ItWorks.id – Perum Lembaga Kantor Berita Negara (LKBN) Antara memperkuat transformasi digital melalui pengembangan teknologi informasi terintegrasi, peningkatan keamanan siber, serta pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Langkah ini diarahkan untuk mendukung operasional perusahaan, meningkatkan layanan informasi publik, sekaligus membuka peluang pengembangan bisnis berbasis digital.
Strategi tersebut dipaparkan dalam wawancara penjurian TOP Digital Awards 2026 yang diselenggarakan oleh Majalah ItWorks secara daring melalui Zoom Meeting, Rabu (28/10/2026). Antara mempresentasikan berbagai inisiatif digital dengan mengusung tema Driving Business and Government Excellence Through Trusted AI and Digital Innovation.
Hadir dalam presentatsi tersebut antara lain: Rachmat Hidayat – Direktur SDM dan Teknologi Informasi, Darwito – GM Teknologi Informasi, Catur Ujianto – Manajer Pengembangan TI, Adun Juanda – Manajer Operasional TI, Syaiful Anwar – Manajer Perencanaan dan Tata Kelola TI dan beberapa Asisten Manajer.
Integrasi Sistem untuk Mendukung Operasional
Dalam pengelolaan teknologi informasi, Antara menerapkan sistem terpusat melalui Divisi Teknologi Informasi di kantor pusat. Sistem tersebut melayani kantor pusat, 32 biro provinsi, serta dua biro luar negeri.
Antara juga mengelola lebih dari 50 portal perusahaan yang mencakup portal pusat dan biro. Untuk mendukung keamanan dan efisiensi operasional, perusahaan menerapkan Single Sign-On (SSO) agar pengguna dapat mengakses berbagai sistem melalui satu mekanisme autentikasi, serta Two-Factor Authentication (2FA) sebagai lapisan tambahan pengamanan akses.
“Infrastruktur teknologi informasi Antara turut dilengkapi sinkronisasi berkala secara otomatis dari Data Center (DC) ke Data Recovery Center (DRC) untuk sistem utama. Perusahaan juga mengintegrasikan sistem internal dengan layanan eksternal, antara lain e-meterai, tanda tangan digital, dan payment gateway,” uajr Darwito selaku GM Teknologi Informasi.
Di bidang pemberitaan, Antara mengembangkan sistem manajemen konten terpadu dengan pendekatan Create Once, Publish Everywhere (COPE). Pendekatan ini mendukung distribusi konten ke berbagai kanal sehingga proses publikasi dapat dikelola secara lebih terintegrasi.
Pengembangan sistem tersebut menjadi bagian dari upaya Antara memperkuat perannya sebagai kantor berita nasional yang menyediakan informasi faktual dan dapat dipertanggungjawabkan. Selain mendukung kebutuhan internal, teknologi digital juga menopang distribusi informasi kepada masyarakat serta jaringan mitra media di berbagai daerah.
AI Dikembangkan dengan Tetap Memperhatikan Akurasi
Pemanfaatan AI menjadi salah satu agenda penting dalam transformasi digital Antara. Dalam presentasinya, perusahaan mengangkat solusi Bacakan Berita, yang diimplementasikan pada 2026 sebagai fitur tambahan di portal Antaranews.
Fitur ini memungkinkan masyarakat mendengarkan berita yang dibacakan oleh AI sehingga informasi dapat diakses tanpa harus membaca teks secara langsung. Model pembelajarannya menggunakan berita Antara yang dibacakan oleh pegawai perusahaan, dengan data pelatihan lebih dari satu juta berita.
Selain itu, Antara mengembangkan News Archive AI, solusi yang dirancang untuk mengoptimalkan pemanfaatan arsip berita. Arsip yang sebelumnya menjadi aset pasif diarahkan agar dapat mendukung pelengkapan berita, pengemasan ulang konten untuk kebutuhan bisnis, serta pengembangan layanan bagi pengguna berbayar.
Pengembangan tersebut menunjukkan bahwa pemanfaatan AI tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan kemudahan akses informasi, tetapi juga untuk mengoptimalkan aset pengetahuan yang dimiliki perusahaan.
Namun, penerapan AI dalam lingkungan kantor berita memerlukan pengendalian yang cermat. Materi presentasi Antara menegaskan bahwa penggunaan AI dalam pembuatan berita harus sangat dibatasi dengan memperhatikan regulasi Dewan Pers dan pedoman Stylebook kantor berita.
Perusahaan juga menekankan perlunya kebijakan penggunaan AI, batasan terhadap adopsi hasil AI, serta pencantuman sumber AI pada dokumen yang dihasilkan menggunakan teknologi tersebut.
“Pemanfaatan AI harus membantu meningkatkan efektivitas kerja dan mengoptimalkan aset informasi yang dimiliki perusahaan. Namun, penerapannya tetap harus memperhatikan akurasi, tata kelola, dan tanggung jawab dalam penggunaan teknologi. Bagi Antara, menjaga kedaulatan data dan keamanan sistem informasi merupakan prioritas utama,” terang Rachmat Hidayat selaku Direktur SDM dan Teknologi Informasi.
Keamanan Siber Menjadi Prioritas
Seiring meningkatnya pemanfaatan teknologi digital, Antara turut memperkuat tata kelola dan perlindungan sistem informasi. Perusahaan memiliki komite pengarah teknologi informasi berdasarkan Keputusan Direksi Nomor PER-006/DIR01.ANT/VI/2026.
Dalam aspek keamanan siber, Antara menerapkan kebijakan pengamanan akses, pengelolaan insiden, serta mekanisme pemulihan layanan. Perusahaan juga terkonsolidasi dengan Tim Tanggap Keamanan Siber Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).
Materi presentasi mencatat bahwa penilaian Indeks Kematangan Keamanan Siber (IKAS) pada 2025 memperoleh indeks 3,29 dari target 3,00. Pada 2026, target penilaian ditingkatkan menjadi 3,51, sedangkan hasil yang dicatat mencapai 3,40. Untuk 2027, perusahaan menargetkan indeks kematangan keamanan siber sebesar 4,00.
Penguatan tersebut penting mengingat Antara menghadapi tantangan berupa kondisi geografis Indonesia yang terdiri atas kepulauan, ketidakmerataan akses internet di sejumlah wilayah, serta risiko gangguan infrastruktur akibat bencana alam. Ancaman siber yang semakin berkembang juga menuntut perusahaan terus menyesuaikan sistem pertahanannya.
Transformasi Digital Berkelanjutan
Ke depan, Antara menetapkan sejumlah prioritas transformasi digital, antara lain pengembangan corporate dashboard untuk mendukung pengambilan keputusan manajemen, optimalisasi AI, pemenuhan kepatuhan teknologi informasi, serta migrasi infrastruktur dari sistem on-premise ke cloud secara bertahap dengan mempertimbangkan risiko.
Perusahaan juga merencanakan peningkatan kompetensi sumber daya manusia melalui pelatihan dan sertifikasi di bidang teknologi informasi, disertai sosialisasi kebijakan keamanan siber, digitalisasi, dan integrasi sistem.
Rencana tersebut menjadi bagian dari agenda pengembangan IT Masterplan 2027–2031. Dengan integrasi sistem, penguatan keamanan siber, dan pemanfaatan AI yang terukur, Antara berupaya menjaga keberlanjutan layanan informasi sekaligus meningkatkan nilai bisnis dari aset digital yang dimiliki.
Melalui strategi tersebut, transformasi digital Antara tidak semata-mata berorientasi pada penerapan teknologi baru, tetapi juga pada penguatan tata kelola, peningkatan kualitas layanan, dan pemanfaatan teknologi secara bertanggung jawab untuk mendukung kebutuhan perusahaan serta masyarakat.














