ItWorks- Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Gorontalo pada Selasa, 11 Agustus 2020 meresmikan GorontaloProv-CSIRT (Computer Security Incident Response Team).
“Tantangan dan peluang di ruang siber terus berkembang sehingga diperlukan kolaborasi dan sinergi insentif dari setiap elemen yang terlibat di dalamnya. Kolaborasi dan sinergi pemerintah pusat dalam hal ini BSSN dengan pemerintah daerah menjadi salah satu kunci dalam membangun ruang siber Indonesia yang aman dan menyejahterakan,” ujar Deputi Bidang Penanggulangan dan Pemulihan BSSN, Yoseph Puguh Eko Setiawan saat memebrikan sambutan pembukaan, sebagaimana dirilis Bagian Komunikasi Publik, Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat-BSSN, baru-baru ini.
Fasilitas GorontaloProv-CSIRT (Computer Security Incident Response Team) sebagai Government-CSIRT merupakan keempat di Indonesia setelah JatimProv-CSIRT Pemprov Jawa Timur yang diresmikan pada 11 Maret 2020, SumbarProv-CSIRT Pemprov Sumatera Barat yang diresmikan pada 21 Juli 2020 dan EduCSIRT Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang diresmikan pada 5 Agustus 2020 lalu.
Ditambahkan, keamanan siber merupakan enabler yang mendukung inovasi, pertumbuhan ekonomi, dan perkembangan sosial. Dalam hal ini, kolaborasi dan sinergi pemerintah pusat dalam hal ini BSSN dengan pemerintah daerah, sangat penting untuk membangun ruang siber Indonesia yang aman dan.
Sementara itu, Asisten Administrasi Umum Pemprov Gorontalo, Iswanta, mewakili Sekretaris Daerah Pemprov Gorontalo menyampaikan, Terkait CSIRT, BSSN sudah memberikan asistensi dalam bentuk workshop penanganan insiden siber kepada Pemprov Gorontalo sejak Agustus 2019. Keberadaan GorontaloProv-CSIRT sejalan dengan program digitalisasi yang banyak dilakukan di Pemprov Gorontalo untuk mendukung pelaksanaan tugas, fungsi dan layanan masyarakat.
“Saya harap launching GorontaloProv-CSIRT ini dapat menjadi tonggak dimulainya kolaborasi intensif antara pusat, dalam hal ini BSSN, dengan daerah, dalam hal ini Pemprov Gorontalo, terkait penanganan dan penanggulangan insiden keamanan siber. Sehingga insiden yang terjadi dapat dimitigasi dan direspons dengan cepat agar pemulihan dapat dilakukan dengan lebih efektif dan efesien,” ujarnya. (AC)














