ItWorks
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
ItWorks
No Result
View All Result

TOP Digital Awards 2026: Ciptakan Trusted Intelligent Financial Infrastructure, Artajasa Buktikan Efisiensi Operasional Tembus 90%

Busthomi
28 October 2026 | 13:32
rubrik: Digital, TOP Digital Awards
TOP Digital Awards 2026: Ciptakan Trusted Intelligent Financial Infrastructure, Artajasa Buktikan Efisiensi Operasional Tembus 90%
Share on FacebookShare on Twitter

ItWorks.id – PT Artajasa Pembayaran Elektronis (Artajasa) terus mendorong untuk transformasi digital dengan mengembangkan infrastruktur pembayaran yang tidak hanya andal memproses transaksi, tetapi juga mampu memanfaatkan data dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) untuk meningkatkan efisiensi, mendeteksi anomali, dan membuka peluang bisnis baru.

Presiden Direktur Artajasa Haryati Lawidjaja menjelaskan, arah transformasi tersebut merupakan kelanjutan dari perjalanan perusahaan selama 26 tahun dalam membangun konektivitas dan interoperabilitas sistem pembayaran di Indonesia. Kini, perusahaan bergerak dari konsep trusted payment infrastructure menuju trusted intelligent financial infrastructure.

“Transformasi bukan sesuatu yang baru bagi Artajasa. Selama 26 tahun, kami terus berevolusi dan beradaptasi dengan pasar,” ujar Haryati dalam presentasi penjurian TOP Digital Awards 2026 yang digelar secara daring, Selasa (27/10/2026).

Menurut dia, pertumbuhan ekosistem pembayaran digital menghadirkan tantangan yang lebih kompleks. Infrastruktur tidak cukup hanya memiliki kapasitas besar dan ketersediaan layanan tinggi, tetapi juga harus mampu mengelola transaksi secara aman, efisien, dan produktif.

Karena itu, Artajasa mengembangkan pendekatan yang menggabungkan kepercayaan, kecerdasan, dan konektivitas. Ketiganya menjadi fondasi perusahaan untuk mendukung industri jasa keuangan sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam ekonomi digital global.

“Ketika ekosistem semakin kompleks, tantangannya bukan hanya menambah kapasitas infrastruktur, tetapi juga bagaimana mengelola semuanya secara lebih produktif, efisien, dan aman,” kata Haryati.

Hadir mendampingi Jaryati dalam penjurian kali ini, Sandy Surya Nugraha menjabat Senior Vice President People and Corporate Affair, Ika Kartika Manoppo selaku Vice President Corporate Secretary, dan Dimas Mulyawan sebagai Manager Corporate Communication.

Dari ATM hingga Pembayaran Lintas Negara
Artajasa berdiri pada 10 Februari 2000 dan mengawali kiprahnya dengan mengoperasikan layanan ATM Link. Pada 2002, perusahaan menjadi institusi nonbank pertama yang memiliki rekening Real-Time Gross Settlement (RTGS) di Bank Indonesia sekaligus mengoperasikan layanan ATM Bersama.

BACA JUGA:  Kelola Urbanisasi di Indonesia, Qlue & WeGo Dorong Implementasi Teknologi Smart City

Perjalanan berikutnya ditandai dengan pengembangan layanan transfer antarbank secara daring dan waktu nyata pada 2004. Pada 2008, Artajasa turut menjadi pelopor penyusunan standar spesifikasi chip kartu debit dan ATM di industri perbankan.

Seiring berkembangnya sistem pembayaran, perusahaan memperluas peran dari penghubung transaksi menjadi penyedia infrastruktur interoperabilitas. Pada 2013, Artajasa mendukung interkoneksi layanan transfer dana antar-switching. Kemudian, pada 2019, perusahaan ditunjuk sebagai lembaga switching QRIS.

Pengembangan berlanjut melalui layanan tarik tunai tanpa kartu antarbank di jaringan ATM Bersama pada 2022, serta dukungan terhadap implementasi BI-FAST melalui layanan Joint Interface Processor (BIP).

Di ranah pembayaran lintas negara, Artajasa mengimplementasikan layanan QRIS antarnegara di Thailand pada 2022, kemudian Malaysia dan Singapura pada 2023. Pada 2025, cakupannya diperluas ke Jepang, sebelum pada 2026 perusahaan mengimplementasikan layanan QRIS antarnegara di Korea Selatan dan China.

Pada 2025, Artajasa juga memperoleh lisensi Bank Indonesia untuk mengembangkan layanan Kartu Kredit Indonesia (KKI). Sementara itu, entitas perusahaan, Nusacita, memperoleh izin Penyelenggara Jasa Pembayaran (PJP) kategori 1 dari Bank Indonesia.

Perkembangan tersebut mencerminkan perubahan kebutuhan industri. Jika pada awalnya fokus utama adalah memastikan transaksi dapat dilakukan, kini tantangannya mencakup konektivitas lintas institusi, integrasi berbagai kanal pembayaran, keamanan, serta pengelolaan transaksi lintas negara.

Tangani Transaksi Besar dengan Layanan Andal
Di tengah peningkatan transaksi digital, keandalan infrastruktur menjadi salah satu fokus Artajasa. Dalam materi penjurian, perusahaan menyampaikan jaminan ketersediaan layanan sebesar 99,9%, dengan layanan QRIS dan transaksi online banking yang dirancang berjalan tanpa gangguan atau zero downtime.

Artajasa juga mencatat skor keamanan 97 dari 100 berdasarkan penilaian lembaga independen global. Dari sisi pangsa transaksi, perusahaan menyebut mengelola sekitar 33% transaksi QRIS dan 59% transaksi transfer antarbank.

Skala ekosistem yang dilayani turut mencerminkan peran infrastruktur tersebut. Artajasa menyampaikan telah terhubung dengan lebih dari 400 institusi, didukung kapabilitas jaringan lebih dari 80.000 ATM, serta melayani lebih dari 47 juta merchant QRIS.

BACA JUGA:  UniPin dan Yomart Dorong Developer Gim Lokal Tembus Pasar Ritel Indonesia

Sementara itu, pertumbuhan pembayaran digital nasional terus meningkatkan kebutuhan terhadap infrastruktur yang stabil dan dapat diperluas kapasitasnya. Berdasarkan data yang ditampilkan dalam presentasi, volume transaksi QRIS pada kuartal II-2026 mencapai 16,07 miliar transaksi, tumbuh 36,88% secara tahunan (year-on-year). Jumlah pengguna QRIS tercatat 69,3 juta.

Untuk transaksi QRIS lintas negara, materi Artajasa mencatat hingga Agustus 2026 terdapat 17,8 juta transaksi inbound dan 5 juta transaksi outbound. Transaksi inbound merupakan transaksi pengunjung asing di Indonesia, sedangkan outbound merupakan transaksi pengguna Indonesia di negara mitra.

Menurut Haryati, pertumbuhan dan perluasan konektivitas tersebut menuntut perusahaan untuk terus mengantisipasi kebutuhan kapasitas, menjaga keamanan, dan memperkuat kemampuan mengelola pola transaksi yang semakin beragam.

AI Percepat Pekerjaan dan Deteksi Anomali
Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Artajasa mengembangkan pemanfaatan otomatisasi, data, dan AI dalam proses operasional maupun inovasi layanan.

Pada sisi otomatisasi, perusahaan menerapkan sistem untuk pekerjaan berulang, termasuk pemeriksaan rutin, rekonsiliasi, dan penyusunan laporan. Penerapan ini diklaim mampu memangkas waktu operasional dan kesalahan lebih dari 90%.

Artajasa juga mengembangkan pemanfaatan AI untuk mempercepat pencarian informasi dan mendukung pengambilan keputusan berbasis data. Perusahaan menyebut proses menghasilkan insight dapat berlangsung lebih dari 90% lebih cepat dibandingkan metode sebelumnya.

Salah satu penerapannya adalah penyusunan laporan audit. Jika sebelumnya proses tersebut dapat memakan waktu hingga sekitar satu minggu karena banyak tahapan manual dan berisiko menimbulkan duplikasi data, otomatisasi memungkinkan draf laporan disiapkan dalam hitungan menit. Dengan demikian, auditor dapat lebih berfokus pada analisis risiko dan rekomendasi perbaikan.

Artajasa juga telah mengembangkan lebih dari 20 aplikasi internal berbasis AI. “Aplikasi itu menggunakan satu sistem akses melalui single sign-on dan ditempatkan di server perusahaan untuk menjaga kendali atas data internal,” terangnya.

BACA JUGA:  BSSN, Kemenko Perekonomian, dan IBM Gelar Workshop, Perkuat Keamanan Siber Era Kuantum

Di bidang keamanan transaksi, Artajasa mengembangkan cross-bank fraud intelligence untuk membantu mendeteksi pola transaksi mencurigakan, termasuk indikasi penipuan dan penggunaan rekening penampung dana ilegal atau mule accounts.

Sebagai penyedia infrastruktur switching, Artajasa berperan sebagai lapisan pertahanan tambahan. Ketika menemukan transaksi yang terindikasi anomali, perusahaan dapat menyampaikan pemberitahuan kepada bank mitra untuk diverifikasi. Tindakan lanjutan terhadap transaksi atau rekening dilakukan sesuai kewenangan dan konfirmasi pihak penyelenggara jasa pembayaran terkait.

Selain keamanan, data transaksi juga berpotensi digunakan untuk membantu mitra memahami pola bisnis, mengidentifikasi peluang pertumbuhan merchant, serta mendukung pengambilan keputusan kredit melalui mitra. Artajasa turut mengembangkan standardisasi API pembayaran dan proses onboarding agar integrasi layanan bagi bank dan perusahaan teknologi finansial menjadi lebih sederhana.

Menciptakan Peluang dari Transaksi Berikutnya
Bagi Artajasa, transformasi menuju infrastruktur keuangan yang cerdas bukan semata-mata persoalan menerapkan teknologi baru. Tujuannya adalah membuat ekosistem pembayaran yang semakin terhubung mampu menghasilkan manfaat lebih besar bagi seluruh pelaku industri.

Haryati menekankan, pertumbuhan transaksi digital seharusnya tidak otomatis menambah kompleksitas bagi bank, perusahaan teknologi finansial, maupun merchant. Sebaliknya, data dan kecerdasan yang dihasilkan dari ekosistem tersebut perlu dimanfaatkan untuk meningkatkan efisiensi serta membuka kesempatan bisnis.

Gagasan itu terangkum dalam arah strategis Artajasa: transaksi berikutnya dalam skala miliaran tidak seharusnya menciptakan miliaran kerumitan baru, melainkan miliaran peluang baru.

Melalui penguatan konektivitas, keandalan operasional, keamanan, serta pemanfaatan data dan AI, Artajasa menargetkan infrastruktur pembayaran yang bukan hanya mampu mengikuti pertumbuhan ekonomi digital, tetapi juga membantu mitra industri mengoptimalkan peluang yang muncul dari pertumbuhan tersebut.

Tags: AIArtajasaGenerative AITrusted Intelligent Financial Infrastructure
Previous Post

Dorong Kemandirian Ekosistem Digital, TelkomGroup Luncurkan Sovereign Digital Technology

Next Post

Komdigi Perluas Kolaborasi Inovasi Kesehatan Digital melalui Garuda Spark

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP DIGITAL AWARDS

TOP Digital Awards 2026: Ciptakan Trusted Intelligent Financial Infrastructure, Artajasa Buktikan Efisiensi Operasional Tembus 90%

TOP Digital Awards 2026: Ciptakan Trusted Intelligent Financial Infrastructure, Artajasa Buktikan Efisiensi Operasional Tembus 90%

Busthomi
28 October 2026 | 13:32

TOP Digital Awards 2026: Tingkatkan Layanan dan Kinerja Bisnis, BRI Danareksa Sekuritas Optimalkan AI dan Otomasi

TOP Digital Awards 2026: Tingkatkan Layanan dan Kinerja Bisnis, BRI Danareksa Sekuritas Optimalkan AI dan Otomasi

Fauzi
27 October 2026 | 21:44

TOP Digital Awards 2026: Perpusnas Perkuat Ekosistem Perpustakaan Digital, Andalkan Integrasi Sistem dan AI Tepercaya

TOP Digital Awards 2026: Perpusnas Perkuat Ekosistem Perpustakaan Digital, Andalkan Integrasi Sistem dan AI Tepercaya

Mi’roji
27 October 2026 | 16:26

TOP Digital Awards 2026: Tingkatkan Kepercayaan Nasabah, Bank Bapas 69 Perkuat Digital Banking dan Humanis

TOP Digital Awards 2026: Tingkatkan Kepercayaan Nasabah, Bank Bapas 69 Perkuat Digital Banking dan Humanis

Albarsah
26 October 2026 | 14:44

TOP Digital Awards 2026: Digitalisasi RSUP Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah, Permudah Layanan dan Perkuat Daya Saing Medical Tourism

TOP Digital Awards 2026: Digitalisasi RSUP Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah, Permudah Layanan dan Perkuat Daya Saing Medical Tourism

Albarsah
23 October 2026 | 20:39

Load More

TERPOPULER

  • Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • TOP Digital Awards 2026: Tingkatkan Layanan dan Kinerja Bisnis, BRI Danareksa Sekuritas Optimalkan AI dan Otomasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Top Digital: Inovasi Digital PGE Selain Percepat Proses Bisnis Hasilkan Efisiensi Puluhan Miliar Rupiah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rakernas ISAA 2026, Kemenhub Dorong Profesionalisme Layanan Keagenan Kapal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Garmin Luncurkan fēnix 9 dan fēnix 9 Pro di Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
iklan bni

ICT PROFILE

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Fauzi
23 June 2026 | 14:43

Google Cloud menunjuk Karim Siregar sebagai Country Director untuk Indonesia. Karim akan memimpin operasional dan strategi pasar Google Cloud di...

Transformasi Digital Kian Gencar, Akamai Luncurkan Akamai Connected Cloud dan Layanan Baru

Tunjuk Fiona Zhang, Akamai Perkuat Strategi Channel-First Kawasan APJ

Fauzi
8 April 2026 | 16:26

Akamai menunjuk Fiona Zhang sebagai Wakil Presiden Regional Bidang Penjualan dan Program Saluran untuk kawasan Asia-Pasifik dan Jepang. Penunjukan Fiona...

EXPERT

Survei: 80% Perusahaan Nyatakan AI Masih Terhambat oleh Tantangan Akses Data

Agen AI Menguji Asumsi Keamanan Perusahaan

Fauzi
2 October 2026 | 15:36

Oleh: Carolyn Duby, Field CTO dan Cybersecurity Lead, Cloudera ItWorks.id - Pembahasan keamanan siber seputar AI sering kali berpusat pada...

Adopsi AI Makin Tinggi, Keamanan Siber Harus Diperkuat

Adopsi AI Makin Tinggi, Keamanan Siber Harus Diperkuat

Ahmad Churi
24 September 2026 | 16:30

Oleh: Sheila S. Fauzi Regional Marketing Manager, Concentrix. Dewasa ini perkembangan penggunaan atau adopsi teknologi kecerdasan artifisial (AI) di Indonesia...

TIK TALKS

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

redaksi
16 August 2022 | 15:30

Di masa akan datang banyak aplikasi yang akan membutuhkan low latency connectivity. Lalu apa kaitannya dengan Edge DC yang hadir...

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

redaksi
15 August 2022 | 12:30

Bagaimana cara mengolah Big Data sehingga dapat divisualisasikan, serta bagaimana dapat melakukan analitik dan dapat memprediksikan apa yang harus dilakukan...

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Itworks - Inspire Great & Telco for Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto