ItWorks.id- Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mempercepat transformasi digital sektor manufaktur nasional melalui program pendampingan implementasi Industri 4.0 yang dijalankan oleh Pusat Industri Digital Indonesia 4.0 (PIDI 4.0). Tahun ini, dua perusahaan terpilih menerima fasilitasi penyusunan roadmap transformasi digital untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing industri.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan transformasi digital menjadi kebutuhan mendesak bagi industri manufaktur agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan persaingan global yang semakin ketat.“Transformasi digital menjadi salah satu kunci bagi industri manufaktur Indonesia untuk meningkatkan daya saing dan memperkuat posisinya dalam rantai pasok global,” ujar Agus dalam keterangan tertulis, yang dirilis (15/6) yang dirilis, di Jakarta.
Sebagai bagian dari upaya tersebut, Kemenperin melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) menggelar Kick Off Meeting Pendampingan Transformasi Digital 2026 (Multi Sektor). Program ini memberikan pendampingan komprehensif mulai dari penilaian tingkat kesiapan digital melalui Indonesia Industry 4.0 Readiness Index (INDI 4.0), identifikasi area prioritas, hingga penyusunan roadmap transformasi digital sesuai kebutuhan masing-masing perusahaan.
Kepala BPSDMI Doddy Rahadi mengatakan penerapan lima pilar INDI 4.0 secara konsisten dapat membantu perusahaan meningkatkan efisiensi operasional sekaligus memperkuat daya saing produk.
Pada 2026, dua perusahaan yang ditetapkan sebagai penerima pendampingan transformasi digital adalah PT DIC Astra Chemical dari sektor kimia hulu dan PT Garuda Metal Utama dari sektor komponen otomotif. Keduanya dipilih setelah melalui proses seleksi bersama sejumlah direktorat teknis di lingkungan Kemenperin.
Dengan tambahan dua perusahaan tersebut, total perusahaan yang telah memperoleh pendampingan transformasi digital melalui PIDI 4.0 sejak 2023 mencapai 15 perusahaan dari berbagai subsektor manufaktur. Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan SDM Industri (Pusdiklat SDM Industri) Ronggolawe Sahuri berharap hasil pendampingan tidak hanya berhenti pada penyusunan roadmap, tetapi juga berlanjut ke implementasi proyek digital yang mampu meningkatkan efisiensi dan kinerja perusahaan secara nyata.
Melalui penguatan peran PIDI 4.0, Kemenperin optimistis semakin banyak industri manufaktur yang mampu mengadopsi teknologi Industri 4.0 secara efektif guna meningkatkan daya saing nasional dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.














