Bank sering menyebut teknologi blockchain sebagai “distributed ledger technology” atau DLT untuk membedakannya dari blockchain bitcoin. Banyak bank besar telah mulai melakukan eksperimen menggunakan teknologi blockchain ini .
Dua bank asal Spanyol yaitu, BBVA dan Santander menceritakan tentang apa yang telah mereka lakukan dengan teknologi tersebut.
Baca juga: Pro, kontra dan alternatif terhadap blockchain bitcoin
BBVA dan pinjaman USD$ 90 juta
Bank Spanyol yaitu BBVA melaksanakan proyek percontohan di mana ia mengeluarkan pinjaman sebesar 75 juta euro (US$ 89,7 juta) menggunakan teknologi blockchain ke sebuah perusahaan bernama Indra.
Proses penerbitan pinjaman saat ini, atau secara tradisional, membutuhkan banyak proses bolak-balik yang melibatkan berbagai pihak, dengan sejumlah versi yang berbeda dari satu kontrak, dan memakan banyak waktu dan usaha. Solusi BBVA, yang dibangun oleh tim mereka sendiri, bertujuan untuk mengurangi waktu dan biaya. Solusi ini didasarkan pada smart contract atau kontrak pintar seperti yang telah dijelaskan sebelumnya.
Untuk melaksanakan pinjaman ini, BBVA dan Indra sama-sama menggunakan aplikasi yang dikembangkan oleh bank asal Spanyol ini. Dalam hal ini, Indra akan memasukkan semua rincian yang diperlukan untuk meminta pinjaman. BBVA kemudian akan memeriksa dan melakukan perubahan. Proses ini berjalan bolak-balik dan terus berlanjut, tetapi setiap langkah akan terdaftar di blockchain, sehingga menciptakan buku besar aktivitas.
Ketika semua pihak telah menyetujui semua bagian dari perjanjian pinjaman, kontrak itu dilaksanakan.
Kontrak akhir dicatat pada blockchain internal private yang dikembangkan oleh BBVA.
Hanya orang yang memiliki izin yang dapat mengakses ke ini. Tetapi BBVA kemudian juga secara kriptografi mengamankan kontrak dan menyimpannya di blockchain Ethereum. Pinjaman BBVA dapat dilihat pada blockchain Ethereum.
Alicia Pertusa, kepala transformasi digital, BBVA memperkirakan ada penghematan waktu 40 persen hingga 50 persen saat mengeluarkan pinjaman dengan menggunakan teknologi blockchain dibandingkan dengan proses tradisional.
Meskipun pinjaman itu diletakkan pada blockchain ethereum publik, BBVA menekankan bahwa tidak ada pinjaman yang terkait dengan cryptocurrency alias uang digital yang disebut eter.
Percobaan pemberian kredit menggunakan teknologi blockchain yang dibuat oleh BBVA ini hanya melibatkan dua pihak yaitu bank dan Indra. Tetapi Pertusa juga berbicara tentang suatu proses di mana teknologi ini akan sangat membantu proses pinjaman sindikasi di mana banyak pihak terlibat, misalnya.
“Itulah yang kami bangun. Kami ingin membangunnya selangkah demi selangkah. Kemudian kita dapat menambahkan lebih banyak pihak ke sistem kami, ”katanya. “Kami melihat bahwa blockchain tidak hanya sebagai teknologi disrupstif tetapi bisa berdampak pada cara kami menjalankan produk kami saat ini,” kata Pertusa.
Santander dan uang lintas batas
Bank pemberi pinjaman Spanyol, Santander meluncurkan layanan yang dikenal sebagai One Pay FX yang bekerja pada produk blockchain ripple yang dikenal sebagai xCurrent.
Teknologi blockchain ini memungkinkan pelanggan untuk mengirim uang dari satu mata uang ke mata uang lain di sejumlah negara termasuk Spanyol, Inggris, Brasil, dan Polandia.
Teknologi xCurrent ripple mengirim pesan antar bank yang terlibat dengan membawa data yang diperlukan untuk transaksi. Selanjutnya, fase pra-transaksi berlangsung yang mencakup pemeriksaan verifikasi. Karena semua bank yang terlibat memiliki semua persyaratan yang diperlukan untuk transaksi, maka transaksi itu dapat diverifikasi. Dana tersebut kemudian disimpan di semua bank dan transfer dilakukan.
Proses ini terjadi pada sistem buku besar terdistribusi yang memungkinkan verifikasi semua detail di berbagai bank. Pelanggan dapat melihat berapa banyak uang yang akan tiba dan biaya transaksi dalam aplikasi mereka.
“Sebagai sebuah industri, kami mengakui proses pembayaran internasional tradisional bukanlah yang terbaik. Dengan menggunakan teknologi xCurrent ripple ini, mampu mengurangi titik-titik masalah itu,” kata Ed Metzger, kepala inovasi di Santander U.K.
Baca juga: Segala sesuatu yang Anda ingin ketahui tentang blockchain
Siapa lagi yang menguji teknologi ini?
Jawaban sederhananya adalah setiap entitas yang berharap membuat proses lebih murah, lebih cepat, dan lebih mudah dilacak. Mari kita lihat beberapa contoh di berbagai industri, bukan hanya bank.
Tahun lalu, kelompok bursa saham Nasdaq bermitra dengan bank Swedia SEB untuk menguji coba platform perdagangan reksadana berbasis blockchain. Nasdaq juga menguji coba blockchain untuk memungkinkan pemegang saham perusahaan Estonia yang terdaftar, yang tidak hadir secara fisik untuk rapat, tapi dapat memberikan suara.
Teknologi Blockchain juga dapat digunakan untuk melacak produk di seluruh rantai pasokan atau rute. Sebagai contoh, produser berlian De Beers baru-baru ini mengumumkan bahwa mereka telah menguji coba teknologi untuk melacak batu-batu berharga itu dari saat mereka ditambang, sampai meraka diantarkan ke toko perhiasan. Blockchain juga dapat digunakan untuk melacak kepemilikan aset seperti seni rupa bahkan properti.
Election atau pemberian suara dalam kegiatan pemilihan umum adalah bidang lain yang dapat memanfaatkan teknologi blockchain. Dalam Pemilihan Utama di West Virginia, AS pada bulan Mei, beberapa pemilih dapat memilih melalui platform berbasis blockchain seluler.
Penulis: Arjun Kharpal, koresponden teknologi CNBC.com
Sumber: CNBC.com














