ItWorks.id- Badan Pengusahaan (BP) Batam terus mendorong akselerasi transformasi Kota Batam sebagai pusat industri digital dan artificial intelligence (AI) regional melalui penguatan infrastruktur data center berstandar global. Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBTL) antara PT PLN Batam dan PT Equator Gate System Batam (EGSB) sebagai pengembang AI Data Centre.
Langkah awal penandatanganan atas komitmen tersebut telah dilakukan (25/05) lalu di Kantor PLN Batam. Hal ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat ekosistem digital Batam sekaligus menunjukkan kesiapan kawasan dalam mendukung investasi AI Data Centre skala internasional.
PT Equator Gate System Batam merupakan perusahaan pengembang AI Data Centre yang didukung oleh Range Intelligent Computing Technology Company Limited (Range IDC), salah satu perusahaan data center terbesar di Tiongkok yang tercatat di Bursa Efek Shenzhen.
Batam dipilih sebagai lokasi ekspansi internasional pertama perusahaan di luar Tiongkok dengan fokus pengembangan High-Density AI Data Centre. Proyek tersebut memiliki nilai investasi mencapai US$5 miliar atau sekitar Rp88 triliun dengan luas pengembangan sekitar 30 hektare di kawasan Teluk Mata Ikan, Nongsa, Batam.
Pelaksana Harian (Plh) Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, mengatakan penandatanganan PJBTL tersebut menjadi bukti kesiapan Batam dalam membangun ekosistem digital yang berkelanjutan dan kompetitif di kawasan Asia Tenggara.“Batam memiliki keunggulan geografis, konektivitas internasional, serta kesiapan kawasan yang sangat kompetitif untuk industri digital masa depan. Kehadiran investasi AI Data Centre ini menjadi momentum percepatan transformasi Batam menuju ekonomi berbasis teknologi, inovasi, dan digitalisasi,” ujarnya dirilis Humas BP Batam, belum lama ini.
Menurut Li Claudia, kesiapan pasokan energi menjadi faktor vital dalam menarik investasi sektor teknologi informasi dan digital. Karena itu, BP Batam mendorong PLN Batam untuk memastikan ketersediaan listrik yang stabil, andal, dan berkelanjutan guna menopang operasional industri data center yang membutuhkan konsumsi energi besar.“BP Batam tentunya akan terus berkomitmen menjaga iklim investasi yang kondusif. Saya mengucapkan selamat atas sinergi yang terjalin, mari kita membawa Indonesia khususnya Kota Batam menjadi pemimpin digitalisasi di Asia Tenggara,” katanya.
Sementara itu, Deputi Bidang Investasi BP Batam, Fary Djemy Francis, menegaskan pihaknya akan mengawal proyek tersebut melalui pola fast-track execution untuk mempercepat realisasi investasi.
Menurut Fary, kolaborasi antara BP Batam dan PLN Batam menjadi fondasi penting dalam membangun Batam sebagai AI dan Digital Gateway Indonesia yang terhubung dengan ekosistem global.
“BP Batam menyiapkan kepastian investasi, percepatan layanan, dan kesiapan kawasan. PLN Batam memastikan kesiapan energi. Kolaborasi ini menunjukkan bahwa Batam siap menjadi AI dan Digital Gateway Indonesia yang terhubung dengan ekosistem global,” ujarnya.
Ia menambahkan, investasi EGSB diharapkan menjadi anchor investment yang mampu menarik industri strategis lainnya seperti cloud computing, semiconductor ecosystem, AI services, hingga berbagai industri digital global lainnya.
Selain memperkuat posisi Batam dalam rantai industri digital internasional, proyek tersebut diproyeksikan memberikan dampak ekonomi yang luas melalui penciptaan lapangan kerja profesional, transfer teknologi, peningkatan kualitas sumber daya manusia lokal, serta pertumbuhan ekonomi digital yang berkelanjutan.
EGSB diperkirakan akan menyerap sekitar 700 hingga 800 tenaga profesional di bidang data center dan teknologi digital melalui kolaborasi rekrutmen dan pengembangan talenta bersama perguruan tinggi di Batam.
BP Batam memandang sinergi antara pemerintah, penyedia energi, pelaku industri, dan institusi pendidikan sebagai fondasi utama dalam mewujudkan Batam sebagai pusat pertumbuhan ekonomi digital nasional yang modern, kompetitif, dan berkelas dunia.“Batam tidak lagi hanya berkembang sebagai kawasan industri manufaktur, tetapi sedang bertransformasi menjadi Execution Hub of Global Digital Industry,” pungkas Fary.














