ItWorks
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
ItWorks
No Result
View All Result

Lebih dari 1 Juta Rekening Bank Diretas, Ini Penyebabnya

Fauzi
17 April 2026 | 13:31
rubrik: Digital
Ancaman Siber Terkait Game Melonjak 86% di Asia Tenggara di 2025

Ilustrasi, Image: Kaspersky

Share on FacebookShare on Twitter

Laporan terbaru Kaspersky mengungkap terkait ancaman siber di sektor finansial. Dari laporan ini disebutkan bahwa lebih dari satu juta akun perbankan online diretas oleh pencuri informasi (infostealer) tahun lalu, karena ancaman siber finansial kini bergeser ke arah pencurian kredensial dan penggunaan kembali data.

Penyerang kini telah beralih dari malware perbankan PC tradisional dan semakin mengandalkan rekayasa sosial dan pasar dark web, sementara malware finansial seluler terus berkembang.

Phishing finansial
Phishing finansial tradisional belum hilang. Halaman yang meniru toko online mendominasi lanskap phishing finansial (48,5% pada tahun 2025, naik 10,3% dari tahun 2024), diikuti oleh perbankan (26,1% pada tahun 2025, turun 16,5% dari tahun 2024) dan sistem pembayaran (25,5% pada tahun 2025, naik 6,2% dari tahun 2024). Penurunan serangan phishing perbankan mungkin menunjukkan bahwa layanan-layanan ini semakin sulit untuk dipalsukan sehingga para penipu beralih ke cara yang lebih mudah untuk mengakses keuangan pengguna.

Para penyerang menyesuaikan kampanye mereka dengan kebiasaan digital regional. Di Timur Tengah, serangan phishing finansial sebagian besar terkonsentrasi pada e-commerce (85,8%), menunjukkan ketergantungan yang besar pada umpan ritel online, sedangkan di Afrika serangan phishing terkait perbankan mendominasi (53,75%), yang mungkin menunjukkan bahwa keamanan akun pengguna di sana masih belum memadai. Amerika Latin menunjukkan distribusi yang lebih seimbang tetapi dengan pangsa e-commerce (46,3%) dan penargetan bank (42,25%) yang lebih tinggi, sementara Asia Pasifik dan Eropa menunjukkan penyebaran yang lebih merata di ketiga kategori tersebut, menunjukkan strategi serangan yang beragam.

Malware Finansial
Pada tahun 2025, penurunan jumlah pengguna yang terdampak malware finansial pada PC terus berlanjut karena pengguna semakin bergantung pada perangkat seluler untuk mengelola keuangan mereka. Kontras dengan malware perbankan PC, serangan perbankan seluler meningkat 1,5 kali lipat pada tahun 2025 dibandingkan tahun sebelumnya.

BACA JUGA:  realme Jadi Official Gaming Phone Honor of Kings Indonesia Kings Laga Spring 2025 dengan realme 14 5G

Ancaman Finansial dan Dark Web
Sebagai pelengkap malware keuangan tradisional, infostealer memainkan peran penting dalam memungkinkan kejahatan siber finansial baik di PC maupun perangkat seluler dengan mengumpulkan kredensial login, cookie, nomor kartu perbankan, frasa kunci aset kripto, dan data pengisian otomatis dari browser dan aplikasi, yang kemudian digunakan penyerang untuk pengambilalihan akun atau penipuan perbankan langsung. Data Kaspersky menunjukkan lonjakan deteksi infostealer (naik 59% secara global di PC dari tahun 2024 hingga 2025), yang memicu serangan berbasis kredensial. Kawasan Asia Pasifik bahkan menunjukkan peningkatan signifikan dalam hal ini, yaitu mencapai 132%.

Menurut Kaspersky Digital Footprint Intelligence (DFI), pada tahun 2025 lebih dari satu juta akun perbankan online yang dilayani oleh 100 bank terbesar di dunia menjadi korban infostealer: kredensial untuk akun-akun ini dibagikan secara bebas di dark web. Negara-negara dengan jumlah rata-rata akun yang diretas per bank tertinggi adalah India, Spanyol, dan Brasil.

74% kartu pembayaran yang diretas oleh malware infostealer, yang dipublikasikan di dark web dan diidentifikasi oleh tim Kaspersky DFI pada tahun 2025, tetap valid hingga Maret 2026. Ini berarti bahwa penyerang masih dapat menggunakan kartu yang telah dicuri beberapa bulan atau bahkan beberapa tahun sebelumnya.

“Dark web telah menjadi pusat utama kejahatan siber finansial. Kredensial dan kartu perbankan yang dicuri oleh infostealer dikumpulkan, dikemas ulang, dan dijual di sana, sementara perangkat phishing yang ditargetkan pada pengguna produk finansial ditawarkan sebagai layanan siap pakai. Hal ini menciptakan ekosistem berkelanjutan di mana pencurian data dan operasi penipuan saling menguatkan satu sama lain, membuat serangan dapat diskalakan dan mudah dilakukan oleh penipu dengan pengalaman minimal. Memutus siklus ini membutuhkan intelijen ancaman proaktif dari pihak organisasi, dan peningkatan kesadaran serta pengawasan dari pengguna individu,” komentar Polina Tretyak, analis Kaspersky Digital Footprint Intelligence.

BACA JUGA:  Motorola edge 60 pro dengan moto ai Kini Tersedia di Pasar
Tags: AIKasperskyMalwarePhishing Finansial
Previous Post

Gandeng Rimini Street, Lotte Rental Percepat Pertumbuhan dan Inovasi

Next Post

Intel Core Ultra Series 3, Ini Sekilas tentang Keunggulannya

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP DIGITAL AWARDS

hanwha-life-top-digital-awards-2025-level-stars-5

Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Teguh Imam Suyudi
23 December 2025 | 16:00

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen TOP Digital Awards 2025

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan Bergengsi TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
7 December 2025 | 09:00

Moratelindo TOP Digital Awards

Moratelindo Perkuat Kepemimpinan Transformasi Digital Lewat Dua Penghargaan Nasional TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
6 December 2025 | 09:00

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Fauzi
5 December 2025 | 13:58

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

Ahmad Churi
5 December 2025 | 11:14

Load More

TERPOPULER

  • Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Allianz Indonesia Gelar Program Eazy di Rumah Aja

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sequis Empower Hours Dorong Conscious Branding dan Ketahanan Finansial Perempuan Wirausaha

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gelar Pre-Order nubia Neo 5 Series, nubia Siapkan Hadiah 99 Batangan Emas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Lagi, LKPP Gandeng Axioo dalam Pengadaan Laptop Produk Dalam Negeri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
iklan bni
cover it works
cover it works

ICT PROFILE

Transformasi Digital Kian Gencar, Akamai Luncurkan Akamai Connected Cloud dan Layanan Baru

Tunjuk Fiona Zhang, Akamai Perkuat Strategi Channel-First Kawasan APJ

Fauzi
8 April 2026 | 16:26

Akamai menunjuk Fiona Zhang sebagai Wakil Presiden Regional Bidang Penjualan dan Program Saluran untuk kawasan Asia-Pasifik dan Jepang. Penunjukan Fiona...

Intel Tunjuk Pimpinan Baru untuk Kawasan APJ

Intel Tunjuk Pimpinan Baru untuk Kawasan APJ

Fauzi
7 April 2026 | 11:46

Intel Corporation mengumumkan penunjukan Santhosh Viswanathan sebagai Vice President and Managing Director untuk kawasan Asia Pasifik dan Jepang (APJ). Dengan...

EXPERT

Adopsi AI Dorong Perubahan Pola Konsumsi Data, 5G Jadi Fondasi Pengalaman Digital

Adopsi AI Dorong Perubahan Pola Konsumsi Data, 5G Jadi Fondasi Pengalaman Digital

Ahmad Churi
2 April 2026 | 21:21

ItWorks.id- Laporan Ericsson ConsumerLab 2026 mengungkap meningkatnya penggunaan kecerdasan buatan (AI) mulai mengubah pola konsumsi data seluler, terutama pada kebutuhan...

Pencadangan Data (Backup) dan Keamanan Kini Menjadi Persoalan Ekonomi AI

Fauzi
30 March 2026 | 14:36

Oleh: Sherlie Karnidta, Country Manager Indonesia, Cloudera IDC dalam Global DataSphere Forecast memproyeksikan bahwa volume data global akan melonjak hingga...

TIK TALKS

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

redaksi
16 August 2022 | 15:30

Di masa akan datang banyak aplikasi yang akan membutuhkan low latency connectivity. Lalu apa kaitannya dengan Edge DC yang hadir...

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

redaksi
15 August 2022 | 12:30

Bagaimana cara mengolah Big Data sehingga dapat divisualisasikan, serta bagaimana dapat melakukan analitik dan dapat memprediksikan apa yang harus dilakukan...

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Itworks - Inspire Great & Telco for Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto