Jakarta, Itech – Apple berkomitmen menggunakan energi terbarukan (renewable) yang lebih ramah lingkungan dibanding sumber energi konvensional. Bahkan, Apple mengklaim kegiatan operasionalnya di seluruh dunia sudah 100 persen memakai energi terbarukan.
Biaya konsumsi energi surya dan angin terus turun berkat kecanggihan teknologi dan meningkatnya produksi global panel surya dan turbin angin. Hal itu membuat perusahaan-perusahaan yang memiliki program energi hijau dapat membeli listrik murah dari sumber terbarukan dengan harga kompetitif.
“Kami melihat manfaat dari pasar energi bersih yang semakin kompetitif,” kata Lisa Jackson (Wakil Presiden Apple untuk Lingkungan, Kebijakan, dan Prakarsa Sosial) seperti dikutip Reuters.
Saat ini Apple memiliki fasilitas yang tersebar di 43 negara, termasuk toko ritel, data center, dan kompleks perkantoran. Apple pun mengoperasikan 25 proyek energi terbarukan dengan total kapasitas 626 megawatt dan kini sedang membangun 15 proyek energi terbarukan. Sumber energi terbarukan Apple berasal dari pembangkit listrik tenaga angin dan matahari.
“Sejak 2014, semua data center Apple sudah 100 persen memakai engergi terbarukan. Proyek-proyek energi terbarukan Apple terbukti mengurangi emisi gas rumah kaca (Co2e) sebanyak 54 persen,” tulis Apple dalam pengumumannya.
Nantinya, total kapasitas energi terbarukan Apple akan meningkat menjadi 1,4 gigawatt. Proyek-proyek energi terbarukan yang menyediakan daya untuk berbagai fasilitas Apple berasal dari ladang angin besar di Amerika Serikat hingga kumpulan ratusan sistem surya di atap di Jepang dan Singapura.
Apalagi, pemerintah Amerika Serikat (AS) pun memberikan insentif kepada Apple karena menggunakan energi terbarukan.
Perusahaan-perusahaan besar Amerika Serikat seperti Apple, Wal-Mart Inc dan Alphabet Inc telah menjadi beberapa pembeli energi terbarukan terbesar di negara itu, mendorong pertumbuhan substansial di industri angin dan matahari.
Google Alphabet tahun lalu membeli energi terbarukan yang cukup untuk menutupi semua konsumsi listriknya di seluruh dunia.














