ItWorks
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
ItWorks
No Result
View All Result

Security Intelligence Report (SIR) Asia Pasifik, untuk Meningkatkan Ketahanan Dunia Siber

Teguh Imam Suyudi
24 April 2019 | 11:00
rubrik: Research
Memberantas Demam Berdarah Secara Global Dengan Kecerdasan Buatan

Memberantas Demam Berdarah Secara Global Dengan Kecerdasan Buatan

Share on FacebookShare on Twitter

Microsoft telah meluncurkan temuan Security Intelligence Report (SIR) Asia Pasifik edisi 24, sebuah studi tahunan yang bertujuan untuk meningkatkan ketahanan dunia siber di kawasan ini.

“Tidak diragukan lagi, keamanan siber adalah salah satu masalah paling mendesak bagi organisasi saat ini. Ketika serangan siber mengalami peningkatan baik secara frekuensi maupun kecanggihannya, memahami ancaman siber yang lazim dan bagaimana membatasi dampaknya telah menjadi keharusan,” kata Eric Lam, Direktur, Cybersecurity Solutions Group, Microsoft Asia.

“SIRv24 bertujuan untuk mengimbangi lanskap ancaman siber yang terus berkembang dengan menyoroti teknik dan perdagangan kriminal siber serta menawarkan insights untuk meningkatkan ketahanan siber dan kesehatan keamanan siber yang menyeluruh dari suatu organisasi,” tambahnya.

Baca: Studi Microsoft dan IDC: Artificial Intelligence Dirediksi Makin Banyak Diadposi di Indonesia

Laporan SIRv24 terdiri dari wawasan (insights) dan tren utama yang diperoleh dengan menyaring data dalam periode waktu antara Januari hingga Desember 2018 dari berbagai sumber, termasuk 6,5 triliun sinyal ancaman yang masuk melalui cloud Microsoft setiap harinya.

Insights Asia Pasifik berasal dari analisis data 15 negara, termasuk Australia, China, Hong Kong, India, Indonesia, Jepang, Malaysia, Selandia Baru, Filipina, Singapura, Korea Selatan, Sri Lanka, Taiwan, Thailand, dan Vietnam. Laporan ini mencakup tinjauan umum tentang pembelajaran yang diperoleh dari hasil lapangan dan praktik terbaik yang direkomendasikan.

Serangan Malware pada Penambangan Cryptocurrency Semakin Sering Terjadi di Asia Pasifik

Dengan meningkatnya nilai cryptocurrency, seperti Bitcoin, pelaku kejahatan siber yang mencari keuntungan secara ilegal telah beralih ke malware yang memungkinkan mereka menggunakan komputer korban untuk menambang koin cryptocurrency. Pendekatan ini memungkinkan mereka untuk meningkatkan kekuatan pemrosesan ratusan ribu komputer. Bahkan ketika ada infeksi kecil ditemukan, sifat anonim cryptocurrency mempersulit upaya untuk melacak pihak yang bertanggung jawab atas serangan tersebut.

BACA JUGA:  Membaik, Kondisi Pasar PC di Indonesia di Semester I 2021

SIRv24 menemukan bahwa antara Januari hingga Desember 2018, tingkat serangan malware pada penambangan cryptocurrency di Asia Pasifik hampir 1,2 kali (17 persen) lebih tinggi daripada rata-rata global, dan Indonesia mencatat tingkat pertemuan yang lebih tinggi sebanyak 157% dari rata-rata wilayah tersebut. Laporan itu juga menemukan bahwa tingkat serangan sejalan dengan nilai cryptocurrency yang fluktuatif.

Microsoft menerbitkan Security Intelligence Report (SIR) Asia Pasifik, untuk meningkatkan ketahanan dunia siber

Ransomware Masih Menjadi Ancaman di Asia Pasifik Meski Ada Penurunan Jumlah Serangan

Menurut laporan SIR v24, penemuan ransomware telah menurun hingga 73 persen di seluruh dunia. Namun, meskipun mengalami penurunan, ransomware masih menjadi ancaman di Asia Pasifik karena tingkat penemuan pada kawasan ini 40 persen lebih tinggi daripada rata-rata global. Indonesia memiliki tingkat penemuan ransomware yang tinggi di Asia Pasifik, 271% lebih tinggi dari rata-rata Asia Pasifik.

Pelaku Kejahatan Dunia Siber Terus Memberikan Kode Berbahaya Melalui Halaman Unduhan Drive-by

Meskipun penemuan pengunduhan drive-by secara global telah menurun sebesar 22 persen, wilayah Asia Pasifik mengalami sekitar 22 persen lebih banyak serangan pengunduhan drive-by dibandingkan seluruh dunia. Unduhan drive-by di Asia, terpusat di Taiwan, Malaysia dan Indonesia. Dengan eksploitasi kerentanan halaman web, tingkat serangan unduhan Drive-by di Indonesia lebih tinggi 182% dari rata-rata Asia Pasifik.

Unduhan drive-by adalah unduhan kode berbahaya yang tidak disengaja, masuk ke dalam komputer pengguna yang tidak memunculkan kecurigaan bagi pengguna ketika mereka mengunjungi situs web. Kode berbahaya tersebut dapat digunakan untuk mengeksploitasi kerentanan di browser web, add-on browser, aplikasi, dan sistem operasi. Pengguna dapat terinfeksi malware hanya dengan mengunjungi situs web, bahkan tanpa berusaha mengunduh apa pun. Unduhan drive-by yang lebih canggih juga dapat menginstal ransomware atau bahkan perangkat lunak penambangan cryptocurrency pada mesin korban.

BACA JUGA:  “Generasi Senior” Asia Tenggara Cemas Saat Melakukan Pembayaran Online

Negara Berkembang di Asia Pasifik Paling Rentan terhadap Serangan Malware

Malware menimbulkan risiko bagi organisasi dan individu dalam bentuk gangguan kegunaan, kehilangan data, pencurian kecerdasan intelektual, kerugian finansial, tekanan emosional, dan bahkan dapat membahayakan jiwa manusia. Sementara tingkat serangan malware global telah menurun sebesar 34 persen, serangan malware di Asia Pasifik justru lebih tinggi 37 persen dari rata-rata global. Indonesia, Filipina dan Vietnam memiliki tingkat serangan malware tertinggi di wilayah ini, yang terlihat dari korelasi tingkat infeksi dengan faktor pengembangan manusia dan kesiapan teknologi dalam suatu masyarakat.

Keamanan siber yang belum memadai dan kesadaran keamanan pengguna yang rendah dapat menyebabkan perilaku TI yang berisiko, termasuk menggunakan perangkat lunak yang tidak terlindungi dan mengunjungi situs web yang berpotensi berbahaya seperti situs file-sharing, yang membuat perangkat terkena malware. Menggunakan perangkat lunak bajakan juga dapat menjadi sumber infeksi.

Laporan ini juga menemukan bahwa negara Asia Pasifik dengan tingkat serangan malware terendah adalah Jepang, Australia dan Selandia Baru. Negara-negara ini cenderung memiliki infrastruktur keamanan siber yang matang dan program-program mapan untuk melindungi infrastruktur penting dan mengomunikasikannya dengan warga mereka tentang praktik-praktik dasar terbaik keamanan siber.

“Untuk memperkuat kepercayaan individu terhadap teknologi dan mencegah serangan siber dalam melemahkan inisiatif transformasi digital perusahaan, para profesional keamanan siber perlu menyusun strategi holistik, mencakup pencegahan, deteksi dan respon organisasi. Langkah-langkah seperti tindakan pencegahan serta adopsi komputasi awan dan kecerdasan buatan untuk meningkatkan operasi keamanan akan berperan penting dalam membangun ketahanan organisasi dan memfasilitasi pengurangan risiko secara signifikan dalam organisasi mereka,” tutup Lam.

 

Tags: Microsoft
Previous Post

Jualan Ponsel Tak Laku, Sony Bikin Aplikasi Taksi Online S.Ride

Next Post

Jangan Minta Nomor PIN Lagi, BBM Stop Operasi per-31 Mei 2019

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP DIGITAL AWARDS

hanwha-life-top-digital-awards-2025-level-stars-5

Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Teguh Imam Suyudi
23 December 2025 | 16:00

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen TOP Digital Awards 2025

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan Bergengsi TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
7 December 2025 | 09:00

Moratelindo TOP Digital Awards

Moratelindo Perkuat Kepemimpinan Transformasi Digital Lewat Dua Penghargaan Nasional TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
6 December 2025 | 09:00

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Fauzi
5 December 2025 | 13:58

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

Ahmad Churi
5 December 2025 | 11:14

Load More

TERPOPULER

  • Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cara Mudah Mengurus Surat Pindah Domisili secara Online

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Inovasi Twilio Flex, Permudah Implementasi AI dan Salesforce

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • KI Pusat Tegaskan Revisi UU KI Publik Mendesak Di Tengah Derasnya Digitalisasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Peringhati Hari Kartini, KI Pusat Kupas Kiprah Perempuan Tangguh di Era Digital

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
iklan bni
cover it works
cover it works

ICT PROFILE

Transformasi Digital Kian Gencar, Akamai Luncurkan Akamai Connected Cloud dan Layanan Baru

Tunjuk Fiona Zhang, Akamai Perkuat Strategi Channel-First Kawasan APJ

Fauzi
8 April 2026 | 16:26

Akamai menunjuk Fiona Zhang sebagai Wakil Presiden Regional Bidang Penjualan dan Program Saluran untuk kawasan Asia-Pasifik dan Jepang. Penunjukan Fiona...

Intel Tunjuk Pimpinan Baru untuk Kawasan APJ

Intel Tunjuk Pimpinan Baru untuk Kawasan APJ

Fauzi
7 April 2026 | 11:46

Intel Corporation mengumumkan penunjukan Santhosh Viswanathan sebagai Vice President and Managing Director untuk kawasan Asia Pasifik dan Jepang (APJ). Dengan...

EXPERT

Adopsi AI Dorong Perubahan Pola Konsumsi Data, 5G Jadi Fondasi Pengalaman Digital

Adopsi AI Dorong Perubahan Pola Konsumsi Data, 5G Jadi Fondasi Pengalaman Digital

Ahmad Churi
2 April 2026 | 21:21

ItWorks.id- Laporan Ericsson ConsumerLab 2026 mengungkap meningkatnya penggunaan kecerdasan buatan (AI) mulai mengubah pola konsumsi data seluler, terutama pada kebutuhan...

Pencadangan Data (Backup) dan Keamanan Kini Menjadi Persoalan Ekonomi AI

Fauzi
30 March 2026 | 14:36

Oleh: Sherlie Karnidta, Country Manager Indonesia, Cloudera IDC dalam Global DataSphere Forecast memproyeksikan bahwa volume data global akan melonjak hingga...

TIK TALKS

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

redaksi
16 August 2022 | 15:30

Di masa akan datang banyak aplikasi yang akan membutuhkan low latency connectivity. Lalu apa kaitannya dengan Edge DC yang hadir...

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

redaksi
15 August 2022 | 12:30

Bagaimana cara mengolah Big Data sehingga dapat divisualisasikan, serta bagaimana dapat melakukan analitik dan dapat memprediksikan apa yang harus dilakukan...

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Itworks - Inspire Great & Telco for Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto