Selama November 2025, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah memberikan sanksi administratif kepada 15 perusahaan pembiayaan atau multifinance, 4 perusahaan modal ventura, serta 14 penyelenggara fintech peer to peer (P2P) lending.
“OJK juga mengenakan sanksi administratif kepada 5 lembaga keuangan mikro dan 1 lembaga keuangan khusus,” kata Agusman, Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK.
Agusman menyampaikan pemberian sanksi itu diberikan atas pelanggaran yang dilakukan terhadap peraturan OJK yang berlaku. Sanksi itu juga diberikan atas hasil pengawasan atau tindak lanjut pemeriksaan langsung.
“Secara rinci, pengenaan sanksi administratif, terdiri dari 33 sanksi denda dan 70 sanksi peringatan tertulis,” ujarnya.
OJK berharap upaya penegakan kepatuhan dan pengenaan sanksi tersebut dapat mendorong pelaku industri sektor PVML untuk meningkatkan aspek tata kelola yang baik, kehati-hatian, dan pemenuhan terhadap ketentuan yang berlaku. Pada akhirnya, dapat berkinerja lebih baik dan berkontribusi secara optimal bagi perekonomian.














