ItWorks
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
ItWorks
No Result
View All Result

Perkuat Regulasi, OJK Siapkan Roadmap IAKD 2026-2031 untuk Dorong Ekosistem Keuangan Digital

Ahmad Churi
3 July 2026 | 14:12
rubrik: Fintech
Perkuat Regulasi, OJK Siapkan Roadmap IAKD 2026-2031 untuk Dorong Ekosistem Keuangan Digital
Share on FacebookShare on Twitter

ItWorks.id– Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperkuat pengembangan ekosistem Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto (IAKD) melalui penyempurnaan regulasi, penguatan tata kelola, perlindungan konsumen, serta kolaborasi lintas pemangku kepentingan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan industri keuangan digital nasional tumbuh secara aman, inovatif, berintegritas, dan berkelanjutan.

Komitmen tersebut disampaikan Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, saat membuka Simposium Nasional dan Forum Konsultasi Stakeholder Pengembangan dan Penguatan IAKD yang digelar OJK bersama Asosiasi Blockchain Indonesia (ABI) pada (02/27), di Jakarta. Menurutnya, perkembangan teknologi seperti kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) hingga tokenisasi aset menghadirkan peluang besar bagi transformasi sektor keuangan. Namun di sisi lain, inovasi tersebut juga membawa tantangan yang harus diantisipasi melalui regulasi yang adaptif.

“Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, mulai dari kecerdasan artifisial hingga tokenisasi aset, kita dihadapkan pada tantangan untuk memastikan inovasi terus berkembang, namun tetap menjaga integritas pasar, perlindungan konsumen dan masyarakat, serta stabilitas sistem keuangan,” ujar Friderica dilansir dalam siaran pers, baru-bnaru ini.

Ia menegaskan bahwa perkembangan teknologi keuangan memerlukan kerangka regulasi yang mampu mengikuti dinamika model bisnis baru, didukung tata kelola yang baik, perlindungan konsumen yang kuat, serta kolaborasi erat antara regulator, industri, akademisi, media, dan seluruh pemangku kepentingan.

Dijelaskan, penyempurnaan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (PPSK) melalui Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2026 menjadi bukti komitmen negara dalam memperkuat fondasi hukum sektor keuangan digital. Regulasi tersebut juga mempertegas aspek tata kelola, integritas pasar, perlindungan konsumen, serta kolaborasi dalam pengembangan ekosistem IAKD.

Menurutnya, pengembangan keuangan digital yang aman dan berintegritas merupakan salah satu dari delapan program strategis OJK. Program tersebut diarahkan untuk mendukung pendalaman pasar keuangan, memperkuat pembiayaan pembangunan nasional, mendorong pengembangan UMKM dan ekonomi hijau, serta meningkatkan literasi, inklusi keuangan, perlindungan konsumen, dan integritas sektor jasa keuangan.

BACA JUGA:  OJK Imbau Masyarakat Gunakan Layanan Internet dan Mobile Banking

Terus Meningkat

OJK mencatat perkembangan positif ekosistem IAKD. Hingga saat ini terdapat delapan Penyelenggara Pemeringkat Kredit Alternatif (PKA) dan 17 Penyelenggara Agregasi Jasa Keuangan (PAJK) yang telah terdaftar.Jumlah pengguna layanan PAJK telah mencapai 18,29 juta, sementara total akses (hit) konsumen pada platform PKA mencapai 130,78 juta. Di sisi lain, kolaborasi antara penyelenggara Inovasi Teknologi Sektor Keuangan (ITSK) dengan lembaga jasa keuangan juga terus meningkat menjadi 1.346 kemitraan.

Sementara pada sektor aset keuangan digital dan aset kripto, OJK telah memberikan izin kepada 26 Pedagang Aset Keuangan Digital, dua Bursa Aset Keuangan Digital, dua Lembaga Kliring dan Penjaminan, serta dua Pengelola Tempat Penyimpanan. Jumlah konsumen aset digital dan kripto pun telah mencapai 22,4 juta.

Siapkan Roadmap IAKD hingga 2031

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Eksekutif Pengawas IAKD OJK, Adi Budiarso, mengungkapkan OJK tengah menyusun Roadmap IAKD 2026–2031 sebagai arah kebijakan pengembangan industri keuangan digital nasional dalam lima tahun mendatang.

Roadmap tersebut dirancang untuk membangun ekosistem yang lebih visioner, adaptif, dan mampu menjawab perkembangan teknologi sekaligus kebutuhan perekonomian nasional.”Kami berkomitmen mewujudkan ekosistem Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto Indonesia yang berdaulat, berintegritas, adaptif, dan terjangkau guna memperkuat daya saing nasional, mendorong pendalaman pasar keuangan, serta memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat dan perekonomian nasional,” kata Adi.

Ia menjelaskan, roadmap tersebut disusun berdasarkan empat prinsip utama, yakni Affordability (keterjangkauan), Integrity (integritas), Agility (kelincahan), dan Sovereignty (kedaulatan), sebagai fondasi pengembangan industri IAKD Indonesia.

DPR dukung penguatan regulasi

Sementara itu, Wakil Ketua DPR RI Bidang Koordinator Ekonomi dan Keuangan, Sari Yuliati, menyatakan penyempurnaan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2026 memperkuat fondasi pengembangan sektor keuangan digital nasional sekaligus menjaga keseimbangan antara inovasi, daya saing industri, stabilitas sistem keuangan, dan perlindungan masyarakat.

BACA JUGA:  Literasi Keuangan Digital Meningkat Di Tengah Pandemi

Menurut Sari, regulasi tersebut dirancang untuk membangun arsitektur ekosistem keuangan yang tangguh melalui keseimbangan antara percepatan inovasi, optimalisasi aset digital dan kripto, serta penguatan perlindungan masyarakat.

Forum konsultasi tersebut juga dimanfaatkan OJK untuk menghimpun masukan dari regulator, pelaku industri, akademisi, praktisi, serta peserta regulatory sandbox dalam penyusunan Roadmap IAKD 2026–2031.

Berbagai isu strategis yang menjadi pembahasan meliputi pengembangan tokenisasi aset, stablecoin, perpajakan aset keuangan digital, penguatan keamanan siber, transaksi Over-the-Counter (OTC), hingga pengembangan Single Investor Identifier (SID) sebagai bagian dari penguatan infrastruktur pasar keuangan digital Indonesia.

Tags: OJK
Previous Post

Indosat dan Arsari Group Luncurkan PT Infra Fiber Teknologi, Platform Infrastruktur Fiber Digital Independen

Next Post

Selain Lebih Cepat, Perluasan 5G Harus Berkualitas bagi Masyarakat

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP DIGITAL AWARDS

hanwha-life-top-digital-awards-2025-level-stars-5

Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Teguh Imam Suyudi
23 December 2025 | 16:00

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen TOP Digital Awards 2025

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan Bergengsi TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
7 December 2025 | 09:00

Moratelindo TOP Digital Awards

Moratelindo Perkuat Kepemimpinan Transformasi Digital Lewat Dua Penghargaan Nasional TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
6 December 2025 | 09:00

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Fauzi
5 December 2025 | 13:58

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

Ahmad Churi
5 December 2025 | 11:14

Load More

TERPOPULER

  • Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cara Mudah Mengurus Surat Pindah Domisili secara Online

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • realme P4 Series Meluncur di Indonesia, HP Gaming dengan Baterai 8000mAh Nan Terjangkau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rahasia Infrastruktur TI Tangguh Terungkap, Multipolar Technology Ungkap Strategi Hadapi Era AI dan Ancaman Siber

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Indosat Rilis Paket Data Akses Google Gemini untuk Pelanggan IM3 dan Tri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
iklan bni
cover it works
cover it works

ICT PROFILE

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Fauzi
23 June 2026 | 14:43

Google Cloud menunjuk Karim Siregar sebagai Country Director untuk Indonesia. Karim akan memimpin operasional dan strategi pasar Google Cloud di...

Transformasi Digital Kian Gencar, Akamai Luncurkan Akamai Connected Cloud dan Layanan Baru

Tunjuk Fiona Zhang, Akamai Perkuat Strategi Channel-First Kawasan APJ

Fauzi
8 April 2026 | 16:26

Akamai menunjuk Fiona Zhang sebagai Wakil Presiden Regional Bidang Penjualan dan Program Saluran untuk kawasan Asia-Pasifik dan Jepang. Penunjukan Fiona...

EXPERT

Zebra dan Salesforce Perkenalkan Solusi POS Ritel Berbasis Cloud di Android

Dari Logistik hingga Limbah Tekstil: Mengubah Wajah Industri Ritel melalui RFID dan Digital Product Passport

Fauzi
30 June 2026 | 16:58

Oleh: Eric Ananda, Country Manager Indonesia, Zebra Technologies Industri pakaian dan tekstil merupakan motor penggerak utama bagi perekonomian Indonesia. Sepanjang...

Mengurangi ‘Biaya Koordinasi’ untuk Implementasi Private AI yang Lebih Efektif

Fauzi
29 June 2026 | 16:31

Oleh: Sherlie Karnidta, Country Manager Indonesia, Cloudera Private AI sering dipahami sebagai pendekatan yang menjaga data dan model tetap berada...

TIK TALKS

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

redaksi
16 August 2022 | 15:30

Di masa akan datang banyak aplikasi yang akan membutuhkan low latency connectivity. Lalu apa kaitannya dengan Edge DC yang hadir...

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

redaksi
15 August 2022 | 12:30

Bagaimana cara mengolah Big Data sehingga dapat divisualisasikan, serta bagaimana dapat melakukan analitik dan dapat memprediksikan apa yang harus dilakukan...

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Itworks - Inspire Great & Telco for Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto