ItWorks.id- Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama United Nations Development Programme (UNDP) Indonesia memperkuat kerja sama dalam mendukung percepatan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) melalui pemanfaatan sains, teknologi, dan inovasi.
BRIN bersama UNDP Indonesia memperkuat kolaborasi dalam mendukung percepatan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) melalui pemanfaatan sains, teknologi, dan inovasi. Komitmen tersebut dibahas dalam kegiatan “BRIN-UNDP Working Session: Identifying Priority Areas for Collaboration to Accelerate SDGs Implementation yang berlangsung (03/06/2026), di Gedung BJ Habibie, Jakarta.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Deputi Bidang Pemanfaatan Riset dan Inovasi (DPRI) BRIN bersama Pusat Riset Teknologi Transportasi (PRTT) dan UNDP Indonesia ini menjadi forum strategis untuk mengidentifikasi area prioritas kerja sama yang mampu menghasilkan solusi berbasis riset bagi berbagai tantangan pembangunan berkelanjutan.
Deputi Bidang Pemanfaatan Riset dan Inovasi BRIN, R. Hendrian, mengatakan bahwa forum tersebut merupakan langkah penting dalam memperkuat peran riset dan inovasi untuk mendukung agenda pembangunan nasional sekaligus memformalkan keterlibatan kelembagaan antara BRIN dan UNDP. “Kehadiran para peserta mencerminkan komitmen bersama untuk memperkuat peran riset dan inovasi dalam mendukung agenda pembangunan berkelanjutan Indonesia. Working Session ini menjadi momentum strategis untuk mengonsolidasikan berbagai upaya kolaboratif yang selama ini telah melibatkan kedua institusi dan menata arah kerja sama yang lebih jelas dan terstruktur,” ucapnya sebagaimana dirilis Humas BRIN.
Menurutnya, BRIN dan UNDP memiliki peran yang saling melengkapi. BRIN berkontribusi melalui kapasitas riset, teknologi, data, dan kepakaran peneliti, sementara UNDP mendukung dari sisi kebijakan, pengembangan kapasitas, kemitraan, implementasi program, hingga mobilisasi pembiayaan pembangunan.
Dalam forum tersebut, kedua lembaga menetapkan tiga tema prioritas kerja sama, yakni Watershed Diagnostic and Nature-Based Solutions, Smart Waste System and Circular Economy, serta Blue Economy Innovation to Scale. Selain itu, pembahasan juga mencakup pemulihan hijau berbasis daerah aliran sungai, ekonomi sirkular, ekonomi biru, inovasi nonteknologi, serta pemanfaatan RAPIDA untuk penilaian cepat pascabencana dan pemulihan awal.
Sebanyak 25 proyek riset terpilih dari BRIN dipresentasikan dan didiskusikan bersama tim UNDP guna menentukan proyek-proyek prioritas yang siap ditindaklanjuti. Hasil forum diharapkan menjadi dasar penyusunan rencana aksi bersama untuk mempercepat implementasi SDGs di Indonesia.
Sementara itu, UNDP Senior Advisor for Program Integration and Development Analysis Strategy and Business Development Team, Juliaty Ansye Sopacua, menilai sinergi antara kapasitas riset BRIN dan pengalaman implementasi program UNDP dapat mempercepat transformasi hasil riset menjadi solusi yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Ia menegaskan kolaborasi tersebut sangat relevan dalam mendukung agenda pembangunan menuju Indonesia Emas 2045 yang membutuhkan kebijakan berbasis bukti, inovasi yang aplikatif, dan solusi yang dapat diperluas manfaatnya. Melalui penguatan kemitraan ini, BRIN dan UNDP optimistis riset dan inovasi dapat memainkan peran lebih besar dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan sekaligus mempercepat pencapaian SDGs dan mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.














