ItWorks
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
ItWorks
No Result
View All Result

Pesawat Masa Depan Hemat Energi

Ahmad Churi
16 September 2013 | 08:40
rubrik: Business Solution
Pesawat Masa Depan Hemat Energi
Share on FacebookShare on Twitter

pesawat

Krisis energi mulai terasa. Komisi Eropa pun mendesak agar industri penerbangan menghemat 25% gas buang dari setiap pesawat. Sasaran mereka memaksa produsen pesawat memutar otak dan mencari gagasan baru. Bagaimana itu bisa terwujud?

Saat ini, kita semua tahu, di hampir semua bandar udara di dunia ditemukan sebuah pesawat berbadan silinder, dengan sayap yang membentang di tengah dan mesin yang menempel pada sayap.

Ditambah dengan buntut pengendali di bagian buritan, sebuah konstruksi yang menambah stabilitas pesawat. Desain pesawat mengalami perombakan selama berabad-abad demi memaksimalkan keuntungan ekonomi.

“Kendati begitu teknologi yang ada mampu membuat pesawat lebih hemat energi,” kata Dieter Scholz, professor di Universitas Ilmu Terapan, Hamburg.

“Agar ekonomis, pesawat juga harus terbang cepat. Karena cuma dengan begitu maskapai mendapat keuntungan,” katanya.

Jika harga bahan bakar kian melangit, pesawat hemat energi akan menjadi satu-satunya solusi bisnis yang ideal. Salah satu gagasan yang beredar adalah menghilangkan badan pesawat hingga yang tersisa cuma sayapnya saja. “Jika dibandingkan, pesawat konvensional memiliki permukaan tambahaan di badan dan buritan,” kata Scholz.

“Setiap permukaan menciptakan hambatan. Kalau permukaan ini dihilangkan, begitu juga dengan hambatannya.”

Tapi bagaimana dengan kapasitas penumpang? Sebuah konstruksi yang menggabungkan sayap dan badan pesawat, disebut “Blended-Wing-Body” menjawab persoalan ini.

Layaknya pada pesawat layang, sayap yang panjang dan tipis dapat meningkatkan Aerodynamika sebuah pesawat.

Tapi sayap yang lebih panjang juga harus didesain kokoh, yang kemudian berarti menambah berat dan dengan begitu menambah konsumsi bahan bakar.

Selain itu sebagian besar bandar udara tidak memiliki tempat parkir yang cukup lebar untuk pesawat bersayap panjang.

Solusinya berupa Boxwing, atau pesawat bersayap ganda yang kedua ujung sayapnya bersatu.

BACA JUGA:  Nelayan dan Petani di Asia Jadi Digital Saat Pandemi Covid-19

“Atau kita bisa menambah panjang rentang sayap dan kemudian membengkokan kedua ujung sayap setelah pendaratan untuk menyesuaikan dengan ruang parkir yang ada,” kata Scholz.

Rotor Terbuka

Teknologi mesin termutakhir juga dapat membuat pesawat lebih hemat energi, contohnya adalah konsep rotor terbuka.

“Mesin pesawat akan terlihat sangat berbeda, ia memiliki baling-baling raksasa,” kata Reinhard Mönig, Direktur Teknik Pendorong pada Pusat Penerbangan dan Antariksa Jerman (DLR).

“Kedua baling-baling ini harus berputar berlawanan arah. Cuma dengan begitu mesin bisa sangat efisien pada kecepatan tinggi,” katanya.

“Dan untuk itu dibutuhkan konsep pesawat yang sama sekali berbeda.”

Pesawat semacam itu bisa menghemat bahan bakar sebanyak 20%, kendati kecepatannya berkurang 10% ketimbang pesawat konvensional yang dipakai saat ini.

Sebab itu konsep rotor terbuka cuma bisa digunakan pada penerbangan jarak pendek dan menengah. Perjalanan yang biasa ditempuh dalam waktu dua jam akan lebih lama 15 menit.

Selain itu mesin rotor terbuka lebih berisik ketimbang mesin jet modern.

Untuk menghemat energi fosil, para peneliti juga mengembangkan jenis bahan bakar baru, seperti bahan bakar hayati dari tanaman, “saat ini pun kita sudah terbang dengan 50% bahan bakar hayati,” kata Mönig.

Bahan bakar semacam itu harus memiliki daya bakar serupa dengan Kerosin. Askin Isikveren, Direktur Penelitian Konsep Penerbangan Visioner di Bauhaus, sebuah bengkel kerja yang fokus pada penelitian kedirgantaraan di München, mendesak penggunaan mesin elektrik.

Gagasannya adalah menerapkan pesawat elektrik untuk pernerbangan jarak pendek dan menengah, segmen yang mewakili 38% emisi penerbangan di seluruh dunia.

Kendati teknologi baterai masih belum siap, lantaran berat baterai yang masih terlampau tinggi, ia yakin situasinya akan berubah, “kami mendapat kesan, teknologi baterai yang ada saat ini sudah mampu untuk dipakai pada penerbangan jarak pendek.”

BACA JUGA:  Sumber daya paling berharga di dunia bukan lagi minyak, tapi DATA

Untuk itu, pesawat membutuhkan mesin yang jauh lebih efisien dan juga ríngan. Agar bisa mengalirkan listrik dengan efisien, mesin ini harus didinginkan hingga minus 190 derajat Celcius.

Isikveren berharap, pesawat elektrik sudah akan beroperasi hingga 2050. Tapi siapa pun yang nanti membeli tiket pesawat, ia akan kembali memasuki benda yang pada dasarnya menyerupai desain pesawat saat ini, sebuah silinder bersayap, dan mesin yang menggantung dan buntut di bagian buritan. (endy)

Tags: Pesawat
Previous Post

Minimnya Sistem Pembiayaan Inovasi

Next Post

Letusan Gunung Sinabung Tak Ganggu Jaringan XL

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP DIGITAL AWARDS

TOP Digital Awards 2026: Andalkan JOSS, PA Sidoarjo Optimalkan Layanan untuk Pencari Keadilan

TOP Digital Awards 2026: Andalkan JOSS, PA Sidoarjo Optimalkan Layanan untuk Pencari Keadilan

Albarsah
5 November 2026 | 16:16

TOP Digital Awards 2026: PELNI Tancap Gas Transformasi Digital, AI Jadi Kunci Efisiensi dan Layanan

TOP Digital Awards 2026: PELNI Tancap Gas Transformasi Digital, AI Jadi Kunci Efisiensi dan Layanan

Mi’roji
4 November 2026 | 15:41

TOP Digital Awards 2026: Kemenkeu Perkuat Transformasi Digital melalui SPBE, Integrasi Sistem, dan Tata Kelola Data

TOP Digital Awards 2026: Kemenkeu Perkuat Transformasi Digital melalui SPBE, Integrasi Sistem, dan Tata Kelola Data

Agus Haryanto
4 November 2026 | 12:32

TOP Digital Awards 2026: BPOM Bangun Ekosistem Digital Terpadu, Perkuat Pengawasan dari Hulu ke Hilir

TOP Digital Awards 2026: BPOM Bangun Ekosistem Digital Terpadu, Perkuat Pengawasan dari Hulu ke Hilir

Albarsah
2 November 2026 | 13:28

TOP Digital Awards 2026: Transformasi Digital Pemkab Banyuwangi Berdampak Langsung Bagi Masyarakat

TOP Digital Awards 2026: Transformasi Digital Pemkab Banyuwangi Berdampak Langsung Bagi Masyarakat

Fauzi
30 October 2026 | 22:28

Load More

TERPOPULER

  • Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • TOP Digital Awards 2026: Andalkan JOSS, PA Sidoarjo Optimalkan Layanan untuk Pencari Keadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • APJATEL Perkuat Kolaborasi, Dorong Akselerasi Infrastruktur Digital Indonesia di Era AI

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Lenovo Tunjuk Presiden Motorola Mobility Baru

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Lewat Kelas Kr3asi, Tri dan Adobe Express Ajak Pelajar Bikin Konten Naik Level

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
iklan bni

ICT PROFILE

Lenovo Tunjuk Presiden Motorola Mobility Baru

Lenovo Tunjuk Presiden Motorola Mobility Baru

Fauzi
5 November 2026 | 14:38

ItWorks.id - Lenovo mengumumkan penunjukan Amar Babu sebagai Mobile Business Group General Manager and Motorola Global President, efektif mulai 1...

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Fauzi
23 June 2026 | 14:43

Google Cloud menunjuk Karim Siregar sebagai Country Director untuk Indonesia. Karim akan memimpin operasional dan strategi pasar Google Cloud di...

EXPERT

Survei: 80% Perusahaan Nyatakan AI Masih Terhambat oleh Tantangan Akses Data

Agen AI Menguji Asumsi Keamanan Perusahaan

Fauzi
2 October 2026 | 15:36

Oleh: Carolyn Duby, Field CTO dan Cybersecurity Lead, Cloudera ItWorks.id - Pembahasan keamanan siber seputar AI sering kali berpusat pada...

Adopsi AI Makin Tinggi, Keamanan Siber Harus Diperkuat

Adopsi AI Makin Tinggi, Keamanan Siber Harus Diperkuat

Ahmad Churi
24 September 2026 | 16:30

Oleh: Sheila S. Fauzi Regional Marketing Manager, Concentrix. Dewasa ini perkembangan penggunaan atau adopsi teknologi kecerdasan artifisial (AI) di Indonesia...

TIK TALKS

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

redaksi
16 August 2022 | 15:30

Di masa akan datang banyak aplikasi yang akan membutuhkan low latency connectivity. Lalu apa kaitannya dengan Edge DC yang hadir...

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

redaksi
15 August 2022 | 12:30

Bagaimana cara mengolah Big Data sehingga dapat divisualisasikan, serta bagaimana dapat melakukan analitik dan dapat memprediksikan apa yang harus dilakukan...

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Itworks - Inspire Great & Telco for Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto