
Jakarta, Itech – Sebanyak tiga peniliti dari tiga Perguruan Tinggi berbeda, yakni Universitas Gadjah Mada Universitas Mulawarman, Universitas Diponegoro, meraih penghargaan Ristekdikti- Martha Tilaar Inovation Centre (MTIC) Award 2017 dalam gelaran Forum Inovasi Kesehatan dan Obat di Jakarta (2/8).
Digelar 5 tahun sekali sejak 2007 lalu, Ristekdikti-MTIC Award merupakan suatu penghargaan yang diberikan dalam upaya memotivasi para peneliti agar dapat memadukan pengetahuan leluhur, teknologi, sumber daya lam Indonesia dan consumer insight dalam kegiatan penelitiannya.
Menristekdikti Mohamad Nasir mendorong semua elemen masyarakat bahu membahu dengan pemerintah untuk turut berperan serta menggelorakan semangat penelitian di Indonesia, sebagaimana yang telah dilakukan oleh Martha Tilaar Inovation Centre. “ Peneliti indonesia harus mampu menggali potensi-potensi sumber daya alam serta budaya milik Indonesia untuk diteliti. Perpaduan pengetahuan leluhur dan penelitian modern merupakan salah satu kekhasan yang muncul dari penghargaan Ristekdikti-MTIC Award ini”, tutur Nasir.
L3bih lanjut dikatakan Nasir, riset tidak boleh hanya berhenti pada publikasi saja, namun juga harus dihilirkan ke dunia industri agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat..“ Kualitas dan kuantitas penelitian di perguruan tinggi dan lembaga penelitian lainnya perlu selalu didorong ke titik optimal. Dunia penelitian Indonesia memiliki potensi besar dengan adanya lebih kurang 260 ribu dosen yang tersebar di 4.589 perguruan tinggi’, ujar Nasir dalam sambutannya.
Sementara itu, Martha Tilaar selaku Dirut PT Sari Ayu Marta Komestika mengatakan Peneliti itu harus melakukan 3 C,yakni colaborasi, conecting, competitive. Peneliti harus memanfaatkan hasil bumi untuk riset dan berkelangsungan untuk industri. Inovasi dan Industri sebagai produsen dapat mendorong percepatan hilirisasi dan komersialisasi agar hasil invensi dapat menghasilkan produk Indonesia berbasis inovasi, memiliki daya saing tinggi, menjadi tuan rumah di negeri sendiri dan menjadi tamu terhormat di dunia internasional.
Di tempat yang sama, Kiki Tilaar selaku Ketua Panitia sekaligus Direktur PT Martino Bertho, Tbk mengatakan Kompetisi Ristekdikti – MTIC Award ini diselenggarakan dalam rangka menjembatani kesenjangan antara riset yang dilakukan oleh para peneliti di berbagai institusi litbang dan perguruan tinggi dengan kebutuhan industri.
Tim panitia Ristekdikti – MTIC Award 2017 telah melakukan sosialisasi ke berbagai Perguruan Tinggi di Indonesia dan mendapat sambutan yang baik dan tak kurang dari 95 peserta yang berasal dari 37 Universitas di seluruh Indonesia. Setelah melalui seleksi yang ketat oleh para juri, Direktur Jenderal Penguatan Inovasi Jumain Appe mengumumkan pemenang Ristekdikti-MTIC Award 2017, sebagai berikut :
• Pemenang 1 : Beni Lestari , S.Farm., Apt.( Universitas Gadjah Mada )
• Pemenang 2 : Prof. Enos Tangke Arung , PhD ( Universitas Mulawarman )
• Pemenang 3 : Dr. dr. Puguh Riyanto , Spkk, FINSDV ( Universitas Diponegoro )













