Jakarta, ItWorks – Setelah sukses dengan lini bisnis e-commerce nya, www.sociolla.com, Social Bella Indonesia (Social Bella) kembali meraih pendanaan seri D sebesar US$ 40 juta. Pendanaan ini dipimpin oleh EV Growth dan Temasek bersama para investor baru lainnya, yaitu EDBI, Pavilion Capital, dan Jungle Ventures, di mana dengan hadirnya ivsto baru, kini terdapat 8 investor yang telah menanamkam modalnya di perusahaan ini.
Dengan pendanaan ini, Social Bella berencana untuk semakin memperluas jangkauan bisnis di industri kecantikan Indonesia melalui teknologi. Social Bella memiliki tiga lini bisnis utama, yaitu platform dagang-el Sociolla, media kecantikan Beauty Journal, dan platform media sosial kecantikan bernama Soco yang menjadi wadah bagi para penggunannya untuk memberikan ulasan, sekaligus membeli produk.
Selain itu, perusahaan juga mengembangkan dua bisnis lainnya. Salah satunya yaitu brand development, yaitu unit bisnis yang menawarkan layanan distributor dari hulu ke hilir untuk merek kecantikan internasional yang ingin memasuki pasar Indonesia. Selain itu, Social Bella baru-baru ini juga telah membuka Sociolla Store, toko ritel offline sebagai upaya penerapan strategi Online to Offline (O2O) atau omnichannel.
Co-Founder dan CEO Social Bella, John Rasjid mengatakan, secara kumulatif terdapat lebih dari 20,2 juta pengunjung yang telah bergabung dengan platformnya sejak 2018, atau sekitar 5 hingga 7 juta pengunjung unik per bulan, baik melalui situs Sociolla, platform SOCO dan Beauty Journal. Dengan investasi terbaru ini, perusahaan membidik 100 juta pengguna (unique visitor) dalam ekosistemnya pada 2021. Hingga Agustus 2019, perusahaan tercatat telah memiliki 1,2 juta pengguna terdaftar, bekerja sama dengan lebih dari 150 merek kecantikan di platform dagang-elnya, hingga keja sama eksklusif dengan 30 merek internasional dalam pipeline.
Ditambahkan, pendanaan yang dikumpulkan dari seri terbaru ini, juga akan dimanfaatkan untuk memperkuat kapabilitas sumber daya manusia (SDM) perusahaan, utamanya yang berkaitan dengan pengembangan teknologi. “Kami percaya bahwa teknologi merupakan salah satu kunci utama untuk mendorong pertumbuhan industri kecantikan di Indonesia. Kami akan berinvestasi lebih untuk membangun aset digital kami, yaitu SOCO. Dengan memfokuskan diri pada peningkatan kualitas user experience, platform ini mengintegrasikan Sociolla dan Beauty Journal guna menjawab kebutuhan wanita Indonesia akan pengalaman berbelanja yang lebih optimal, relevan dan personal. Hal ini memungkinkan kami untuk merambah ke segmen pasar yang lebih luas, mengakselerasi bisnis kami lebih jauh serta menghadirkan pelayanan kecantikan yang lebih komprehensif,” ujarnya dalam jumpa pers (2/9), di Jakarta.
Dalam kesempatan itu, Co-Founder dan Managing Partner East Ventures, Willson Cuaca mengungkapkan, East Ventures telah mendukung Social Bella sejak tahun 2015 melalui pendanaan awal (seed funding). Sejak saat itu, pihaknya melihat kemampuan Social Bella dalam mengembangkan industri kecantikan di Indonesia yang bisa cepat terus berkembang. Hal ini tak lepas dari inovasi dengan menghadirkan produk dan pengalaman berbelanja yang berbeda dan bisa memikat banyak pelanggan. “Karenanya, lewat kolaborasi strategis dengan pemain global seperti Temasek kami memutuskan untuk kembali mendukung Social Bella melalui seri pendanaan baru ini,” ujarnya.
Dengan potensi pasar yang besar, industri kecantikan dan perawatan diri diprediksi akan berkembang pesat. Laporan e-Conomy yang dikeluarkan Google dan Temasek menunjukkan bahwa dalam tiga tahun terakhir, sektor e-commerce merupakan sektor yang tumbuh paling dinamis di Asia Tenggara dengan pertumbuhan lebih dari 4x sejak 2015. Lebih dari itu, pasar e-commerce lokal pun tumbuh paling cepat dibandingkan negara Asia Tenggara lainnya, dengan kurang lebih 50% yang dibelanjakan berasal dari Indonesia, dengan total nilai US$ 12 miliar.
Social Bella sebelumnya menutup pendanaan seri C yang dipimpin oleh EV Growth, joint venture dari East Ventures), SMDV, dan Yahoo! Japan Capital. Istyle Inc., perusahaan beauty-tech yang terdaftar secara publik di Jepang, dan UOB Ventures juga berpartisipasi dalam seri pendanaan seri C di tahun 2018. Dengan dukungan pendanaan baru ini, Social Bella juga akan mengembangkan sebuah ekosistem digital yang dirancang khusus dengan tiga pilar utama, yaitu commerce, konten, dan komunitas. (AC)














