ItWorks.id- Jobstreet by SEEK menyoroti sejumlah pelajaran penting bagi profesional HR, pemimpin bisnis, dan praktisi people management dalam menghadapi perubahan dunia kerja yang semakin cepat dan dinamis, mulai dari pentingnya strategic workforce planning, hingga pemanfaatan AI secara lebih praktis dan bertanggung jawab. Insight ini disampaikan dalam perbincangan bersama Kevin Thompson, CEO & AI Transformation Architect – PEEPL, dalam episode Power Talks oleh Jobstreet by SEEK.
Transformasi kecerdasan buatan (AI) menuntut peran Human Resources (HR) beralih dari fungsi administratif menjadi mitra strategis bisnis. CEO PEEPL sekaligus AI Transformation Architect, Kevin Thompson, membagikan lima langkah strategis yang dapat diterapkan HR Director dan praktisi SDM agar organisasi lebih siap menghadapi perubahan dunia kerja di era AI.
Dalam podcast Power Talks yang diselenggarakan Jobstreet by SEEK, Kevin menekankan bahwa strategic workforce planning harus dimulai dari tujuan bisnis perusahaan, bukan sekadar mengisi posisi yang kosong. Menurutnya, HR perlu memahami visi CEO dan arah pertumbuhan perusahaan agar mampu menyiapkan talenta yang relevan untuk kebutuhan masa depan.
Langkah kedua adalah membangun workforce visibility, yakni memetakan keterampilan yang sudah dimiliki karyawan sekaligus mengidentifikasi kesenjangan kompetensi yang perlu dipenuhi. Pemetaan ini menjadi dasar penyusunan strategi pengembangan SDM yang lebih tepat sasaran.
Selanjutnya, perusahaan disarankan menyeimbangkan strategi buy and build talent, yakni menentukan kompetensi yang perlu direkrut dari luar dan yang lebih efektif dikembangkan dari dalam organisasi melalui program peningkatan keterampilan.
Terkait pemanfaatan AI, Kevin mengingatkan bahwa teknologi tersebut sebaiknya diposisikan sebagai alat pendukung pengambilan keputusan, bukan pengganti manusia. AI mampu mengolah data dari berbagai sistem SDM untuk menghasilkan analisis yang lebih komprehensif, namun keputusan akhir tetap memerlukan etika dan pertimbangan manusia.
“AI bukan untuk menggantikan manusia. Tapi AI akan menggantikan manusia yang tidak menggunakan AI,” ujar Kevin dilansir dalam rilis pers, belum lama ini.
Ia menambahkan bahwa etika merupakan aspek yang tidak akan bisa digantikan oleh teknologi. Tips terakhir yang disampaikan adalah memulai transformasi AI secara bertahap melalui proyek percontohan (pilot project) di satu fungsi atau departemen. Pendekatan ini dinilai lebih realistis, minim risiko, dan memungkinkan perusahaan belajar sebelum melakukan implementasi dalam skala lebih luas.
Head of Country Marketing Jobstreet by SEEK Indonesia, Sawitri, menegaskan bahwa masa depan HR harus memadukan kecanggihan teknologi dengan pendekatan yang berpusat pada manusia. Menurutnya, HR masa kini dituntut tidak hanya menguasai teknologi AI, tetapi juga mampu membaca arah bisnis, memanfaatkan data secara cerdas, serta tetap mengedepankan komunikasi dan human judgment dalam setiap pengambilan keputusan.














