F5, perusahaan global dalam delivery dan pengamanan setiap aplikasi dan API, baru-baru ini mengumumkan ketersediaan segera F5 Workforce AI Security.
Penawaran baru yang bersifat agentless di dalam F5 AI Security Platform ini akan segera hadir untuk memberikan organisasi visibility serta policy control terhadap aktivitas workforce AI, termasuk penggunaan AI oleh karyawan dan tindakan yang dilakukan oleh AI agent atas nama user.
Penggunaan AI oleh karyawan di dalam perusahaan kini telah berkembang melampaui sekadar memberikan prompt dan query dasar. AI assistant dan coding agent kini dapat mengakses sistem perusahaan, memanggil tools, memanipulasi data, dan melakukan berbagai tindakan menggunakan izin yang diberikan oleh user-nya.
Menurut F5’s 2026 State of Application Strategy Report, sebanyak 66% organisasi telah mengizinkan AI untuk secara otomatis menyesuaikan policy dan konfigurasi. Seiring dengan semakin banyaknya pekerjaan yang didelegasikan oleh karyawan kepada AI, agent-agent tersebut juga dapat memperoleh akses ke data, permissions, dan sistem perusahaan. Dengan demikian, AI pada dasarnya dapat bertindak dengan kewenangan yang dipinjamkan (borrowed authority). Bagi tim keamanan, hal ini berarti mereka tidak hanya perlu mengatur layanan AI apa saja yang digunakan karyawan dan data apa yang mereka bagikan, tetapi juga tindakan apa saja yang diizinkan dilakukan AI atas nama pengguna tersebut.
“Karyawan kini tidak lagi sekadar bertanya kepada AI. Mereka menyerahkan pekerjaan kepada AI agent yang dapat masuk ke dalam sistem perusahaan, memanggil tools, dan mengubah data atas nama mereka,” ujar Kunal Anand, Chief Product Officer di F5, dalam keterangan resminya, Kamis (24/9/2026).
“Workforce AI Security menerapkan intent-based guardrails di network path untuk memahami konteks interaksi AI dan menegakkan policy sebelum tindakan berisiko terjadi. Dengan penambahan ini, F5 AI Security Platform memberikan satu set kontrol bagi organisasi, baik untuk mengatur cara karyawan mereka menggunakan AI maupun cara mereka membangun dan menerapkan AI, di mana pun AI tersebut dijalankan,” tandasnya.
Kontrol atas Aktivitas Workforce AI dan Agent
F5 Workforce AI Security dirancang untuk memberikan visibility dan policy enforcement terhadap berbagai aktivitas workforce AI, mulai dari karyawan yang mengakses layanan AI hingga AI agent yang bertindak atas nama mereka. Saat tersedia, kapabilitas yang dihadirkan mencakup:
- Mengatur penggunaan workforce AI. Menemukan layanan AI yang digunakan di berbagai browsers dan developer tools, serta menerapkan kontrol berdasarkan service, license tier, file upload, dan data policy.
- Memahami identity dan intent. Mengaitkan interaksi AI dengan user dan agent, serta menangkap konteks seperti intent, risiko, dan policy decisions untuk mendukung enforcement dan auditability.
- Mengontrol tindakan agent sebelum eksekusi. Memeriksa dan mengklasifikasikan pemanggilan tools di berbagai MCP servers dan agent tools yang didukung, kemudian menerapkan policy untuk mengizinkan, memblokir, atau memodifikasi tindakan berdasarkan identitas, access risk, dan paparan data sensitif sebelum tindakan tersebut dijalankan.
- Menerapkan policy dalam interaction path. Menerapkan network-based controls di seluruh browser, CLI, coding agent, MCP client, dan agent harnesses, termasuk tools buatan sendiri yang mengakses API public model, tanpa memerlukan endpoint client tambahan serta terintegrasi secara seamless ke dalam lingkungan SASE yang sudah ada.
Memperluas F5 AI Security Platform
F5 memperkenalkan AI Security Platform pada Juni 2026 untuk memberikan visibility, governance, testing, dan runtime protection di seluruh enterprise AI. Pada Agustus 2026, F5 menambahkan kapabilitas AI Gateway, termasuk MCP Gateway untuk mengontrol traffic dan menerapkan policy di berbagai aplikasi, model, agent, dan tools AI. F5 Workforce AI Security kini memperluas kontrol tersebut pada cara karyawan menggunakan AI dan tindakan yang dilakukan AI agent atas nama mereka.
Memperluas strategi Application Delivery and Security Platform F5 ke ranah enterprise AI, F5 AI Security Platform akan mengamankan enterprise AI secara inline dan di inference path, serta berjalan di mana pun AI beroperasi. Karena kontrol diterapkan di tempat prompt dan respons benar-benar mengalir, bukan terikat pada model, aplikasi, atau vendor stack tertentu, organisasi akan mendapatkan satu cara yang konsisten untuk mendeteksi penggunaan AI, menguji vulnerability, melindungi interaksi saat runtime, serta mengatur apa saja yang dapat diakses dan dilakukan oleh users dan agent, tanpa perlu merancang ulang sistem yang sudah dibangun.
Ketersediaan
F5 Workforce AI Security akan tersedia secara umum mulai Oktober 2026.














