Dalam upaya otomatisasi proses bisnis serta meningkatkan kinerja bisnis, PT Barata Indonesia mengaplikasikan sistem manajemen informasi berbasis teknologi menggunakan Enterprise
Resource Planning (ERP) dengan software SAP (System Application and Product in data processing).
Direktur Operasi PT Barata Indonesia Bobby Sumardiat Atmosudirjo mengatakan sebagai sebuah perusahaan manufaktur dan kontruksi yang memiliki banyak lini usaha, implementasi
ERP akan sangat membantu perusahaan dalam menyederhanakan proses bisnisnya. Hal tersebut juga akan memastikan alur kerja dapat berjalan secara halus dan komunikasi antar departemen menjadi lebih baik.
“Di industri manufaktur, software ERP sudah banyak yang menggunakan. Perannya untuk mengintegrasikan dan mengotomasikan proses bisnis yang berhubungan dengan aspek operasi, produksi maupun distribusi di perusahaan,” kata Bobby dalam sesi Presentasi dan Wawancara dengan Dewan Juri TOP DIGITAL Awards 2019 di Jakarta, Senin (14/10).
Melalui penerapan ERP ini diharapkan bisa memudahkan integrasi antara fungsi dan real time transaction sehingga perusahaan akan lebih mudah melakukan perencanaan maupun pemantauan proses yang berjalan secara end to end antar kantor pusat, cabang dan lini bisnis perusahaan.
“Implementasi ERP ini suatu transformasi bagi Barata Indonesia karena tidak hanya mencakup perubahan sistem informasi manajemen saja, tetapi juga dapat mempengaruhi pola kerja,
kebiasaan, maupun tanggung jawab dan kewenangan dari masing-masing bisnis unit/biro. Proses bisnis perusahaan pun akan menjadi lebih efektif dan efisien sehingga diharapkan dapat turut meningkatkan pendapatan perusahaan,” ujarnya.
Bobby menilai dengan menggunakan ERP berbasis SAP ini, Barata Indonesia telah melangkah lebih maju. Sebab sistem ERP merupakan sistem informasi perusahaan yang dirancang untuk mengintegrasikan semua sumber daya, informasi dan aktivitas yang diperlukan untuk proses bisnis secara cepat dan lengkap.
Menurutnya, dengan penggunaan sistem tersebut, PT Barata Indonesia bisa lebih terintegrasi, dan dapat dimanfaatkan secara optimal untuk menghasilkan nilai tambah bagi seluruh pihak
yang berkepentingan.
“Jadi, proses bisnis perusahaan akan lebih efektif dan efisien. Penerapan sistem ini juga diharapkan mampu membuat kualitas serta on time delivery proyek semakin terjaga. Alur proses bisnis perusahaan bisa berjalan lebih baik, cepat, efisien dan produktif,” tambahnya.
Penulis: Abi Abdul Jabar














