ItWorks.id-Platform asuransi digital direct-to-consumer (D2C) igloo.co.id terus memperluas layanannya dengan menghadirkan dua fitur baru pada produk asuransi perjalanan, yakni rekomendasi berbasis kecerdasan buatan (AI) melalui TravelShield AI serta layanan pelacakan dan perlindungan bagasi hilang hasil kolaborasi dengan Blue Ribbon Bags (BRB).
Kehadiran dua fitur ini menjadi langkah strategis Igloo dalam menjawab kebutuhan wisatawan akan perlindungan perjalanan yang semakin praktis, cepat, dan relevan di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat.“Dengan jangkauan regional yang luas dan pengalaman lebih dari satu dekade bekerja sama dengan perusahaan asuransi serta mitra afinitas, Igloo berada pada posisi terbaik untuk mengembangkan model AI yang mampu menjawab tantangan utama industri asuransi,” ujar Raunak Mehta, Co-Founder sekaligus CEO Igloo dalam pernyataan pers yang dirilis (19/01/2026).
Melalui TravelShield AI, pelanggan dapat memperoleh rekomendasi asuransi perjalanan hanya dengan menjawab tiga pertanyaan sederhana, meliputi destinasi perjalanan, maskapai penerbangan, serta kebutuhan asuransi untuk pengajuan visa. Pendekatan ini memangkas waktu pembelian asuransi hingga 30 persen, sekaligus menghilangkan kebutuhan membandingkan produk satu per satu.
Igloo memperkirakan, dengan penggunaan TravelShield AI, proses pembelian asuransi perjalanan dapat berlangsung hingga tiga kali lebih cepat dibandingkan metode konvensional.
Selain itu, Igloo juga menghadirkan layanan Blue Ribbon Bags sebagai fitur tambahan (add-on) untuk memberikan ketenangan lebih bagi wisatawan domestik maupun internasional. Layanan ini membantu pelacakan dan pemulihan bagasi terdaftar yang hilang, mencakup seluruh maskapai dan rute penerbangan di seluruh dunia.
Blue Ribbon Bags menawarkan pelacakan aktif selama 96 jam sejak pesawat mendarat, termasuk percepatan proses pengembalian bagasi yang tertunda. Jika bagasi tidak berhasil dikembalikan dalam kurun waktu tersebut, pelanggan berhak memperoleh kompensasi tanpa perlu menyertakan bukti kuitansi. Layanan ini tersedia dengan harga mulai Rp32.000, dengan nilai kompensasi hingga Rp7 juta untuk paket Silver dan hingga Rp10 juta untuk paket Gold.
Head of D2C Igloo Indonesia, Delta Andreansyah, mengatakan bahwa inovasi ini dirancang untuk memastikan wisatawan Indonesia dapat bepergian dengan lebih tenang dan terlindungi.“Kami memperkenalkan pendekatan baru yang lebih cerdas dan mudah melalui integrasi AI Shield dan Blue Ribbon Baggage. Tujuannya agar pelanggan mendapatkan perlindungan yang paling sesuai dengan kebutuhan dan gaya hidup mereka,” ujar Delta.
Ia menambahkan, langkah ini juga sejalan dengan upaya mendukung pertumbuhan sektor pariwisata nasional. Indonesia menargetkan pertumbuhan berkelanjutan setelah mencatat lebih dari 13,9 juta kunjungan wisatawan internasional pada 2024.
Peluncuran fitur baru ini juga selaras dengan tren peningkatan perjalanan domestik. Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah perjalanan wisatawan nusantara pada April 2025 mencapai 128,59 juta, tumbuh 23,02 persen secara tahunan. Kenaikan ini menunjukkan minat masyarakat untuk bepergian tetap kuat, meskipun di tengah perlambatan ekonomi, sekaligus menegaskan kebutuhan akan solusi asuransi perjalanan yang mudah diakses dan fleksibel.
Di sisi lain, meski kawasan Asia-Pasifik mencatat tingkat kesalahan penanganan bagasi terendah secara global pada 2024, persoalan bagasi hilang atau tertunda masih menjadi tantangan utama bagi wisatawan dan maskapai. Bagi maskapai, bagasi tertunda memicu biaya operasional tambahan, mulai dari pelacakan, pengalihan rute, hingga kompensasi. Kehadiran Blue Ribbon Bags diharapkan dapat membantu mengurangi beban tersebut sekaligus meningkatkan pengalaman perjalanan pelanggan.














