi demikian, organisasi harus beralih ke sistem pertahanan siber modern yang mampu memproses data ancaman secara real-time dan merespons secara otomatis.

Edwin menegaskan bahwa perusahaan Indonesia memiliki peluang besar untuk mempercepat kesiapan mereka. Indonesia memiliki talenta teknologi yang kuat dan adaptif, yang jika dilatih dengan benar, dapat menjadi garda terdepan dalam menghadapi ancaman siber. Ia berharap perusahaan semakin menyadari pentingnya membangun pertahanan menyeluruh yang menggabungkan teknologi modern, proses yang kuat, dan budaya kesadaran keamanan. Dalam situasi ancaman global yang semakin kompleks, perusahaan di Indonesia harus mengambil langkah proaktif, bukan reaktif, untuk melindungi aset digital dan menjaga keberlanjutan bisnis.

Dengan meningkatnya ancaman, perubahan motivasi pelaku, dan nilai data yang terus meroket, Fortinet menegaskan bahwa tahun 2026 akan menjadi titik penting bagi lanskap keamanan siber Indonesia. Organisasi yang memahami bahwa data adalah aset paling berharga dan ancaman kini bergerak dengan kecepatan mesin akan menjadi pihak yang mampu bertahan dan terus tumbuh dalam era digital yang semakin berisiko.

Tags: AICyber SecurityFortinet
Previous Post

OMRON Healthcare Indonesia Luncurkan Termometer Tanpa Kontak

Next Post

Perkuat Infrastruktur Digital Nasional, EDGE DC Bertransformasi Jadi Digital Edge Indonesia

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP DIGITAL AWARDS

TOP Digital Awards 2026: Aplikasi SITUNTAS, Inovasi Andalan PA Jakpus Tingkatkan Layanan Masyarakat

TOP Digital Awards 2026: Aplikasi SITUNTAS, Inovasi Andalan PA Jakpus Tingkatkan Layanan Masyarakat

Ahmad Churi
22 September 2026 | 16:46

TOP Digital Awards 2026: Angkasa Pura Dorong Penerapan AI Efektif & Efisien Selaras Prinsip GCG

TOP Digital Awards 2026: Angkasa Pura Dorong Penerapan AI Efektif & Efisien Selaras Prinsip GCG

Fauzi
17 September 2026 | 23:06

TOP Digital Awards 2026: Transformasi Digital Pengadilan Agama Soreang, Permudah Akses Layanan bagi Pencari Keadilan

TOP Digital Awards 2026: Transformasi Digital Pengadilan Agama Soreang, Permudah Akses Layanan bagi Pencari Keadilan

Fauzi
11 September 2026 | 22:31

TOP Digital Awards 2026: Transformasi Digital Mitra Tours Dorong Efisiensi dan Pertumbuhan Bisnis

TOP Digital Awards 2026: Transformasi Digital Mitra Tours Dorong Efisiensi dan Pertumbuhan Bisnis

Ahmad Churi
11 September 2026 | 22:27

MSI Group Kembali Gelar Ajang Corporate Rating TOP Digital Awards 2026

MSI Group Kembali Gelar Ajang Corporate Rating TOP Digital Awards 2026

Fauzi
10 September 2026 | 13:18

Load More

TERPOPULER

  • Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Transjakarta -LinkAja Bermitra Permudah Transaksi Pembayaran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Laporan CENRT: Domain .id Tumbuh Tertinggi di Dunia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kampus Harus Kuasai Teknologi untuk Dukung Indonesia Masuk 10 Ekonomi Terbesar Dunia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • SAS Siapkan Program Sertifikasi untuk Cetak Pelajar Jadi Tenaga Ahli Analisis Data

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
iklan bni

ICT PROFILE

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Fauzi
23 June 2026 | 14:43

Google Cloud menunjuk Karim Siregar sebagai Country Director untuk Indonesia. Karim akan memimpin operasional dan strategi pasar Google Cloud di...

Transformasi Digital Kian Gencar, Akamai Luncurkan Akamai Connected Cloud dan Layanan Baru

Tunjuk Fiona Zhang, Akamai Perkuat Strategi Channel-First Kawasan APJ

Fauzi
8 April 2026 | 16:26

Akamai menunjuk Fiona Zhang sebagai Wakil Presiden Regional Bidang Penjualan dan Program Saluran untuk kawasan Asia-Pasifik dan Jepang. Penunjukan Fiona...

EXPERT

Adopsi AI Makin Tinggi, Keamanan Siber Harus Diperkuat

Adopsi AI Makin Tinggi, Keamanan Siber Harus Diperkuat

Ahmad Churi
24 September 2026 | 16:30

Oleh: Sheila S. Fauzi Regional Marketing Manager, Concentrix. Dewasa ini perkembangan penggunaan atau adopsi teknologi kecerdasan artifisial (AI) di Indonesia...

BSSN Dorong Penguatan Sandiman Tanggulangi Rantai Kejahatan Siber

BSSN Dorong Penguatan Sandiman Tanggulangi Rantai Kejahatan Siber

Ahmad Churi
2 September 2026 | 10:17

ItWorks.id- Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) mendorong penguatan peran fungsional sandiman dalam menghadapi kejahatan siber yang semakin kompleks dan...

TIK TALKS

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

redaksi
16 August 2022 | 15:30

Di masa akan datang banyak aplikasi yang akan membutuhkan low latency connectivity. Lalu apa kaitannya dengan Edge DC yang hadir...

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

redaksi
15 August 2022 | 12:30

Bagaimana cara mengolah Big Data sehingga dapat divisualisasikan, serta bagaimana dapat melakukan analitik dan dapat memprediksikan apa yang harus dilakukan...

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Itworks - Inspire Great & Telco for Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto