ItWorks
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
ItWorks
No Result
View All Result

Studi: Hanya 14% Orang Indonesia Merasa Sangat Aman Secara Finansial

Fauzi
23 June 2026 | 11:11
rubrik: Research
Studi: Hanya 14% Orang Indonesia Merasa Sangat Aman Secara Finansial

Image: Sun Life

Share on FacebookShare on Twitter

Studi terbaru Sun Life Asia Financial Resilience Index 2026 mengungkap hanya 14% masyarakat Indonesia yang merasa sangat aman secara finansial di tengah tekanan ekonomi yang masih berlangsung.

Temuan ini muncul meskipun tingkat ketahanan finansial masyarakat menunjukkan tren positif, dengan proporsi individu yang memiliki ketahanan finansial tinggi meningkat dari 30% pada 2025 menjadi 34% pada 2026. Studi tersebut juga menunjukkan bahwa tekanan biaya hidup, tanggung jawab finansial terhadap keluarga, serta kesiapan menghadapi kenaikan biaya hidup yang berkelanjutan masih menjadi tantangan utama bagi masyarakat Indonesia dalam membangun rasa aman finansial jangka panjang.

Studi Sun Life Asia yang dilakukan bersama Genpop pada April 2026 terhadap 1.000 responden berusia 18 tahun ke atas di seluruh Indonesia menunjukkan bahwa rasa aman finansial tidak hanya dipengaruhi oleh kondisi ekonomi saat ini, tetapi juga oleh kemampuan masyarakat dalam mengelola tanggung jawab keuangan dan mempersiapkan masa depan.

Mayoritas responden mengaku masih menghadapi tantangan dalam memenuhi tanggung jawab finansial terhadap keluarga, sementara sebagian lainnya masih merasakan tekanan finansial secara rutin. Temuan ini menegaskan pentingnya perencanaan keuangan yang berkelanjutan untuk membantu masyarakat menghadapi berbagai ketidakpastian ekonomi di masa depan.

Membangun Ketahanan Finansial di Tengah Ketidakpastian
Di tengah berbagai tantangan ekonomi, masyarakat Indonesia terus menunjukkan upaya untuk memperkuat kondisi keuangan mereka. Sebanyak 45% responden menyatakan mampu memenuhi kebutuhan hidup selama lebih dari enam bulan tanpa penghasilan, sementara tingkat kepercayaan dalam mencapai tujuan keuangan jangka panjang meningkat menjadi 68%. Temuan ini menunjukkan bahwa semakin banyak masyarakat yang mulai mengambil langkah untuk membangun fondasi keuangan yang lebih kuat dan berkelanjutan.

Meski demikian, tekanan biaya hidup masih mendorong sebagian masyarakat untuk melakukan penyesuaian dalam pengelolaan keuangan sehari-hari. Sebanyak 23% responden mengaku menggunakan tabungan untuk memenuhi kebutuhan, sementara 26% lainnya mengurangi atau menunda sejumlah pengeluaran. Kondisi ini mencerminkan pentingnya keseimbangan antara memenuhi kebutuhan saat ini dan menjaga kesiapan finansial untuk masa depan.

BACA JUGA:  Wujudkan Bangunan Cerdas dan Hijau, Schneider Electric dan HAEI Perkuat Kompetensi Ahli Elektro

Adapun dari sisi pelaku usaha, tren ini berdampak pada perubahan pola konsumsi yang menuntut penyesuaian strategi penjualan dan pengelolaan permintaan. Hal ini juga mendorong pelaku usaha, khususnya UMKM dan sektor ritel, untuk lebih adaptif dalam mengatur harga, promosi, serta arus kas agar tetap menjaga keberlanjutan bisnis di tengah pelemahan daya beli.

Perencanaan keuangan juga terbukti berperan penting dalam meningkatkan rasa percaya diri finansial. Studi menemukan bahwa masyarakat yang memiliki rencana keuangan jangka panjang lebih dari tiga kali lebih percaya diri dalam mencapai tujuan keuangan mereka dibandingkan mereka yang belum memiliki perencanaan yang jelas (86% berbanding 25%). Temuan ini menegaskan bahwa langkah-langkah sederhana seperti menetapkan tujuan keuangan, membangun dana darurat, dan mengelola keuangan secara terencana dapat membantu memperkuat rasa aman finansial dalam jangka panjang.

Albertus Wiroyo, President Director Sun Life Indonesia, mengatakan, “Bagi banyak masyarakat Indonesia, rasa aman finansial tidak hanya berkaitan dengan diri sendiri, tetapi juga dengan kemampuan untuk memenuhi tanggung jawab terhadap keluarga dan orang-orang terdekat. Temuan studi ini menunjukkan bahwa meskipun berbagai tantangan ekonomi masih dirasakan, semakin banyak masyarakat yang mulai mengambil langkah positif untuk memperkuat fondasi keuangan mereka. Di tengah kondisi yang terus berubah, kehadiran mitra keuangan yang dapat dipercaya, menjadi semakin penting untuk membantu masyarakat membangun ketahanan finansial, menghadapi ketidakpastian dengan lebih tenang, dan mewujudkan tujuan keuangan jangka panjang mereka.”

Namun di tengah tekanan tersebut, studi ini menunjukkan pola yang jelas: mereka yang lebih siap secara finansial cenderung lebih mampu menghadapi situasi ketidakpastian dengan baik, dimana literasi keuangan menjadi faktor pembeda utama. Artinya, meskipun tekanan ekonomi memengaruhi rumah tangga di seluruh kelompok pendapatan, kemampuan untuk menghadapi tantangan tersebut semakin dipengaruhi oleh pengetahuan dan kesiapan finansial masing-masing individu.

BACA JUGA:  Urai Masifnya Serangan Siber di Indonesia, Awan Pintar Optimalkan AI dan Machine Learning

Menciptakan Rasa Aman Finansial melalui Literasi dan Teknologi
Studi Sun Life Asia Financial Resilience Index 2026 menunjukkan bahwa literasi keuangan dan perencanaan yang matang berperan penting dalam membangun rasa aman finansial. Individu dengan tingkat literasi keuangan yang lebih baik memiliki tingkat kepercayaan diri finansial 53 poin lebih tinggi dan optimisme terhadap masa depan keuangan yang 47 poin lebih tinggi. Sementara itu, 86% responden yang memiliki rencana keuangan jangka panjang merasa yakin dapat mencapai tujuan keuangan mereka, dibandingkan hanya 25% di antara mereka yang tidak memiliki perencanaan keuangan.

Teknologi juga semakin berperan dalam perjalanan finansial masyarakat Indonesia. Sebanyak 68% responden mengaku menggunakan generative AI untuk memperoleh informasi dan panduan keuangan, sementara 67% memperkirakan penggunaannya akan terus meningkat dalam 12 bulan ke depan. Meski demikian, literasi keuangan tetap menjadi fondasi penting agar masyarakat dapat mengevaluasi informasi secara kritis dan mengambil keputusan yang tepat.

Albertus menambahkan, “Teknologi telah membuka akses yang lebih luas terhadap informasi keuangan, namun literasi keuangan dan perencanaan yang baik tetap menjadi fondasi utama dalam membangun rasa aman finansial. Dengan memanfaatkan teknologi secara bijak serta didukung oleh mitra keuangan yang terpercaya, masyarakat dapat mengambil keputusan yang lebih tepat dan menghadapi masa depan dengan lebih percaya diri.”

Di tengah berbagai tantangan finansial, studi ini menegaskan pentingnya literasi keuangan, perencanaan yang matang, dan pemanfaatan teknologi dalam membangun rasa aman finansial. Sun Life Indonesia akan terus menjadi mitra terpercaya yang mendukung masyarakat mencapai masa depan yang lebih sehat dan aman secara finansial.

Tags: AIfinancial technologyGenerative AISun LifeSun Life Asia Financial Resilience Index 2026
Previous Post

Adopsi AI di Sektor Keuangan Melesat di Tengah Kesenjangan Tata Kelola dan Kendala Infrastruktur

Next Post

Garmin Kenalkan Approach Z10, Laser Rangefinder Ringkas Bantu Golfer Bermain Lebih Presisi

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP DIGITAL AWARDS

hanwha-life-top-digital-awards-2025-level-stars-5

Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Teguh Imam Suyudi
23 December 2025 | 16:00

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen TOP Digital Awards 2025

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan Bergengsi TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
7 December 2025 | 09:00

Moratelindo TOP Digital Awards

Moratelindo Perkuat Kepemimpinan Transformasi Digital Lewat Dua Penghargaan Nasional TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
6 December 2025 | 09:00

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Fauzi
5 December 2025 | 13:58

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

Ahmad Churi
5 December 2025 | 11:14

Load More

TERPOPULER

  • Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aplikasi Veeka, Bantu Pengguna Temukan Pasangan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rilis di Indonesia, Begini Spek Lengkap dan Harga Samsung Galaxy A25 5G

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Telkom Test House, Tempat Uji Perangkat Jaringan dan Infrastruktur Telekomunikasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Hytera Luncurkan Smart PoC Radio P60 di Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
iklan bni
cover it works
cover it works

ICT PROFILE

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Fauzi
23 June 2026 | 14:43

Google Cloud menunjuk Karim Siregar sebagai Country Director untuk Indonesia. Karim akan memimpin operasional dan strategi pasar Google Cloud di...

Transformasi Digital Kian Gencar, Akamai Luncurkan Akamai Connected Cloud dan Layanan Baru

Tunjuk Fiona Zhang, Akamai Perkuat Strategi Channel-First Kawasan APJ

Fauzi
8 April 2026 | 16:26

Akamai menunjuk Fiona Zhang sebagai Wakil Presiden Regional Bidang Penjualan dan Program Saluran untuk kawasan Asia-Pasifik dan Jepang. Penunjukan Fiona...

EXPERT

Dari Sekedar Token Menuju Kepercayaan: Momen Pembuktian AI Senilai US$2,5 Triliun

Fauzi
18 June 2026 | 12:58

Oleh: Abhas Ricky, Chief Business Officer and GM of Applied AI Era kecepatan dan akses sedang berakhir. Apa yang menggantikan...

Red Hat Berambisi Capai Target Net Zero Emisi Gas Rumah Kaca di 2030

Titik Infleksi AI Selanjutnya: Mengubah Agen AI Menjadi ‘Superusers’ di Enterprise

Fauzi
21 May 2026 | 14:39

Oleh: Matt Hicks, President and CEO, Red Hat Jika Anda menyaksikan keynote di hari pertama Red Hat Summit 2026, Anda...

TIK TALKS

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

redaksi
16 August 2022 | 15:30

Di masa akan datang banyak aplikasi yang akan membutuhkan low latency connectivity. Lalu apa kaitannya dengan Edge DC yang hadir...

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

redaksi
15 August 2022 | 12:30

Bagaimana cara mengolah Big Data sehingga dapat divisualisasikan, serta bagaimana dapat melakukan analitik dan dapat memprediksikan apa yang harus dilakukan...

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Itworks - Inspire Great & Telco for Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto