ItWorks.id-PT IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) menegaskan komitmennya dalam mendukung upaya rehabilitasi lingkungan dan penguatan ekosistem pesisir melalui partisipasi dalam gerakan The North Green Movement yang diinisiasi oleh Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Jakarta Utara. Melalui kolaborasi program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) bidang lingkungan, IPC TPK turut mengambil bagian dalam kegiatan penanaman mangrove yang dilaksanakan di Kawasan Hutan Lindung Angke Kapuk, Jakarta Utara.
Gerakan yang diinisiasi Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Jakarta Utara tersebut diwujudkan melalui penanaman mangrove di Kawasan Hutan Lindung Angke Kapuk, Jakarta Utara. Kolaborasi ini menghimpun sebanyak 3.000 bibit mangrove dengan melibatkan HIPMI, Kementerian Kehutanan, serta sejumlah pelaku usaha.
Ketua Umum BPC HIPMI Jakarta Utara, Victor Herryanto, menyampaikan bahwa The North Green Movement tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan penanaman mangrove semata, tetapi juga sebagai upaya membangun komitmen dan tanggung jawab bersama dalam menjaga kawasan pesisir. “Menjaga pesisir bukan hanya menjadi isu lingkungan, tetapi juga berkaitan dengan keberlangsungan kota, aktivitas ekonomi, serta masa depan generasi mendatang. Kami berharap gerakan ini dapat menjadi bagian dari upaya bersama untuk menjaga pesisir Jakarta secara berkelanjutan,” ujar Victor dilansir dalam siaran pers, di Jakarta, baru-baru ini.
Sementara itu, Daniel Setiawan, Senior Manager Sekretariat Perusahaan IPC TPK mengungkapkan, dukungan IPC TPK dalam gerakan ini merupakan wujud nyata komitmen perusahaan untuk menghadirkan kontribusi yang tidak hanya memberikan manfaat bagi masyarakat, tetapi juga menciptakan dampak positif bagi lingkungan. Sebagai bagian dari ekosistem logistik dan kepelabuhanan nasional, IPC TPK menyadari bahwa keberlanjutan lingkungan pesisir memiliki keterkaitan erat dengan keberlangsungan aktivitas ekonomi dan kehidupan masyarakat di sekitarnya.
“Bagi IPC TPK, keberlanjutan bukan hanya tentang menjaga kelangsungan bisnis, tetapi juga tentang memastikan lingkungan dan masyarakat dapat tumbuh bersama. Melalui kolaborasi TJSL dalam The North Green Movement, kami ingin mengambil bagian dalam upaya menjaga ekosistem mangrove sebagai salah satu benteng alami kawasan pesisir sekaligus investasi lingkungan untuk generasi mendatang,” ujar Daniel Setiawan.
Mangrove memiliki fungsi penting bagi ekosistem pesisir. Selain menjadi habitat berbagai biota, kawasan mangrove berperan dalam menyerap karbon sekaligus menjadi pelindung alami pantai dari abrasi dan berbagai dampak perubahan iklim. Karena itu, rehabilitasi mangrove dinilai bukan sekadar agenda pelestarian lingkungan, melainkan bagian dari investasi jangka panjang untuk memperkuat ketahanan wilayah pesisir.
IPC TPK berharap kolaborasi tersebut dapat mendorong gerakan pelestarian lingkungan yang lebih luas dan berkelanjutan. Perusahaan juga menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan program TJSL yang menciptakan nilai bersama bagi masyarakat, lingkungan, dan keberlanjutan ekosistem.
Menjaga pesisir, pada akhirnya, bukan hanya tentang memulihkan lingkungan hari ini, tetapi juga memastikan generasi mendatang tetap memiliki kawasan pesisir yang sehat dan mampu menopang kehidupan serta aktivitas ekonomi.














