Studi terbaru Sun Life Asia Financial Resilience Index 2026 mengungkap hanya 14% masyarakat Indonesia yang merasa sangat aman secara finansial di tengah tekanan ekonomi yang masih berlangsung.
Temuan ini muncul meskipun tingkat ketahanan finansial masyarakat menunjukkan tren positif, dengan proporsi individu yang memiliki ketahanan finansial tinggi meningkat dari 30% pada 2025 menjadi 34% pada 2026. Studi tersebut juga menunjukkan bahwa tekanan biaya hidup, tanggung jawab finansial terhadap keluarga, serta kesiapan menghadapi kenaikan biaya hidup yang berkelanjutan masih menjadi tantangan utama bagi masyarakat Indonesia dalam membangun rasa aman finansial jangka panjang.
Studi Sun Life Asia yang dilakukan bersama Genpop pada April 2026 terhadap 1.000 responden berusia 18 tahun ke atas di seluruh Indonesia menunjukkan bahwa rasa aman finansial tidak hanya dipengaruhi oleh kondisi ekonomi saat ini, tetapi juga oleh kemampuan masyarakat dalam mengelola tanggung jawab keuangan dan mempersiapkan masa depan.
Mayoritas responden mengaku masih menghadapi tantangan dalam memenuhi tanggung jawab finansial terhadap keluarga, sementara sebagian lainnya masih merasakan tekanan finansial secara rutin. Temuan ini menegaskan pentingnya perencanaan keuangan yang berkelanjutan untuk membantu masyarakat menghadapi berbagai ketidakpastian ekonomi di masa depan.
Membangun Ketahanan Finansial di Tengah Ketidakpastian
Di tengah berbagai tantangan ekonomi, masyarakat Indonesia terus menunjukkan upaya untuk memperkuat kondisi keuangan mereka. Sebanyak 45% responden menyatakan mampu memenuhi kebutuhan hidup selama lebih dari enam bulan tanpa penghasilan, sementara tingkat kepercayaan dalam mencapai tujuan keuangan jangka panjang meningkat menjadi 68%. Temuan ini menunjukkan bahwa semakin banyak masyarakat yang mulai mengambil langkah untuk membangun fondasi keuangan yang lebih kuat dan berkelanjutan.
Meski demikian, tekanan biaya hidup masih mendorong sebagian masyarakat untuk melakukan penyesuaian dalam pengelolaan keuangan sehari-hari. Sebanyak 23% responden mengaku menggunakan tabungan untuk memenuhi kebutuhan, sementara 26% lainnya mengurangi atau menunda sejumlah pengeluaran. Kondisi ini mencerminkan pentingnya keseimbangan antara memenuhi kebutuhan saat ini dan menjaga kesiapan finansial untuk masa depan.
Adapun dari sisi pelaku usaha, tren ini berdampak pada perubahan pola konsumsi yang menuntut penyesuaian strategi penjualan dan pengelolaan permintaan. Hal ini juga mendorong pelaku usaha, khususnya UMKM dan sektor ritel, untuk lebih adaptif dalam mengatur harga, promosi, serta arus kas agar tetap menjaga keberlanjutan bisnis di tengah pelemahan daya beli.
Perencanaan keuangan juga terbukti berperan penting dalam meningkatkan rasa percaya diri finansial. Studi menemukan bahwa masyarakat yang memiliki rencana keuangan jangka panjang lebih dari tiga kali lebih percaya diri dalam mencapai tujuan keuangan mereka dibandingkan mereka yang belum memiliki perencanaan yang jelas (86% berbanding 25%). Temuan ini menegaskan bahwa langkah-langkah sederhana seperti menetapkan tujuan keuangan, membangun dana darurat, dan mengelola keuangan secara terencana dapat membantu memperkuat rasa aman finansial dalam jangka panjang.
Albertus Wiroyo, President Director Sun Life Indonesia, mengatakan, “Bagi banyak masyarakat Indonesia, rasa aman finansial tidak hanya berkaitan dengan diri sendiri, tetapi juga dengan kemampuan untuk memenuhi tanggung jawab terhadap keluarga dan orang-orang terdekat. Temuan studi ini menunjukkan bahwa meskipun berbagai tantangan ekonomi masih dirasakan, semakin banyak masyarakat yang mulai mengambil langkah positif untuk memperkuat fondasi keuangan mereka. Di tengah kondisi yang terus berubah, kehadiran mitra keuangan yang dapat dipercaya, menjadi semakin penting untuk membantu masyarakat membangun ketahanan finansial, menghadapi ketidakpastian dengan lebih tenang, dan mewujudkan tujuan keuangan jangka panjang mereka.”
Namun di tengah tekanan tersebut, studi ini menunjukkan pola yang jelas: mereka yang lebih siap secara finansial cenderung lebih mampu menghadapi situasi ketidakpastian dengan baik, dimana literasi keuangan menjadi faktor pembeda utama. Artinya, meskipun tekanan ekonomi memengaruhi rumah tangga di seluruh kelompok pendapatan, kemampuan untuk menghadapi tantangan tersebut semakin dipengaruhi oleh pengetahuan dan kesiapan finansial masing-masing individu.
Menciptakan Rasa Aman Finansial melalui Literasi dan Teknologi
Studi Sun Life Asia Financial Resilience Index 2026 menunjukkan bahwa literasi keuangan dan perencanaan yang matang berperan penting dalam membangun rasa aman finansial. Individu dengan tingkat literasi keuangan yang lebih baik memiliki tingkat kepercayaan diri finansial 53 poin lebih tinggi dan optimisme terhadap masa depan keuangan yang 47 poin lebih tinggi. Sementara itu, 86% responden yang memiliki rencana keuangan jangka panjang merasa yakin dapat mencapai tujuan keuangan mereka, dibandingkan hanya 25% di antara mereka yang tidak memiliki perencanaan keuangan.
Teknologi juga semakin berperan dalam perjalanan finansial masyarakat Indonesia. Sebanyak 68% responden mengaku menggunakan generative AI untuk memperoleh informasi dan panduan keuangan, sementara 67% memperkirakan penggunaannya akan terus meningkat dalam 12 bulan ke depan. Meski demikian, literasi keuangan tetap menjadi fondasi penting agar masyarakat dapat mengevaluasi informasi secara kritis dan mengambil keputusan yang tepat.
Albertus menambahkan, “Teknologi telah membuka akses yang lebih luas terhadap informasi keuangan, namun literasi keuangan dan perencanaan yang baik tetap menjadi fondasi utama dalam membangun rasa aman finansial. Dengan memanfaatkan teknologi secara bijak serta didukung oleh mitra keuangan yang terpercaya, masyarakat dapat mengambil keputusan yang lebih tepat dan menghadapi masa depan dengan lebih percaya diri.”
Di tengah berbagai tantangan finansial, studi ini menegaskan pentingnya literasi keuangan, perencanaan yang matang, dan pemanfaatan teknologi dalam membangun rasa aman finansial. Sun Life Indonesia akan terus menjadi mitra terpercaya yang mendukung masyarakat mencapai masa depan yang lebih sehat dan aman secara finansial.














