ItWorks.id- Pemerintah menyebut cakupan konektivitas digital Indonesia saat ini telah menembus lebih dari 90%. Kini pemerintah mulai menggeser fokus pembangunan dari sekadar memperluas cakupan menuju peningkatan kualitas layanan, terutama untuk mendorong adopsi teknologi 5G.
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Angga Raka Prabowo mengatakan, perluasan konektivitas harus diikuti peningkatan kualitas agar memberikan manfaat yang lebih nyata bagi masyarakat. “Capaiannya sekarang sudah hampir lebih dari 90 persen konektivitas itu sudah ter-cover, tapi kita tidak hanya bicara tentang konektivitas itu sendiri, kita bicara bagaimana kualitasnya lebih baik,” ujar Angga usai Upacara Peringatan Hari Bhakti Postel ke-81 di Bandung, Jawa Barat, (27/9/2026), dirilis Biro Humas Kementerian Komdigi, melalui portal web resmi Komdigi, baru-baru ini.
Dalam upaya memperkuat konektivitas, pemerintah telah merilis frekuensi 700 MHz dan 2.600 MHz. Frekuensi 700 MHz diarahkan untuk memperluas cakupan 4G, khususnya menutup wilayah yang masih mengalami blank spot.
Sementara itu, frekuensi 2.600 MHz ditujukan untuk meningkatkan kualitas dan memperluas layanan 5G. Menurut Angga, seluruh operator seluler saat ini telah memiliki frekuensi tersebut.“2.600 MHz untuk lompatan kita, untuk kualitas 5G. Seperti kita tahu, 5G kita masih belum luas sebarannya,” katanya.
Pemerintah menargetkan dalam tiga tahun ke depan perkembangan 5G di Indonesia semakin luas dan berkualitas. Selain peningkatan kualitas layanan, pemerintah juga menekankan pentingnya keterjangkauan harga bagi masyarakat.“Harapannya tiga tahun ke depan kita melihat perkembangan teknologi 5G di Indonesia semakin besar, semakin baik, terutama kualitas layanan kepada publik dan juga harga yang terjangkau,” ujar Angga.
Di sisi lain, peningkatan kualitas konektivitas membutuhkan kolaborasi antara pemerintah dan industri. Hal ini dinilai penting mengingat perkembangan teknologi digital berlangsung semakin cepat.
Arah tersebut menjadi bagian dari transformasi digital Kementerian Komunikasi dan Digital yang mengusung tiga fokus, yakni masyarakat semakin terkoneksi, ekonomi dan inovasi terus tumbuh, serta pemanfaatan teknologi berlangsung secara aman dan bertanggung jawab.“Dari Kementerian Komunikasi dan Digital sendiri, kita mengedepankan terhubung, tumbuh dan terjaga,” pungkas Angga.














