ItWorks.id- Badan Pengusahaan (BP) Batam mendukung penuh pembangunan Monumen Simpang Barelang yang berlokasi di Bundaran Tembesi, Kecamatan Sagulung.Pembangunan monumen yang diberi nama Bundaran Ufuk Selatan oleh Lembaga Adat Melayu (LAM) ini merupakan bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR) PT Batamindo Invesment Cakrawala.
Pembangunan Monumen Simpang Barelang juga menjadi salah satu upaya PT Batamindo untuk mendukung penataan kawasan dan memperindah wajah Kota Batam. Di samping akan menjadi landmark baru bagi Kota Batam dengan luas kawasan sekitar 7.850 meter persegi,penataannya pun juga diselaraskan dengan upaya Batam menuju kota cerdas.
Tidak hanya berfokus pada bangunan utama monumen, area sekitar juga akan dirancang dengan elemen lanskap seperti planter box, plaza, hardscape, dan softscape berupa rumput. Sehingga, kawasan di sekitar monumen diharapkan tampil lebih tertata dan nyaman secara visual. Desain proyek turut dilengkapi dengan pencahayaan LED, signage, sistem CCTV, serta fasilitas pendukung penyiraman taman. Elemen-elemen tersebut menjadi bagian dari konsep penataan kawasan agar landmark dapat tampil lebih representatif, terutama pada malam hari.
“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Ketika dunia usaha ikut mengambil bagian melalui program yang memberikan manfaat bagi kawasan, tentu ini harus kita apresiasi dan kita kawal bersama agar pelaksanaannya berjalan baik serta memberikan manfaat bagi masyarakat dan wajah Kota Batam,” ujar Kepala BP Batam, Amsakar Achmad yang juga Walikota Batam, dilansir melalui portal web resmi BP Batam, belum lama ini.
Sebagai catatan, Kota Batam saat ini aktif mengembangkan berbagai infrastruktur, termasuk askes digital dan aplikasi layanan kepemerintahan untuk mewujudkan visi Wujudkan Batam sebagai The Smart City.
Ekosistem Smart City Kota Batam mengacu kepada berbagai program cerdas dan inovasi yang terlahir dari sinergi Kota, Korporat, Komunitas, dan Akademisi, dimaksudkan untuk mewujudkan visi pembangunan Kota Batam melalui layanan yang efektif, efisien, transparan, akuntabel, dan partisipatif. Program-program ini dikelola secara terintegrasi dan berkelanjutan dengan dukungan teknologi untuk keberdayaan masyarakat.














