ItWorks.id- PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkuat kerja sama melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) yang berlangsung di Gedung Multi Hazard Early Warning System (MHEWS) BMKG, Jakarta. Kerja sama ini ditujukan untuk meningkatkan keselamatan pelayaran, keandalan operasional pelabuhan, serta memperkuat ketahanan logistik nasional melalui pemanfaatan informasi meteorologi.
Nota kesepahaman yang ditandatangani pada (30/07/) mencakup pertukaran data dan informasi meteorologi, klimatologi, dan geofisika, pengembangan layanan meteorologi maritim, pemanfaatan teknologi dan sistem informasi, dukungan sarana observasi di kawasan pelabuhan, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia.
Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia (Persero), Achmad Muchtasyar, menegaskan bahwa kerja sama tersebut sangat penting bagi operasional pelabuhan yang mengutamakan keselamatan dan pelayanan prima.”Data alam yang paling akurat dan memiliki mandat dari negara berasal dari BMKG. Melalui kerja sama ini, kami berharap pertukaran informasi terkait meteorologi, klimatologi, dan geofisika dapat semakin diperkuat untuk mendukung operasional kepelabuhanan,” kata Achmad dilansir dalam rilis pers, baru-baru ini.
Selain pertukaran data, Pelindo juga siap mendukung operasional BMKG melalui penyediaan lahan dan fasilitas untuk penguatan layanan meteorologi maritim. Achmad juga menyoroti pentingnya dukungan data ilmiah, termasuk simulasi penyebaran tumpahan minyak dan pencemaran laut, guna memperkuat posisi Indonesia dalam forum internasional terkait keselamatan pelayaran dan perlindungan lingkungan laut.
Melalui kerja sama ini, BMKG dan Pelindo berkomitmen memperkuat sinergi dalam mendukung keselamatan pelayaran, meningkatkan efisiensi operasional pelabuhan, serta memperkokoh ketahanan logistik nasional melalui pemanfaatan informasi meteorologi, klimatologi, dan geofisika yang andal dan terpercaya.
Sementra itu, Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, mengatakan Pelindo merupakan mitra strategis dalam penyelenggaraan layanan meteorologi maritim. Sebagai pengelola pelabuhan nasional, Pelindo memiliki peran penting dalam menjaga konektivitas, perdagangan, dan distribusi logistik di Indonesia.
Faisal menjelaskan, BMKG saat ini mengoperasikan sekitar 10.800 peralatan observasi yang tersebar di seluruh Indonesia, termasuk sejumlah perangkat yang ditempatkan di kawasan pelabuhan yang dikelola Pelindo. Dukungan Pelindo dalam penyediaan lokasi operasional dan penempatan peralatan meteorologi maritim dinilai menjadi faktor penting dalam penguatan layanan BMKG.”Kolaborasi antara BMKG dan Pelindo semakin strategis untuk memperkuat keselamatan pelayaran, meningkatkan keandalan operasional kepelabuhanan, serta memperkuat ketahanan sektor maritim melalui penyediaan informasi meteorologi maritim dan sistem peringatan dini,” ujar Faisal.
Menurutnya, tantangan sektor maritim ke depan semakin kompleks akibat perubahan iklim, cuaca ekstrem, dan meningkatnya aktivitas kepelabuhanan. Karena itu, BMKG terus melakukan modernisasi sistem observasi, pemodelan, komunikasi, dan diseminasi informasi agar layanan yang diberikan semakin adaptif dan andal.














