ItWorks
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
ItWorks
No Result
View All Result

Indonet Operasikan Jalur Fiber Optik Bawah Tanah Ketiga, Jakarta-Kawasan Data Center- Industri Bekasi dan Karawang

Fauzi
9 July 2026 | 08:24
rubrik: Telco
Indonet Operasikan Jalur Fiber Optik Bawah Tanah Ketiga, Jakarta-Kawasan Data Center- Industri Bekasi dan Karawang
Share on FacebookShare on Twitter

Indonet memperkuat fondasi konektivitas nasional melalui pengembangan East Route, koridor fiber optik bawah tanah yang menghubungkan pusat Jakarta dengan kawasan industri dan data center di Bekasi hingga Karawang.

East Route merupakan bagian dari pengembangan koridor timur Indonet yang terdiri dari tiga jalur. Setelah dua jalur sebelumnya beroperasi sejak tahun 2025, jalur ketiga kini resmi beroperasi dengan panjang lebih dari 80 kilometer dan kapasitas 2 × 576 core fiber. Dengan beroperasinya jalur ini, total jaringan fiber optik Indonet kini mencapai sekitar 850 kilometer, terdapat kenaikan sebesar 141% dibandingkan dengan sebelum tahun 2024. memberikan kapasitas yang lebih besar untuk ekspansi layanan sekaligus memperkuat konektivitas antar data center bagi pelanggan yang membutuhkan high availability dan kontinuitas bisnis.

Indonet juga menjadi salah satu penyedia infrastruktur digital pertama di Indonesia yang membangun koridor fiber optik sepenuhnya di bawah tanah untuk menghubungkan pusat Jakarta dengan kawasan industri dan data center di Kawasan Industri Bekasi hingga Karawang. Bersamaan dengan itu, Indonet juga meningkatkan kapasitas backbone network menjadi 100 Gbps untuk mendukung kebutuhan konektivitas di kawasan industri. Penguatan infrastruktur ini sejalan dengan ekspansi jaringan perusahaan ke berbagai pusat pertumbuhan industri, termasuk Kawasan Industri Mitra Karawang (KIM).

Seiring berkembangnya ekosistem data center di Indonesia dan kebutuhan layanan digital akan konektivitas yang andal dengan bandwidth tinggi, latensi rendah, dan tingkat ketersediaan yang tinggi juga semakin meningkat. Dalam kondisi tersebut, infrastruktur interkoneksi data center menjadi fondasi penting untuk memastikan pertukaran data antar data center berlangsung cepat dan aman guna mendukung keberlangsungan operasional bisnis.

“Indonesia sedang memasuki fase baru pembangunan infrastruktur digital. Investasi pada data center, cloud, dan AI akan terus meningkat, namun nilai dari investasi tersebut hanya dapat diwujudkan apabila didukung oleh konektivitas yang sama kuatnya. Karena itu, kami terus berinvestasi membangun jaringan fiber optik bawah tanah dan infrastruktur interkoneksi data center yang andal, sehingga pelanggan dapat bertumbuh dengan kepastian tanpa dibatasi oleh keterbatasan infrastruktur,” ujar Donauly Situmorang, Presiden Direktur Indonet.

BACA JUGA:  Agoda: Wisatawan Indonesia Paling Terpengaruh Medsos dan Promo di Asia

Selain meningkatkan keandalan konektivitas, investasi pada fiber optik bawah tanah juga memperkuat ketahanan infrastruktur. Dibandingkan jaringan fiber udara, fiber optik bawah tanah memiliki perlindungan yang lebih baik terhadap berbagai risiko operasional, sehingga mampu menghadirkan layanan yang lebih stabil untuk kebutuhan bisnis mission-critical, seperti disaster recovery dan AI workloads yang membutuhkan performa jaringan secara konsisten.

Agus Ariyanto, Direktur Operasional Indonet, mengatakan bahwa pengoperasian jalur fiber optik bawah tanah merupakan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan dalam membangun infrastruktur digital yang lebih tangguh dan berkelanjutan.

“Kami memilih untuk terus mengembangkan jaringan fiber optik bawah tanah karena infrastruktur ini menawarkan tingkat keandalan yang lebih tinggi dibandingkan jaringan fiber udara. Seluruh jaringan dibangun di bawah tanah dengan kedalaman sekitar 1,5 hingga 2 meter, sehingga memberikan perlindungan yang lebih baik terhadap berbagai risiko eksternal, seperti cuaca ekstrem maupun aktivitas konstruksi. Hal ini memungkinkan kami menghadirkan konektivitas yang lebih stabil, memperkuat redundansi jaringan dan memastikan layanan tetap andal untuk mendukung kebutuhan konektivitas yang bersifat mission-critical,” ujar Agus. 

Berdasarkan data Indonesia Data Center – Market Share Analysis, Industry Trends & Statistics, Growth Forecasts (2026-2031), dari Globe Newswire, Indonesia menjadi salah satu pasar data center dengan pertumbuhan tercepat di Asia Tenggara. Seiring meningkatnya investasi hyperscaler, cloud provider, dan enterprise, nilai pasar data center Indonesia diproyeksikan tumbuh dari sekitar USD 1,83 miliar pada 2026 menjadi USD 3,48 miliar pada 2031, dengan pertumbuhan tahunan (CAGR) sebesar 13,71%.

Pertumbuhan tersebut turut mendorong meningkatnya kebutuhan akan infrastruktur konektivitas yang mampu menghubungkan berbagai fasilitas data center secara cepat, aman, dan andal. 

Yudie Haryanto, Direktur Sales & Marketing Indonet, mengatakan bahwa pesatnya pertumbuhan ekosistem data center di Indonesia harus diimbangi dengan kesiapan infrastruktur konektivitas yang mampu mendukung kebutuhan bisnis yang semakin kompleks.

BACA JUGA:  Batan dan Bapeten olah limbah Radioaktif & Teknologinya

“Saat ini pertumbuhan data center tidak hanya berarti bertambahnya kapasitas komputasi, tetapi juga meningkatnya kebutuhan akan konektivitas yang mampu menghubungkan data center secara cepat, aman, dan berkelanjutan. Kualitas interkoneksi menjadi faktor penting untuk menjaga performa aplikasi, memastikan kontinuitas layanan, serta mendukung pertukaran data dengan latensi yang rendah. Melalui pengembangan jaringan fiber optik bawah tanah dan peningkatan kapasitas backbone network, Indonet hadir untuk menjawab kebutuhan tersebut dengan menghadirkan infrastruktur konektivitas yang andal, scalable, dan siap mendukung pertumbuhan bisnis pelanggan saat ini,” kata Yudie.

Penguatan jaringan ini juga mendukung pengembangan ekosistem data center di Indonesia, termasuk CGK Campus berkapasitas 500 MW di Bekasi yang tengah dikembangkan oleh Digital Edge Indonesia. Bersama-sama, platform konektivitas Indonet dan platform data center Digital Edge menghadirkan ekosistem infrastruktur digital yang terintegrasi untuk mendukung percepatan pertumbuhan AI, cloud, dan ekonomi digital Indonesia.

Tags: AIData CenterIndonet
Previous Post

HUT Ke-13, IPC TPK Perkuat Komitmen TJSL Lewat Program Khitanan Massal

Next Post

Termasuk Jakarta Aquarium Safari, Agoda Ungkap Masuk 10 Aktivitas Paling Banyak Dipesan di Asia Semester I 2026

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP DIGITAL AWARDS

TOP Digital Awards 2026: Perluas Bisnis, MTM Andalkan Inovasi, AI, dan Cybersecurity

TOP Digital Awards 2026: Perluas Bisnis, MTM Andalkan Inovasi, AI, dan Cybersecurity

Fauzi
7 November 2026 | 16:33

TOP Digital Awards 2026: Bangun Ekosistem Digital Terintegrasi, MTF Pangkas Proses Input Kredit Jadi 18 Menit

TOP Digital Awards 2026: Bangun Ekosistem Digital Terintegrasi, MTF Pangkas Proses Input Kredit Jadi 18 Menit

Busthomi
6 November 2026 | 15:56

TOP Digital Awards 2026: Bethsaida Healthcare Andalkan  AI, Pangkas Waktu Tunggu Pasien Hingga 50%

TOP Digital Awards 2026: Bethsaida Healthcare Andalkan AI, Pangkas Waktu Tunggu Pasien Hingga 50%

Ahmad Churi
6 November 2026 | 15:50

TOP Digital Awards 2026: Dari Pengajuan hingga Bayar Angsuran, FIFGROUP Hadirkan Kemudahan Lewat FIFGO

TOP Digital Awards 2026: Dari Pengajuan hingga Bayar Angsuran, FIFGROUP Hadirkan Kemudahan Lewat FIFGO

Mi’roji
6 November 2026 | 13:59

TOP Digital Awards 2026: Transformasi Digital Dorong BPR Penataran Blitar Bangkit Dari Kondisi Sulit

TOP Digital Awards 2026: Transformasi Digital Dorong BPR Penataran Blitar Bangkit Dari Kondisi Sulit

Ahmad Churi
6 November 2026 | 11:38

Load More

TERPOPULER

  • Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DCI Gandeng Uptime Institute, Perluas Pelatihan Pusat Data

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berkat ALMIRA, CIMB Niaga Berhasil Bangun dan Terapkan Infrastruktur Teknologi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cara Melindungi Mata Uang Kripto ala Kaspersky

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • TOP Digital: PA Jember Dorong Layanan Perkara Lebih Cepat, Mudah, dan Transparan Lewat Aplikasi INDRA

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
iklan bni

ICT PROFILE

Lenovo Tunjuk Presiden Motorola Mobility Baru

Lenovo Tunjuk Presiden Motorola Mobility Baru

Fauzi
5 November 2026 | 14:38

ItWorks.id - Lenovo mengumumkan penunjukan Amar Babu sebagai Mobile Business Group General Manager and Motorola Global President, efektif mulai 1...

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Fauzi
23 June 2026 | 14:43

Google Cloud menunjuk Karim Siregar sebagai Country Director untuk Indonesia. Karim akan memimpin operasional dan strategi pasar Google Cloud di...

EXPERT

Survei: 80% Perusahaan Nyatakan AI Masih Terhambat oleh Tantangan Akses Data

Agen AI Menguji Asumsi Keamanan Perusahaan

Fauzi
2 October 2026 | 15:36

Oleh: Carolyn Duby, Field CTO dan Cybersecurity Lead, Cloudera ItWorks.id - Pembahasan keamanan siber seputar AI sering kali berpusat pada...

Adopsi AI Makin Tinggi, Keamanan Siber Harus Diperkuat

Adopsi AI Makin Tinggi, Keamanan Siber Harus Diperkuat

Ahmad Churi
24 September 2026 | 16:30

Oleh: Sheila S. Fauzi Regional Marketing Manager, Concentrix. Dewasa ini perkembangan penggunaan atau adopsi teknologi kecerdasan artifisial (AI) di Indonesia...

TIK TALKS

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

redaksi
16 August 2022 | 15:30

Di masa akan datang banyak aplikasi yang akan membutuhkan low latency connectivity. Lalu apa kaitannya dengan Edge DC yang hadir...

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

redaksi
15 August 2022 | 12:30

Bagaimana cara mengolah Big Data sehingga dapat divisualisasikan, serta bagaimana dapat melakukan analitik dan dapat memprediksikan apa yang harus dilakukan...

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Itworks - Inspire Great & Telco for Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto