Jakarta, Itech – WhatsApp mengubah cara kerja fitur penghapus pesan miliknya atau fitur “delete for everyone” yang memungkinkan pengguna menghapus pesan hingga satu jam delapan menit dan 16 detik setelah terkirim.
Pada awalnya, fitur itu hanya memiliki batas waktu sampai 7 menit untuk menghapus pesan. Jika pesan sudah terkirim lebih dari 7 menit, maka akan terkirim permanen di perangkat penerima tidak bisa dihilangkan lagi oleh pengirim.
WhatsApp menilai satu jam adalah waktu yang cukup untuk pesan yang salah kirim atau menghapus seluruh percakapan dari ponsel teman. WhatsApp tidak menawarkan opsi percakapan rahasia serupa kompetitor.
Fitur itu cukup mendapatkan respon positif dari banyak pengguna karena sangat membantu bagi mereka yang kerap salah mengirimkan pesan. Fitur terbaru itu sudah tersedia untuk perangkat smartphone berbasis iOS dan Android seperti dikutip The Verge.
WhatsApp juga siap menggulirkan update WhatsApp Beta versi Windows Phone yang menawarkan sejumlah fitur baru seperti Live Location. Fitur itu memungkinkan pengguna untuk berbagi lokasi dengan pengguna lain dalan kurun waktu tertentu.
Pengguna WhatsApp
Layanan pesan instan WhatsApp menjadi aplikasi pesan instan dengan pengguna terbanyak di dunia. Hal itu terungkap dari laporan Mark Zuckerbeg (CEO Facebook) yang melaporkan performa bisnis perusahaan pada kuartal ke empat 2017.
Layanan chatting WhatsApp memiliki 1,5 miliar pengguna aktif bulanan alias monthly active users (MAU), meningkat 14 persen dibandingkan MAU WhatsApp pada Juli 2017 sebanyak 1,3 miliar.
WhatsApp menangani lebih dari 60 miliar pertukaran pesan antar-pengguna di seluruh dunia setiap harinya. Tentunya, jumlah itu akan terus meningkat, seiring penetrasi Internet yang luas.
Untuk fitur “Story”, Instagram masih beradap di posisi pertama dan disusul WhatsApp. Ironisnya, Snapchat yang menjadi pionir fitur Story hanya memiliki 178 juta DAU. Pengguna WhatsApp Story dan Instagram Story tembus angka 300 juta DAU seperti dikutip Tech Crunch.
Facebook sendiri mengakuisisi WhatsApp senilai USD19 miliar dolar atau sekitar Rp253 triliun pada 2014 karena WhatsApp memiliki prospek bisnis yang luar biasa. Sebagai perbandingan, WhatsApp hanya memiliki 450 juta MAU dan 315 juta DAU pada 2014.
Dalam kurun waktu sekitar tiga tahun, pertumbuhan WhatsApp hampir mencapai empat kali lipat. Facebook memonetisasi WhatsApp dengan meluncurkan “WhatsApp for Business”.
Sebaliknya, Facebook menunjukan pertumbuhan yang merosot. Jumlah warga di Amerika Serikat dan Kanada atau kawasan Amerika Utara yang menggunakan Facebook menurun untuk pertama kalinya dalam sejarah.
Penggunaan Facebook di wilayah itu memang flat dalam beberapa tahun terakhir dan mengindikasikan penggunaan Facebook sudah mencapai titik jenuh. Facebook menginformasikan jumlah pengguna harian di AS dan Kanada mencapai 184 juta pada kuartal empat tahun lalu, merosot 1 juta dari angka 185 juta di kuartal sebelumnya.
Untungnya, pendapatan Facebook di kawasan Amerika Utara naik jadi USD 6,39 miliar dari pendapatan periode sebelumnya hanya USD 5,03 miliar. Saat ini posisi Facebook masih aman karena pendapatan mereka masih luar biasa besar.
Di 2018, kami fokus untuk memastikan Facebook tidak hanya fun digunakan tapi juga bagus buat kebaikan orang dan masyarakat,” ucap Zuck seperti dikutip CNBC.
Facebook pun mulai melakukan perubahan di News Feed yang intinya, postingan dari teman dan keluarga bakal lebih diprioritaskan ketimbang konten dari media atau brand.














