Tingkat kepuasan pelanggan layanan internet Biznet menunjukkan peningkatan pada 2025. Berdasakan hasil survei yang dilakukan Biznet bersama Ipsos tercatat kenaikan kepuasan pelanggan sebesar 3 persen dibandingkan tahun sebelumnya, seiring meningkatnya loyalitas pelanggan dan kecenderungan mereka merekomendasikan layanan tersebut kepada orang lain.
Senior Manager Marketing Biznet, Adrianto Sulistyo, mengatakan hasil tersebut merupakan dampak dari berbagai kampanye yang dilakukan perusahaan dalam tiga tahun terakhir, mulai dari penguatan brand awareness hingga penyampaian nilai layanan kepada pelanggan.
“Selama tiga tahun terakhir kami menjalankan kampanye brand awareness, kemudian function awareness, dan juga value awareness di 2025. Tahun lalu kami lebih menekankan pada ‘berikoneksi lebih’, yaitu memberikan value tambahan kepada pelanggan,” ujar Adrianto dalam acara Biznet Campaign Launching yang diselenggarakan Selasa, (3/3/2026).
Menurut Adrianto, strategi tersebut berdampak pada persepsi masyarakat terhadap kualitas layanan Biznet. Survei yang dilakukan bersama Ipsos menunjukkan bahwa Biznet memperoleh predikat sebagai merek dengan kekuatan customer experience delivery yang baik.
“Pelanggan merasakan bahwa experience menggunakan Biznet itu benar. Apa yang kami sampaikan di campaign dan iklan ternyata sesuai dengan yang mereka rasakan, misalnya bandwidth yang besar dan kualitas layanan yang dijanjikan,” katanya.
Selain itu, survei juga menunjukkan meningkatnya keinginan masyarakat untuk menggunakan layanan Biznet atau brand desire. Adrianto menyebutkan, indikator penting lain adalah meningkatnya jumlah pelanggan yang bertahan menggunakan layanan dalam jangka waktu lebih lama.
“Yang berbeda tahun ini adalah nilai rekomendasi yang lebih tinggi. Pelanggan yang sudah menggunakan Biznet lebih dari tiga bulan dan lebih dari 12 bulan jumlahnya meningkat, dan mereka lebih banyak merekomendasikan Biznet kepada orang lain,” jelasnya.
Kondisi tersebut, lanjut Adrianto, menandakan tingkat loyalitas pelanggan yang semakin baik.
“Ini mengindikasikan bahwa pelanggan Biznet lebih banyak yang stay daripada turnover. Artinya kepuasan pelanggan meningkat, dan karena mereka puas, mereka merekomendasikan layanan internet Biznet kepada rekan atau keluarga,” ujarnya.
Hasil survei tersebut juga membawa Biznet menempati posisi top of mind nomor dua di antara lima merek penyedia layanan internet yang disurvei.
“Yang cukup mengejutkan bagi kami, Biznet sudah menjadi top of mind nomor dua dari lima brand yang disurvei,” kata Adrianto.
Lebih lanjut ia menjelaskan, terdapat beberapa faktor utama yang mendorong peningkatan kepuasan pelanggan, antara lain harga, kualitas teknisi, serta kinerja tim penjualan.
Salah satu langkah yang diambil perusahaan pada 2025 adalah meningkatkan bandwidth layanan hingga 30 persen. Selain itu, Biznet juga menerapkan penyesuaian harga di kota-kota tingkat dua dan tiga agar lebih sesuai dengan daya beli masyarakat.
“Di beberapa kota kabupaten misalnya, harga layanan sekitar Rp175 ribu dengan bandwidth 65 Mbps, sedangkan di Jakarta sekitar Rp250 ribu dengan bandwidth yang sama. Kami mencoba menyesuaikan dengan daya beli di kota-kota kedua dan ketiga,” ujarnya.
Strategi tersebut terbukti berpengaruh terhadap kepuasan pelanggan. Namun Adrianto menegaskan bahwa harga bukan lagi faktor utama bagi masyarakat dalam memilih layanan internet.
“Dari hasil survei terlihat bahwa jika layanannya memuaskan, harga menjadi pilihan nomor tiga, bukan nomor satu. Masyarakat sekarang lebih melihat kualitas dulu, baru kemudian harga,” kata dia.
Menurut Adrianto, perubahan preferensi tersebut menunjukkan semakin meningkatnya kesadaran pelanggan terhadap kualitas layanan digital yang mereka gunakan sehari-hari.














