ItWorks.id- Perkembangan Agentic AI di lingkungan perusahaan menghadirkan peluang besar untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi. Namun, di balik ekspansi teknologi tersebut, perusahaan menghadapi tantangan baru berupa pengawasan, keamanan, kepatuhan, hingga pengukuran biaya dan manfaat dari agen AI.
Melihat kebutuhan tersebut, Rimini Street, Inc. (Nasdaq: RMNI) meluncurkan Rimini Govern™ for AI, layanan tata kelola, risiko, keamanan, dan kepatuhan yang dirancang untuk membantu perusahaan mengendalikan operasional agen AI secara menyeluruh. Layanan terbaru ini menjadi bagian dari portofolio Rimini Govern™ dan ditujukan untuk membantu perusahaan mempercepat penerapan agen AI sekaligus mengurangi risiko operasional yang muncul ketika teknologi tersebut mulai digunakan dalam skala besar.
Rimini Street menyediakan layanan tersebut secara real-time selama 24 jam sehari, tujuh hari seminggu sepanjang tahun melalui Global Command Centers. Layanan ini didukung tim insinyur AI yang berpengalaman untuk memantau aktivitas agen, mengidentifikasi risiko, serta membantu perusahaan mengukur kinerja dan nilai bisnis dari investasi AI.
Melalui Rimini Govern for AI, perusahaan dapat memperoleh visibilitas terhadap aktivitas agen AI, alur kerja, insiden keamanan, status kepatuhan, metrik kinerja hingga biaya operasional. Sistem tersebut juga dirancang untuk memastikan agen AI hanya menjalankan aktivitas dan alur kerja yang telah mendapatkan izin.
Tantangan Tata Kelola
Kebutuhan terhadap tata kelola semakin mendesak seiring perusahaan bergerak dari tahap eksperimen menuju penerapan AI dalam operasional bisnis. Rimini Street menilai masih banyak organisasi yang belum memiliki visibilitas memadai terhadap aktivitas agen AI, keamanan, pelaksanaan alur kerja maupun integrasinya dengan sistem perusahaan.
Kondisi itu diperparah dengan munculnya fenomena shadow AI, alat pemantauan yang terfragmentasi, serta kerangka tata kelola yang tidak seragam di berbagai unit bisnis. Perusahaan juga menghadapi kesulitan dalam mengukur kinerja, biaya, dan return on investment (ROI) agen AI secara menyeluruh.
Rimini Street mengutip prediksi Gartner yang menyebutkan bahwa pada 2027 sebanyak 40% perusahaan akan menurunkan status atau menghentikan penggunaan agen AI otonom karena menemukan kesenjangan tata kelola setelah terjadi insiden di lingkungan produksi.“Rimini Govern for AI dirancang agar organisasi dapat memperluas penggunaan agen AI dengan tingkat kepercayaan dan keamanan yang lebih tinggi,” ungkap CEO Rimini Street Seth Ravin dilansir dalam siaran pers (11/08/2026).
Menurut dia, pengawasan, pengendalian, visibilitas, dan kemampuan mengukur kinerja menjadi elemen penting agar perusahaan dapat mempercepat adopsi AI sekaligus mengukur ROI dan memperoleh manfaat bisnis, termasuk menekan biaya operasional serta meningkatkan profitabilitas.
Beroperasi Dalam Tiga Tahap
Rimini Govern for AI dapat diterapkan melalui tiga fase, yakni perencanaan, implementasi, dan pengoperasian.
Pada tahap perencanaan, para ahli agen AI Rimini Street mengevaluasi tujuan penggunaan AI, tingkat kesiapan organisasi, prioritas tata kelola, serta kebutuhan peta jalan. Selanjutnya, pada tahap implementasi, Rimini Street membantu mengidentifikasi agen AI yang digunakan di berbagai perangkat lunak, platform, dan sistem, sekaligus mengonfigurasi akses yang aman serta mengevaluasi dampak operasional, finansial, dan kepatuhan.
Tahap berikutnya adalah pengoperasian. Pada fase ini, layanan berjalan secara real-time 24/7/365 dengan dukungan insinyur AI melalui Global Command Centers Rimini Street, termasuk pemantauan sistem, keamanan, dan integrasi secara berkelanjutan.
Selain pemantauan, layanan tersebut juga mencakup analisis akar masalah dan dukungan perbaikan ketika terjadi gangguan pada agen AI. Langkah ini ditujukan untuk meminimalkan gangguan operasional dan menjaga stabilitas proses bisnis yang ditopang AI.
Rimini Govern for AI melengkapi portofolio layanan AI Rimini Street bersama Rimini Agentworks™ dan Rimini Agentic UX™. Ketiganya dirancang untuk mendukung siklus penggunaan agen AI mulai dari perancangan, pembangunan, pengujian, penerapan, pengelolaan hingga optimalisasi di lingkungan perusahaan.
Dengan portofolio tersebut, Rimini Street membidik kebutuhan perusahaan yang ingin membawa agen AI dari tahap eksperimen ke lingkungan produksi, namun tetap membutuhkan kontrol terhadap keamanan, kepatuhan, interoperabilitas, biaya, dan nilai bisnis yang dihasilkan.
Langkah ini sekaligus menunjukkan bahwa tantangan adopsi AI perusahaan kini tidak lagi sebatas bagaimana membangun atau menggunakan agen AI, tetapi juga bagaimana memastikan teknologi tersebut aman, terkendali, dapat diaudit, dan memberikan hasil bisnis yang terukur.














