ItWorks
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
ItWorks
No Result
View All Result

Jobstreet by SEEK Ungkap Pekerja Indonesia Merasa Paling Puas Dengan Gajinya

Ahmad Churi
23 June 2026 | 18:59
rubrik: Research
Jobstreet by SEEK Ungkap Pekerja Indonesia Merasa Paling Puas Dengan Gajinya

Managing Director Indonesia Jobstreet by SEEK, Wisnu Dharmawan, saat paparan pers (23/06/2026), di Jakarta.

Share on FacebookShare on Twitter

ItWorks.id- Pekerja Indonesia tercatat sebagai yang paling merasa puas atas gaji yang diterima dibandingkan dengan yang dirasakan oleh para pekerja di negara-negara Asia Pasifik lainnya. Temuan tersebut terungkap dalam laporan terbaru bertajuk Salary Pulse yang dirilis Jobstreet by SEEK berdasarkan hasil survei terhadap 1.010 profesional dengan rentang usia 18-64 tahun yang dilakukan pada Februari 2026.

Laporan tersebut menunjukkan bahwa 81 persen pekerja Indonesia menilai gaji yang mereka terima saat ini sudah sesuai dengan pekerjaan yang dijalankan. Angka ini menjadi yang tertinggi di kawasan Asia Pasifik yang disurvei. Namun demikian, tingkat kepuasan terhadap nominal gaji masih berada di bawah persepsi kewajaran tersebut. Hanya 66 persen responden yang mengaku benar-benar puas dengan besaran gaji yang diterima. Temuan ini menunjukkan bahwa pekerja tidak hanya menginginkan kompensasi yang sesuai standar pasar, tetapi juga ingin merasa dihargai atas kontribusi yang mereka berikan kepada perusahaan.

Managing Director Indonesia Jobstreet by SEEK, Wisnu Dharmawan, mengatakan bahwa gaji merupakan faktor mendasar yang memengaruhi persepsi pekerja terhadap pekerjaan mereka. Lebih dari sekadar angka, kebahagiaan terhadap gaji membawa dampak langsung pada performa bisnis.

“Ketika pekerja di Indonesia merasa bahagia dengan bayaran mereka, mereka hampir dua kali lipat atau sekitar 1,7 kali lipat lebih termotivasi dan bersedia memberikan usaha ekstra di tempat kerja. Sebaliknya, karyawan yang tidak bahagia dengan gaji mereka memiliki kemungkinan 2,2 kali lipat lebih besar untuk memikirkan pindah pekerjaan dan mencari peluang baru,” ujarnya dalam paparan pers (23/06/2026), di Jakarta.

Ditambahkan, ketika para pemimpin mampu menciptakan kesempatan yang transparan untuk mendiskusikan gaji, mereka dapat mengelola ekspektasi dengan lebih baik dan membangun kepuasan finansial yang lebih kukuh di tempat kerja,” ujar Wisnu.

BACA JUGA:  Laporan Jobstreet, Ekonomi Digital dan Teknologi AI Dukung Rekrutmen Lebih Aktif

Laporan tersebut juga menemukan bahwa kepuasan terhadap gaji memiliki dampak signifikan terhadap produktivitas dan retensi karyawan. Pekerja yang merasa puas dengan bayaran mereka tercatat 1,7 kali lebih termotivasi dan bersedia memberikan usaha ekstra di tempat kerja.Sebaliknya, pekerja yang tidak puas terhadap gajinya memiliki kemungkinan 2,2 kali lebih besar untuk mempertimbangkan pindah kerja dan mencari peluang baru.

Dari sisi preferensi, pekerja Indonesia masih bersedia melakukan sejumlah kompromi demi peningkatan pendapatan. Sebanyak 29 persen responden bersedia tetap siaga (on call) di luar jam kerja, sementara 29 persen lainnya siap pindah ke kota atau negara lain apabila memperoleh kenaikan gaji sebesar 10 persen.

Batasan Tegas Terkait Nilai-Nilai Kerja

Namun, laporan ini juga menunjukkan bahwa pekerja Indonesia memiliki batasan yang tegas terkait nilai-nilai kerja. Hanya 3 persen responden yang bersedia bekerja di lingkungan perusahaan yang memiliki budaya kerja toksik demi kenaikan gaji 10 persen. Sementara itu, hanya 6 persen yang bersedia bekerja di perusahaan yang tidak sejalan dengan nilai dan prinsip pribadi mereka.

Temuan tersebut dinilai menjadi salah satu faktor yang mendukung tingginya tingkat kebahagiaan kerja pekerja Indonesia dibandingkan negara-negara lain di Asia Pasifik.

Dalam aspek negosiasi gaji, pekerja Indonesia juga tercatat paling percaya diri di kawasan. Lebih dari separuh responden merasa nyaman mengajukan permintaan kenaikan gaji kepada perusahaan.

Sebanyak 64 persen pekerja mengaku pernah secara aktif meminta kenaikan gaji, dan langkah tersebut terbukti efektif. Dari kelompok yang mengajukan kenaikan, sebanyak 83 persen berhasil memperoleh tambahan penghasilan.

Tren Kenaikan Gaji Masih Kuat

Selain itu, tren kenaikan gaji masih cukup kuat di Indonesia. Sebanyak 62 persen pekerja melaporkan menerima kenaikan upah dalam satu tahun terakhir. Mayoritas kenaikan tersebut tergolong moderat, dengan 45 persen memperoleh kenaikan hingga 5 persen dan 39 persen menerima kenaikan antara 6 hingga 10 persen.

BACA JUGA:  Fortinet Threat Landscape Report Q4 2019

Menariknya, jenis kenaikan gaji berpengaruh besar terhadap tingkat kepuasan pekerja. Karyawan yang menerima kenaikan berdasarkan kinerja menunjukkan tingkat kepuasan yang jauh lebih tinggi, mencapai 89 persen. Angka tersebut lebih besar dibandingkan pekerja yang hanya menerima penyesuaian gaji secara massal di tingkat perusahaan, yakni 67 persen.

Laporan ini juga menyoroti adanya perbedaan persepsi antar generasi. Kelompok Gen Z yang umumnya masih berada di level awal karier atau bekerja paruh waktu justru menunjukkan tingkat kepuasan gaji yang cukup tinggi, yakni 65 persen.

Sebaliknya, kelompok Gen X yang rata-rata memiliki pendapatan lebih tinggi menjadi generasi yang paling merasa kurang dihargai. Hanya 41 persen dari mereka yang merasa digaji secara memadai. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh persepsi ketidakadilan antara tanggung jawab yang lebih besar dengan pertumbuhan pendapatan yang dianggap tidak sebanding, ditambah kecenderungan mereka yang lebih jarang meminta kenaikan gaji secara proaktif.

Rekomendasi Jobstreet

Sebagai langkah antisipasi terhadap ekspektasi karyawan yang tidak terpenuhi, Jobstreet by SEEK merekomendasikan perusahaan untuk memperkuat komunikasi yang transparan terkait kompensasi dan jenjang karier.Ketika permintaan kenaikan gaji ditolak, sebanyak 27 persen pekerja memilih melakukan negosiasi ulang, sementara 28 persen lainnya berupaya mendapatkan kompensasi dalam bentuk tunjangan tambahan.

Menurut laporan tersebut, bonus berbasis kinerja, asuransi kesehatan, serta berbagai tunjangan kesejahteraan menjadi alternatif yang efektif untuk meningkatkan daya tarik perusahaan sekaligus mempertahankan talenta.

“Kami sangat menganjurkan para pemimpin perusahaan untuk mengedepankan komunikasi yang transparan dan menetapkan target capaian yang jelas guna mencegah risiko karyawan menarik diri secara sepihak atau quiet withdrawal yang dapat mengganggu produktivitas bisnis. Gaji yang adil adalah fondasi, tetapi kenyamanan bekerja dibangun di atas apresiasi oleh perusahaan yang bijak terhadap pekerja potensial,” pungkasnya.

BACA JUGA:  Professional Stealer: Penipu Amatir Berbahasa Rusia Menargetkan Pengguna Steam, Roblox, dan Amazon
Tags: JobStreet by SEEK
Previous Post

Ini Negara Asal Wisatawan dengan Minat Kunjungan Tertinggi ke Indonesia Semester I 2026

Next Post

Dorong Pertumbuhan Ekonomi, Pemerintah Gulirkan Delapan Stimulus

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP DIGITAL AWARDS

hanwha-life-top-digital-awards-2025-level-stars-5

Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Teguh Imam Suyudi
23 December 2025 | 16:00

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen TOP Digital Awards 2025

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan Bergengsi TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
7 December 2025 | 09:00

Moratelindo TOP Digital Awards

Moratelindo Perkuat Kepemimpinan Transformasi Digital Lewat Dua Penghargaan Nasional TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
6 December 2025 | 09:00

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Fauzi
5 December 2025 | 13:58

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

Ahmad Churi
5 December 2025 | 11:14

Load More

TERPOPULER

  • Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Hytera Luncurkan Smart PoC Radio P60 di Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rilis di Indonesia, Begini Spek Lengkap dan Harga Samsung Galaxy A25 5G

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Telkom Test House, Tempat Uji Perangkat Jaringan dan Infrastruktur Telekomunikasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sukses Gelar Digiland Run 2026, Telkomsel Berkomitmen Tanam 26.325 Pohon Mangrove

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
iklan bni
cover it works
cover it works

ICT PROFILE

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Fauzi
23 June 2026 | 14:43

Google Cloud menunjuk Karim Siregar sebagai Country Director untuk Indonesia. Karim akan memimpin operasional dan strategi pasar Google Cloud di...

Transformasi Digital Kian Gencar, Akamai Luncurkan Akamai Connected Cloud dan Layanan Baru

Tunjuk Fiona Zhang, Akamai Perkuat Strategi Channel-First Kawasan APJ

Fauzi
8 April 2026 | 16:26

Akamai menunjuk Fiona Zhang sebagai Wakil Presiden Regional Bidang Penjualan dan Program Saluran untuk kawasan Asia-Pasifik dan Jepang. Penunjukan Fiona...

EXPERT

Dari Sekedar Token Menuju Kepercayaan: Momen Pembuktian AI Senilai US$2,5 Triliun

Fauzi
18 June 2026 | 12:58

Oleh: Abhas Ricky, Chief Business Officer and GM of Applied AI Era kecepatan dan akses sedang berakhir. Apa yang menggantikan...

Red Hat Berambisi Capai Target Net Zero Emisi Gas Rumah Kaca di 2030

Titik Infleksi AI Selanjutnya: Mengubah Agen AI Menjadi ‘Superusers’ di Enterprise

Fauzi
21 May 2026 | 14:39

Oleh: Matt Hicks, President and CEO, Red Hat Jika Anda menyaksikan keynote di hari pertama Red Hat Summit 2026, Anda...

TIK TALKS

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

redaksi
16 August 2022 | 15:30

Di masa akan datang banyak aplikasi yang akan membutuhkan low latency connectivity. Lalu apa kaitannya dengan Edge DC yang hadir...

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

redaksi
15 August 2022 | 12:30

Bagaimana cara mengolah Big Data sehingga dapat divisualisasikan, serta bagaimana dapat melakukan analitik dan dapat memprediksikan apa yang harus dilakukan...

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Itworks - Inspire Great & Telco for Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto