Jakarta, Itech- Dalam rangka pelaksanaan “Survei Asal Tujuan Transportasi Nasional (ATTN) Penumpang/Orang TA. 2018, Badan Litbang Kementerian Perhubungan mengadakan diskusi -Kick Fff pelaksanaan survei ATTN untuk pergerakan orang dengan menggunakan sistem aplikasi Big Data berbasis data telepon seluler. Terobosan metode baru ini selain lebih cepat dengan akurasi yang lebih tinggi, dari segi biaya juga lebih hemat dibanding metode konvensional.
“Rencana menggunakan metode baru survei ATTN orang maupun barang berbasis sistem teknologi informasi big data ini, sebenarnya sudah dirancang beberapa tahun lalu oleh para Kepala Badan Litbang Kementerian Perhubungan sebelum saya. Saya kira ini terobosan bagus, makanya saya teruskan untuk bisa diwujudkan pada tahun ini. Melalui diskusi Kick Off bertema “Pelaksanaan Survei ATTN Berbasis Big Data” ini, kita ingin menyatukan pemahaman mengenai pelaksanaan survei ini di lapangan. Survei seperti ini sangat penting sebagai acuan pemerintah, dunia usaha atau istitusi lainnya untuk meningkatkan kualitas layanan transportasi bagi masyarakat luas” ungkap Kepala Badan Litbang Kemenhub Ir. Sugihardjo, M.Si dalam sambutan pembukaan diskusi bertema “Kick Off Pelaksanaan Survei ATTN Penumpang Berbasis Big Data” pada (24/8/), di Jakarta.

Menurutnya, survei ATTN baik ntuk penumpang maupun barang, merupakan pekerjaan besar dan kompleks karena ruang lingkup kegiatannya mencakup seluruh moda transportasi dan lokasi surveinya mencakup seluruh wilayah Indonesia. Kegiatan ini penting sebagai instrumen dalam membuat perumusan kebijakan transportasi. Tak hanya bagi pemerintah, bahkan pelaku transportasi juga sangat membutuhkan data ini sebagai bahan acuan dalam menentukan strategi operasional armada agar lebih tepat.
“Bagi pelaku usaha transportasi, misalnya pengusaha angkutan umum darat atau pelayaran, dengan data ini akan sangat membantu mereka menentukan rute dan juga kapasitas armada yang akan digunakan. Bagi pemerintah, data yang akurat akan sangat membantu dalam merumuskan kebijakan transportasi yang tepat, baik untuk orang maupun barang,” ujarnya.
Menurut Sugihardjo, ada perbedaan yang sangat signifikan antara metode ATTN berbasis big data ini dengan metode konvensional, sebagaimana yang dilakukan tahun-tahun sebelumnya. Untuk pelaksanaan survei berbasis big data ini dilakukan dengan memanfaatkan data telepon seluler masyarakat yang akan terpantau pergerakannya yang secara otomatis datanya tercatat di data center operator.
“Tahap awal ini kami bekerjasama dengan operator telepon seluler, Telkomsel dengan pertimbangan coverage areanya lebih luas menjangkau seluruh Indonesia dengan jumlah pelanggan yang juga paling banyak. Tapi data yang diambil dari big data ini hanya yang terkait dengan pola pergerakan orang, yaitu dari satu titik ke titik yang lain. Sedangkan data-data pribadinya seperti nama, alamat, dan sebagainya, itu tidak kami ambil karena menyangkut kerahasiaan yang dilindungi oleh undang-undang. Jadi masyarakat tak usaha khawatir,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Multi Moda Badan Litbang Kemenhub Imran Rasyid menambahkan, dari big data ini, juga akan dilakukan uji sampling atau pencacahan lalu lintas (TC) ke lapangan yang akan dilaksanakan pada bulan September 2018. Untuk pelaksanaan uji sampling untuk akurasi data yang tinggi ini, akan dilakukan ke lapangan di 412 titik di 34 provinsi di seluruh Indonesia. Termasuk di antaranya dengan melibatkan peran para Dinas Perhubungan provinsi dan stakeholder terkait yang ada di seluruh Indonesia.
“Dengan metode big data, survei ATTN penumpang bisa dilakukan lebih cepat, efisien dan efektif dengan tingkat akurasi atau validitas yang tinggi karena jumlah sampling responden pasti lebih banyak daripada metode survei konvensional. Kalau system konvensional seperti sebeelumnya, pegumpulan data harus wawancara satu satu di lapangan sehingga harus banyak tenaga, begitu pula pengumpulan data dan analisanya juga memakan waktu lama. Dengan sistem big data ini, bisa lebih cepat dan biayanya juga bisa hemat hingga 50%,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu Ir. Idwan Santoso, M.Sc., DIC., Ph.D., salah satu pembicara dalam kick off “Inovasi pelaksanaan survei ATTN berbasis big data” mengatakan, di era transformasi digital yang semakin berkembang luas, sudah seharusnya lembaga-lembaga kepemerintahan seperti Badan Litbang Kemenhub ini, sudah harus bisa memanfaatkan kemajuan teknologi informasi untuk menjunjang berbagai aktivitas. Baik untuk pelayanan masyarakat, kemudahan dan penyederhanaan sistem birokrasi, maupun kepentingan lain, seperti survei ATTN yang aklan dilakukan Badan Litbang Kemenhub ini.
“Era sekarang sudah serba teknologi informasi dan digitalisasi. Makanya ke depan, harus lebih banyak lagi dikembangkan sistem dan aplikasi berbasis IT dan digital untuk kebaikan dan peningkatan layanan masyarakat yang lebih baik lagi,” ungkap Idwan dalam seminar yang juga dihadiri pejabat perhubungan perwakian dari berbagai daerah di Indonesia.
Pembicara lain dalam diskusi yang dimoderatori Staf Ahli Multi Moda, Logistik, dan Keselamatan Perhubungan Cris Kuntadi, di antaranya Direktur Statistik Keuangan, TI, dan Pariwisata Badan Pusat Statistik (BPS), Titi Kanti Lestari, serta Heri Fajar dari Badan Litbang Kementerian PUPR. Kegiatan ini juga dihadiri mantan Kepala Badan Litbang Kemenhub yang juga penggagas metode survei ATTN penumpang berbasis big data, Elly Sinaga. Selain itu juga hadir mantan Kabadan Litbang Perhubungan, Umiyatun Hayati Triastuti yang kini menjabat Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Perhubungan. (Red-AC)














