ItWorks
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
ItWorks
No Result
View All Result

Perbankan memanfaatkan kelebihan yang dimiliki teknologi blockchain

Teguh Imam Suyudi
24 June 2018 | 09:00
rubrik: Digital, Expert
Indonesia Blockchain Week 2020 Kembali Digelar

Indonesia Blockchain Week 2020 Kembali Digelar

Share on FacebookShare on Twitter

Bank sering menyebut teknologi blockchain sebagai “distributed ledger technology” atau DLT untuk membedakannya dari blockchain bitcoin. Banyak bank besar telah mulai melakukan eksperimen menggunakan teknologi blockchain ini .

Dua bank asal Spanyol yaitu, BBVA dan Santander menceritakan tentang apa yang telah mereka lakukan dengan teknologi tersebut.

Baca juga: Pro, kontra dan alternatif terhadap blockchain bitcoin

BBVA dan pinjaman USD$ 90 juta

Bank Spanyol yaitu BBVA melaksanakan proyek percontohan di mana ia mengeluarkan pinjaman sebesar 75 juta euro (US$ 89,7 juta) menggunakan teknologi blockchain ke sebuah perusahaan bernama Indra.

Proses penerbitan pinjaman saat ini, atau secara tradisional, membutuhkan banyak proses bolak-balik yang melibatkan berbagai pihak, dengan sejumlah versi yang berbeda dari satu kontrak, dan memakan banyak waktu dan usaha. Solusi BBVA, yang dibangun oleh tim mereka sendiri, bertujuan untuk mengurangi waktu dan biaya. Solusi ini didasarkan pada smart contract atau kontrak pintar seperti yang telah dijelaskan sebelumnya.

Untuk melaksanakan pinjaman ini, BBVA dan Indra sama-sama menggunakan aplikasi yang dikembangkan oleh bank asal Spanyol ini. Dalam hal ini, Indra akan memasukkan semua rincian yang diperlukan untuk meminta pinjaman. BBVA kemudian akan memeriksa dan melakukan perubahan. Proses ini berjalan bolak-balik dan terus berlanjut, tetapi setiap langkah akan terdaftar di blockchain, sehingga menciptakan buku besar aktivitas.

Ketika semua pihak telah menyetujui semua bagian dari perjanjian pinjaman, kontrak itu dilaksanakan.

Kontrak akhir dicatat pada blockchain internal private yang dikembangkan oleh BBVA.

Hanya orang yang memiliki izin yang dapat mengakses ke ini. Tetapi BBVA kemudian juga secara kriptografi mengamankan kontrak dan menyimpannya di blockchain Ethereum. Pinjaman BBVA dapat dilihat pada blockchain Ethereum.

BACA JUGA:  Samsung Gunakan Teknologi Blockchain untuk Kirimkan Smartphone

Alicia Pertusa, kepala transformasi digital, BBVA memperkirakan ada penghematan waktu 40 persen hingga 50 persen saat mengeluarkan pinjaman dengan menggunakan teknologi blockchain dibandingkan dengan proses tradisional.

Meskipun pinjaman itu diletakkan pada blockchain ethereum publik, BBVA menekankan bahwa tidak ada pinjaman yang terkait dengan cryptocurrency alias uang digital yang disebut eter.

Percobaan pemberian kredit menggunakan teknologi blockchain yang dibuat oleh BBVA ini hanya melibatkan dua pihak yaitu bank dan Indra. Tetapi Pertusa juga berbicara tentang suatu proses di mana teknologi ini akan sangat membantu proses pinjaman sindikasi di mana banyak pihak terlibat, misalnya.

“Itulah yang kami bangun. Kami ingin membangunnya selangkah demi selangkah. Kemudian kita dapat menambahkan lebih banyak pihak ke sistem kami, ”katanya. “Kami melihat bahwa blockchain tidak hanya sebagai teknologi disrupstif tetapi bisa berdampak pada cara kami menjalankan produk kami saat ini,” kata Pertusa.

Santander dan uang lintas batas

Bank pemberi pinjaman Spanyol, Santander meluncurkan layanan yang dikenal sebagai One Pay FX yang bekerja pada produk blockchain ripple yang dikenal sebagai xCurrent.

Teknologi blockchain ini memungkinkan pelanggan untuk mengirim uang dari satu mata uang ke mata uang lain di sejumlah negara termasuk Spanyol, Inggris, Brasil, dan Polandia.

Teknologi xCurrent ripple mengirim pesan antar bank yang terlibat dengan membawa data yang diperlukan untuk transaksi. Selanjutnya, fase pra-transaksi berlangsung yang mencakup pemeriksaan verifikasi. Karena semua bank yang terlibat memiliki semua persyaratan yang diperlukan untuk transaksi, maka transaksi itu dapat diverifikasi. Dana tersebut kemudian disimpan di semua bank dan transfer dilakukan.

Proses ini terjadi pada sistem buku besar terdistribusi yang memungkinkan verifikasi semua detail di berbagai bank. Pelanggan dapat melihat berapa banyak uang yang akan tiba dan biaya transaksi dalam aplikasi mereka.

BACA JUGA:  Teknologi Blockchain akan Berikan Rp14 Triliun ke Industri Telekomunikasi

“Sebagai sebuah industri, kami mengakui proses pembayaran internasional tradisional bukanlah yang terbaik. Dengan menggunakan teknologi xCurrent ripple ini, mampu mengurangi titik-titik masalah itu,” kata Ed Metzger, kepala inovasi di Santander U.K.

Baca juga: Segala sesuatu yang Anda ingin ketahui tentang blockchain

Siapa lagi yang menguji teknologi ini?

Jawaban sederhananya adalah setiap entitas yang berharap membuat proses lebih murah, lebih cepat, dan lebih mudah dilacak. Mari kita lihat beberapa contoh di berbagai industri, bukan hanya bank.

Tahun lalu, kelompok bursa saham Nasdaq bermitra dengan bank Swedia SEB untuk menguji coba platform perdagangan reksadana berbasis blockchain. Nasdaq juga menguji coba blockchain untuk memungkinkan pemegang saham perusahaan Estonia yang terdaftar, yang tidak hadir secara fisik untuk rapat, tapi dapat memberikan suara.

Teknologi Blockchain juga dapat digunakan untuk melacak produk di seluruh rantai pasokan atau rute. Sebagai contoh, produser berlian De Beers baru-baru ini mengumumkan bahwa mereka telah menguji coba teknologi untuk melacak batu-batu berharga itu dari saat mereka ditambang, sampai meraka diantarkan ke toko perhiasan. Blockchain juga dapat digunakan untuk melacak kepemilikan aset seperti seni rupa bahkan properti.

Election atau pemberian suara dalam kegiatan pemilihan umum adalah bidang lain yang dapat memanfaatkan teknologi blockchain. Dalam Pemilihan Utama di West Virginia, AS pada bulan Mei, beberapa pemilih dapat memilih melalui platform berbasis blockchain seluler.

Penulis: Arjun Kharpal, koresponden teknologi CNBC.com

Sumber: CNBC.com

Tags: Bitcoinblockchain
Previous Post

Pro, kontra dan alternatif terhadap blockchain bitcoin

Next Post

Apa perkembangan berikutnya dari teknologi blockchain?

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP DIGITAL AWARDS

hanwha-life-top-digital-awards-2025-level-stars-5

Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Teguh Imam Suyudi
23 December 2025 | 16:00

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen TOP Digital Awards 2025

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan Bergengsi TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
7 December 2025 | 09:00

Moratelindo TOP Digital Awards

Moratelindo Perkuat Kepemimpinan Transformasi Digital Lewat Dua Penghargaan Nasional TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
6 December 2025 | 09:00

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Fauzi
5 December 2025 | 13:58

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

Ahmad Churi
5 December 2025 | 11:14

Load More

TERPOPULER

  • Stasiun Bumi Satelit Satria (Foto: Dokumentasi Kemkominfo)

    Ini Sejumlah Manfaat Hot Backup Satellite SATRIA-1

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Inovasi Digital Jadi Fokus Strategi Komunikasi Indonesia Re di Tahun 2025

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ratusan Perusahaan Terkemuka Raih Penghargaan TOP CSR Awards 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AFTECH-Jalin Dorong Industri Perkuat Pertahanan Sistem Pembayaran Digital

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
iklan bni
cover it works
cover it works

ICT PROFILE

Transformasi Digital Kian Gencar, Akamai Luncurkan Akamai Connected Cloud dan Layanan Baru

Tunjuk Fiona Zhang, Akamai Perkuat Strategi Channel-First Kawasan APJ

Fauzi
8 April 2026 | 16:26

Akamai menunjuk Fiona Zhang sebagai Wakil Presiden Regional Bidang Penjualan dan Program Saluran untuk kawasan Asia-Pasifik dan Jepang. Penunjukan Fiona...

Intel Tunjuk Pimpinan Baru untuk Kawasan APJ

Intel Tunjuk Pimpinan Baru untuk Kawasan APJ

Fauzi
7 April 2026 | 11:46

Intel Corporation mengumumkan penunjukan Santhosh Viswanathan sebagai Vice President and Managing Director untuk kawasan Asia Pasifik dan Jepang (APJ). Dengan...

EXPERT

Red Hat Berambisi Capai Target Net Zero Emisi Gas Rumah Kaca di 2030

Titik Infleksi AI Selanjutnya: Mengubah Agen AI Menjadi ‘Superusers’ di Enterprise

Fauzi
21 May 2026 | 14:39

Oleh: Matt Hicks, President and CEO, Red Hat Jika Anda menyaksikan keynote di hari pertama Red Hat Summit 2026, Anda...

Seiring Jaringan yang Kian Cerdas, Ketahanan Telekomunikasi Akan Bergantung pada AI yang Tepercaya

Fauzi
20 May 2026 | 10:35

Oleh: Athul Prasad, Global Director, AI Industry Solutions, Telco, Media & Entertainment, Cloudera Ketahanan dalam industri telekomunikasi dulu berarti menjaga...

TIK TALKS

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

redaksi
16 August 2022 | 15:30

Di masa akan datang banyak aplikasi yang akan membutuhkan low latency connectivity. Lalu apa kaitannya dengan Edge DC yang hadir...

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

redaksi
15 August 2022 | 12:30

Bagaimana cara mengolah Big Data sehingga dapat divisualisasikan, serta bagaimana dapat melakukan analitik dan dapat memprediksikan apa yang harus dilakukan...

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Itworks - Inspire Great & Telco for Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto