ItWorks
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
ItWorks
No Result
View All Result

Red Hat Kukuhkan Ansible Automation Platform, Lapisan Eksekusi untuk Operasional IT di Era Agentic

Fauzi
1 July 2026 | 16:41
rubrik: Business Solution
Red Hat Berambisi Capai Target Net Zero Emisi Gas Rumah Kaca di 2030
Share on FacebookShare on Twitter

Red Hat baru-baru ini mengumumkan inovasi besar pada Red Hat Ansible Automation Platform yang dirancang untuk mengoperasionalkan agen-agen AI dalam skala enterprise. Dengan menghadirkan lapisan eksekusi tepercaya bagi operasional IT di era agentic ini, Red Hat menyediakan penghubung kelas industri yang menghubungkan kecerdasan AI dengan tindakan IT yang nyata.

Otomatisasi merupakan fondasi yang krusial bagi pengadopsian AI. Saat organisasi mulai beralih dari tahap eksperimen AI menuju tahap produksi, mereka membutuhkan cara yang andal untuk menghubungkan output model AI dengan infrastruktur yang sudah ada. Red Hat Ansible Automation Platform 2.7 dan automation orchestrator terbaru (pratinjau teknologi) dirancang khusus untuk menjembatani koneksi tersebut, dengan menyediakan tata kelola berbasis kebijakan dan tingkat presisi mumpuni yang dibutuhkan untuk mengubah AI menjadi penggerak tindakan operasional yang nyata.

“Seiring AI mengubah skala dan kecepatan ITOps secara pesat, Red Hat menghadirkan fondasi otomatisasi dengan tata kelola yang jelas, yang mengubah kecerdasan menjadi tindakan yang tepercaya,” ujar Sathish Balakrishnan, Vice President and General Manager, Ansible, Red Hat, dalam keterangan resmi yang diterima redaksi ItWorks, hari ini (1/7/2026).

“Ansible Automation Platform berfungsi sebagai control plane untuk otomatisasi multi-langkah yang berbasis peristiwa (Event-driven), dan berbasis AI. Hal ini memungkinkan pergeseran fokus dari otomatisasi deterministik ke orkestrasi berbasis hasil (outcome-based) yang komprehensif. Dengan mengorkestrasi secara cerdas kapan harus menggunakan penalaran berbasis AI dan kapan harus menggunakan otomatisasi deterministik yang telah teruji, kami membantu pelanggan memaksimalkan efisiensi dan inovasi, sembari tetap mengelola biaya token AI dan komputasi secara efektif,” sambungnya.

Apa yang Baru pada Ansible Automation Platform?
Evolusi Ansible Automation Platform memungkinkan berbagai tim mengorkestrasi alur kerja AI yang kompleks dengan mengintegrasikan pengawasan manusia dan insight cerdas guna mewujudkan hasil yang lebih andal dalam skala besar. Berbagai penyempurnaan terbaru ini membuka potensi AI untuk operasional IT generasi berikutnya:

  • Menerapkan AI yang sadar konteks (context-aware AI): Menghasilkan respons AI yang lebih kontekstual melalui automation intelligent assistant dengan cara memasukkan informasi spesifik organisasi melalui fungsi bring-your-own-knowledge.
  • Membangun jembatan AI universal: Menyederhanakan otomatisasi berbasis AI menggunakan server Model Context Protocol (MCP) untuk Ansible Automation Platform, supaya dapat menghubungkan tools AI dan otomatisasi secara mulus tanpa memerlukan pengintegrasian tersendiri.
  • Mengakselerasi AIOps dalam skala besar: Menggunakan panduan solusi terarah (opinionated solution guides) untuk mitra ekosistem seperti IBM Instana, ServiceNow, dan Splunk guna menyederhanakan implementasi AIOps.
  • Menyederhanakan pemanfaatan otomatisasi: Meningkatkan skala dan pemanfaatan otomatisasi secara lebih efisien di berbagai tim melalui alur kerja yang disederhanakan pada portal otomatisasi untuk membuat dan mengemas konten.
  • Mendorong pengambilan keputusan berbasis data: Dapat melihat langsung metrik kinerja dan ROI di dashboard otomatisasi untuk mengukur dampak otomatisasi di enterprise.
  • Menghadirkan orkestrasi multi-mode: Menghubungkan otomatisasi deterministik, berbasis peristiwa (event-driven), dan berbasis AI melalui orkestrator otomatisasi terbaru. Kanvas alur kerja tunggal (single workflow canvas) ini memanfaatkan data bersama dan logika alur kerja tingkat lanjut untuk memperluas kemampuan platform di era agentic.
BACA JUGA:  OPPO Find N5 Bawa Baterai Setipis Kartu ATM Berkapasitas Jumbo

Mengapa Ini Penting
Berbagai inovasi ini menandai evolusi signifikan bagi Ansible Automation Platform, sekaligus memosisikannya sebagai platform otomatisasi definitif bagi organisasi yang mengoperasionalkan AI dalam operasional IT. Organisasi tidak perlu memulai segalanya dari awal untuk mengadopsi AI. Sebaliknya, mereka dapat mendayagunakan pustaka playbook tepercaya yang sudah ada sebagai fondasi dengan tata kelola yang jelas, sehingga agen-agen AI dapat menyelidiki dan merekomendasikan tindakan, yang kemudian dieksekusi melalui alur kerja deterministik yang telah disetujui oleh manusia.

Tim infrastruktur kini berada di garda terdepan dalam peralihan menuju lingkungan agentic yang berdensitas tinggi. Menurut IDC, “pada tahun 2027, 85% organisasi Global 500 akan menerapkan AI agentic untuk operasional cloud IT otonom guna memantau, menganalisis, dan memulihkan masalah secara terus menerus dalam skala besar, dengan intervensi manusia yang minimal.” Dalam lanskap baru ini, nilai dari agen-agen AI sepenuhnya bergantung pada sistem yang mengeksekusi tujuan mereka. Ansible Automation Platform menawarkan kecepatan dan efisiensi yang dibutuhkan operasi IT berbasis AI, sekaligus menghadirkan tata kelola dan presisi yang dituntut oleh sistem produksi. Hal ini memberdayakan berbagai tim untuk mengadopsi inovasi AI sesuai dengan kendali mereka sendiri, sembari berupaya menjaga stabilitas lingkungan produksi.

Dalam komentarnya, Jevin Jensen, Research Vice President, IDC, mengatakan “Tantangan bagi para pemimpin IT bukan sekadar menghasilkan insight dari AI, melainkan bagaimana memindahkan proyek-proyek percontohan tersebut menjadi beban kerja yang siap produksi, secara aman dan hemat biaya.”

“Sebuah orkestrator otomatisasi bertindak sebagai jembatan yang krusial, dengan menyediakan lapisan eksekusi tepercaya yang memungkinkan agen-agen AI berinteraksi dengan infrastruktur yang kompleks melalui alur kerja tunggal yang terkelola dengan baik. Kemampuan ini sangat penting bagi organisasi yang ingin melangkah lebih jauh dari sekadar eksperimen AI menuju operasional otonom yang sesungguhnya,” tandasnya.

BACA JUGA:  Fortinet Sarankan Industri Perkuat OT dan IT Hadapi Era Industri 4.0
Tags: Agentic AIAIcloudRed HatRed Hat Ansible Automation Platform
Previous Post

Dorong Operational Excellence, IPC TPK Perkuat Sinergi dengan Mitra PBM Lewat Bowling Fun Games 2026

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP DIGITAL AWARDS

hanwha-life-top-digital-awards-2025-level-stars-5

Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Teguh Imam Suyudi
23 December 2025 | 16:00

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen TOP Digital Awards 2025

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan Bergengsi TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
7 December 2025 | 09:00

Moratelindo TOP Digital Awards

Moratelindo Perkuat Kepemimpinan Transformasi Digital Lewat Dua Penghargaan Nasional TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
6 December 2025 | 09:00

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Fauzi
5 December 2025 | 13:58

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

Ahmad Churi
5 December 2025 | 11:14

Load More

TERPOPULER

  • Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Couchbase Luncurkan AI Data Plane: Infrastruktur Data Terpadu untuk Agen AI Enterprise

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dari Logistik hingga Limbah Tekstil: Mengubah Wajah Industri Ritel melalui RFID dan Digital Product Passport

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berapa Kepemilikan Saham Nadiem Makarim di Gojek?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dataiku dan Palang Merah Singapura Perkuat Dampak Aksi Kemanusiaan melalui Penggunaan AI

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
iklan bni
cover it works
cover it works

ICT PROFILE

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Fauzi
23 June 2026 | 14:43

Google Cloud menunjuk Karim Siregar sebagai Country Director untuk Indonesia. Karim akan memimpin operasional dan strategi pasar Google Cloud di...

Transformasi Digital Kian Gencar, Akamai Luncurkan Akamai Connected Cloud dan Layanan Baru

Tunjuk Fiona Zhang, Akamai Perkuat Strategi Channel-First Kawasan APJ

Fauzi
8 April 2026 | 16:26

Akamai menunjuk Fiona Zhang sebagai Wakil Presiden Regional Bidang Penjualan dan Program Saluran untuk kawasan Asia-Pasifik dan Jepang. Penunjukan Fiona...

EXPERT

Zebra dan Salesforce Perkenalkan Solusi POS Ritel Berbasis Cloud di Android

Dari Logistik hingga Limbah Tekstil: Mengubah Wajah Industri Ritel melalui RFID dan Digital Product Passport

Fauzi
30 June 2026 | 16:58

Oleh: Eric Ananda, Country Manager Indonesia, Zebra Technologies Industri pakaian dan tekstil merupakan motor penggerak utama bagi perekonomian Indonesia. Sepanjang...

Mengurangi ‘Biaya Koordinasi’ untuk Implementasi Private AI yang Lebih Efektif

Fauzi
29 June 2026 | 16:31

Oleh: Sherlie Karnidta, Country Manager Indonesia, Cloudera Private AI sering dipahami sebagai pendekatan yang menjaga data dan model tetap berada...

TIK TALKS

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

redaksi
16 August 2022 | 15:30

Di masa akan datang banyak aplikasi yang akan membutuhkan low latency connectivity. Lalu apa kaitannya dengan Edge DC yang hadir...

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

redaksi
15 August 2022 | 12:30

Bagaimana cara mengolah Big Data sehingga dapat divisualisasikan, serta bagaimana dapat melakukan analitik dan dapat memprediksikan apa yang harus dilakukan...

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Itworks - Inspire Great & Telco for Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto