ItWorks
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
ItWorks
No Result
View All Result

Survei: 95% Perusahaan Tunda Proyek AI Akibat Keterbatasan Infrastruktur

Fauzi
13 August 2026 | 11:26
rubrik: Research
Survei: 95% Perusahaan Tunda Proyek AI Akibat Keterbatasan Infrastruktur
Share on FacebookShare on Twitter

Cloudera baru saja merilis survei global terbaru, The Great AI Re-Architecture, yang mengungkap adanya perubahan fundamental dalam enterprise IT di mana banyak organisasi kini merancang ulang arsitektur data mereka untuk memenuhi tuntutan AI.

Berdasarkan tanggapan dari 1.500 Enterprise Architects, Cloud Infrastructure Leads, dan Data Architects di seluruh dunia, laporan tersebut mendapati bahwa meskipun adopsi AI telah menjadi mainstream, arsitektur data lama (legacy) semakin membatasi kemampuan organisasi untuk mengembangkan AI secara aman, efisien, dan hemat biaya.

Temuan tersebut menunjukkan perubahan yang fundamental dalam arsitektur enterprise IT. Meskipun 77% organisasi secara aktif sudah menggunakan AI, hampir seluruhnya (95%) telah menunda atau membatalkan berbagai inisiatif AI mereka selama setahun terakhir akibat tantangan dalam tata kelola data, compliance, atau regulasi.

Untuk mengatasi tantangan tersebut, sebanyak 72% menyatakan bahwa arsitektur data mereka saat ini memerlukan perombakan signifikan untuk memenuhi kebutuhan AI di masa depan, yang menunjukkan bahwa infrastruktur saat ini tidak dibangun untuk memenuhi tuntutan AI modern.

Secara bersama-sama, temuan tersebut menyoroti apa yang disebut Cloudera sebagai “The Great AI Re-Architecture”—transisi besar-besaran dari arsitektur data legacy menuju lingkungan hybrid yang memungkinkan organisasi menghadirkan AI tepercaya ke data tepercaya, di mana pun data tersebut berada.

“Era AI saat ini memaksa berbagai organisasi untuk memikirkan kembali fondasi infrastruktur teknologi mereka,” ujar Sergio Gago, Chief Technology Officer, Cloudera. “Banyak perusahaan menyadari bahwa arsitektur yang dibangun untuk analitik tradisional tidak dirancang untuk memenuhi skala, tata kelola, dan fleksibilitas yang dituntut AI saat ini. Keberhasilan akan bergantung pada pembentukan fondasi data yang memberikan organisasi kebebasan untuk menjalankan AI di mana pun yang dirasa paling tepat, tanpa mengorbankan kendali maupun keamanan.”

BACA JUGA:  Pertama dengan IP68 & IP69 di Kelasnya, realme C75 Resmi Meluncur di Indonesia

“Temuan global ini secara akurat mencerminkan situasi yang tengah dihadapi perusahaan-perusahaan di Indonesia saat ini, karena mereka menyadari bahwa infrastruktur legacy yang pada awalnya dirancang untuk analitik tradisional tidak mampu menangani biaya tinggi, latensi, dan skala yang dibutuhkan oleh workload AI modern,” ujar Sherlie Karnidta, Country Manager Indonesia, Cloudera. “Adopsi AI bukan lagi menjadi pembeda bagi perusahaan-perusahaan di Indonesia; optimalisasi dan tata kelola AI-lah yang menjadi pembeda. Akibatnya, banyak organisasi telah menunda atau membatalkan inisiatif AI mereka karena keterbatasan infrastruktur dan pengelolaan data. Untuk mengatasi hambatan ini, kami bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan lokal untuk beralih dari data silo legacy dan mengadopsi arsitektur data hybrid, memastikan bahwa di mana pun data mereka berada, data tersebut tetap aman, memiliki tata kelola yang kuat, dan siap mendukung AI enterprise yang tepercaya.”

AI Mendorong Penataan Ulang Infrastruktur Enterprise
AI telah berkembang jauh melampaui proyek uji coba yang terisolasi dan kini telah tertanam di berbagai operasional perusahaan. Seiring langkah organisasi memperluas penggunaan AI di berbagai lini bisnis, mereka memberikan tekanan yang semakin besar terhadap infrastruktur yang sejak awal tidak dirancang untuk AI dalam skala besar.

Sebanyak tiga perempat (75%) responden menyatakan bahwa integrasi AI telah mengubah praktik penyimpanan dan arsitektur data di organisasi mereka, sementara 84% melaporkan lonjakan biaya infrastruktur yang dipicu oleh workload AI. Secara keseluruhan, temuan ini menunjukkan bahwa organisasi kini tidak hanya mempertimbangkan ulang tempat data disimpan, tetapi juga bagaimana data tersebut dikelola, diatur tata kelolanya, hingga didistribusikan ke sistem AI.

Tata Kelola adalah Infrastruktur yang Krusial
Seiring langkah organisasi memperluas skala AI, tata kelola kini menjadi fondasi utama bagi keberhasilan AI di tingkat enterprise. Awal tahun ini, Data Readiness Index dari Cloudera menemukan bahwa 75% organisasi mengakui bahwa AI mengungkap keterbatasan dalam proses tata kelola lama (legacy) mereka. Riset terbaru ini menunjukkan bahwa tantangan-tantangan tersebut justru kian meningkat seiring kian meluasnya adopsi AI.

BACA JUGA:  Anak-anak terlalu banyak menghabiskan waktu menatap screen, namun terlalu sedikit tidur:

Hampir tiga perempat (73%) responden menyatakan bahwa AI telah membuat tata kelola data menjadi lebih rumit, dan lebih dari separuh (55%) melaporkan menunda atau membatalkan lebih dari enam proyek AI selama 12 bulan terakhir akibat tantangan tata kelola, compliance, atau regulasi.

Tantangan ini semakin diperberat oleh data yang semakin terdistribusi. Hampir seluruh responden (97%) melaporkan memindahkan data antar-lingkungan setidaknya sebulan sekali, menjadikan tata kelola yang konsisten di seluruh lingkungan cloud, private cloud, on-premises, dan edge sangat krusial untuk memperluas skala AI secara aman.

Arsitektur Hybrid Menjadi Standar Baru Enterprise
Organisasi semakin banyak mengadopsi arsitektur hybrid untuk menyeimbangkan performa, tata kelola, biaya, dan fleksibilitas, yang semuanya merupakan faktor penting bagi keberhasilan AI modern.

Sebanyak dua pertiga (66%) responden menyatakan bahwa mereka telah memindahkan workload AI mereka dari lingkungan public cloud kembali ke infrastruktur private cloud atau on-premises selama setahun terakhir, yang menandakan pergeseran yang lebih luas menuju arsitektur hybrid yang memungkinkan organisasi menjalankan workload AI di lingkungan yang memberikan performa terbaik.

Menatap ke depan, berbagai organisasi berinvestasi di berbagai lingkungan cloud, on-premises, edge, dan hybrid, alih-alih hanya mengandalkan satu model penerapan. Seperempat (25%) responden menyatakan bahwa mereka berencana memprioritaskan arsitektur hybrid-first dalam dua tahun ke depan, yang semakin menegaskan bahwa masa depan enterprise AI akan ditentukan oleh fleksibilitas, bukan oleh satu strategi infrastruktur tunggal.

Masa Depan Enterprise AI Bergantung pada Arsitektur Data Hybrid
Adopsi AI bukan lagi menjadi pembeda; optimalisasi AI-lah yang menjadi pembeda. Organisasi yang memodernisasi arsitektur data mereka untuk menerapkan tata kelola data secara konsisten dan menjalankan AI di mana pun yang paling sesuai akan berada dalam posisi terbaik untuk menghadirkan AI yang dapat diskalakan dan aman, serta memberikan nilai bisnis jangka panjang.

BACA JUGA:  DoctorTool Kembangkan Asisten AI Gunakan Platform watsonx.ai dari IBM
Tags: AIClouderaGenerative AIThe Great AI Re-Architecture
Previous Post

Segera Hadir di Indonesia, HUAWEI Pura 90s Series Bawa Fotografi Smartphone ke Level Baru

Next Post

Schneider Electric Hadirkan Altivar HVAC ATH600, Dorong Efisiensi Energi Bangunan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP DIGITAL AWARDS

TOP Digital Awards 2026: Bank Tulungagung Perkuat Digital Banking, Kembangkan Tulungagung Apps untuk Perluas Layanan Nasabah

TOP Digital Awards 2026: Bank Tulungagung Perkuat Digital Banking, Kembangkan Tulungagung Apps untuk Perluas Layanan Nasabah

Albarsah
15 October 2026 | 08:00

TOP Digital Awards 2026: Kembangkan Frontera, Kata.ai Bantu Organisasi Adopsi AI Lebih Cepat, Aman, dan Terukur

TOP Digital Awards 2026: Kembangkan Frontera, Kata.ai Bantu Organisasi Adopsi AI Lebih Cepat, Aman, dan Terukur

Fauzi
14 October 2026 | 21:20

TOP Digital Awards 2026: RS Universitas Hasanuddin Perkuat Transformasi Digital, Hadirkan Layanan Kesehatan Terintegrasi

TOP Digital Awards 2026: RS Universitas Hasanuddin Perkuat Transformasi Digital, Hadirkan Layanan Kesehatan Terintegrasi

Mi’roji
14 October 2026 | 15:30

TOP Digital Awards 2026: Dari Portal Mandiri Hingga AI-IX, Inovasi Digital DE-CIX Indonesia Melesat

TOP Digital Awards 2026: Dari Portal Mandiri Hingga AI-IX, Inovasi Digital DE-CIX Indonesia Melesat

Busthomi
14 October 2026 | 11:29

TOP Digital Awards 2026: Concentrix Perkuat Digital Trust melalui Tata Kelola AI dan Keamanan Siber

TOP Digital Awards 2026: Concentrix Perkuat Digital Trust melalui Tata Kelola AI dan Keamanan Siber

Agus Haryanto
8 October 2026 | 08:34

Load More

TERPOPULER

  • Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • NVIDIA RTX AI PC Day Back to School Campaign Sambangi UPH Lippo Karawaci

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • TOP Digital Awards 2026: RS Universitas Hasanuddin Perkuat Transformasi Digital, Hadirkan Layanan Kesehatan Terintegrasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • TOP Digital Awards 2026: Bank Tulungagung Perkuat Digital Banking, Kembangkan Tulungagung Apps untuk Perluas Layanan Nasabah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Laporan Cisco: Lebih dari 50% Serangan Siber di Indonesia Manfaatkan Teknologi AI

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
iklan bni

ICT PROFILE

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Fauzi
23 June 2026 | 14:43

Google Cloud menunjuk Karim Siregar sebagai Country Director untuk Indonesia. Karim akan memimpin operasional dan strategi pasar Google Cloud di...

Transformasi Digital Kian Gencar, Akamai Luncurkan Akamai Connected Cloud dan Layanan Baru

Tunjuk Fiona Zhang, Akamai Perkuat Strategi Channel-First Kawasan APJ

Fauzi
8 April 2026 | 16:26

Akamai menunjuk Fiona Zhang sebagai Wakil Presiden Regional Bidang Penjualan dan Program Saluran untuk kawasan Asia-Pasifik dan Jepang. Penunjukan Fiona...

EXPERT

Survei: 80% Perusahaan Nyatakan AI Masih Terhambat oleh Tantangan Akses Data

Agen AI Menguji Asumsi Keamanan Perusahaan

Fauzi
2 October 2026 | 15:36

Oleh: Carolyn Duby, Field CTO dan Cybersecurity Lead, Cloudera ItWorks.id - Pembahasan keamanan siber seputar AI sering kali berpusat pada...

Adopsi AI Makin Tinggi, Keamanan Siber Harus Diperkuat

Adopsi AI Makin Tinggi, Keamanan Siber Harus Diperkuat

Ahmad Churi
24 September 2026 | 16:30

Oleh: Sheila S. Fauzi Regional Marketing Manager, Concentrix. Dewasa ini perkembangan penggunaan atau adopsi teknologi kecerdasan artifisial (AI) di Indonesia...

TIK TALKS

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

redaksi
16 August 2022 | 15:30

Di masa akan datang banyak aplikasi yang akan membutuhkan low latency connectivity. Lalu apa kaitannya dengan Edge DC yang hadir...

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

redaksi
15 August 2022 | 12:30

Bagaimana cara mengolah Big Data sehingga dapat divisualisasikan, serta bagaimana dapat melakukan analitik dan dapat memprediksikan apa yang harus dilakukan...

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Itworks - Inspire Great & Telco for Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto