Industrial Revolution 4.0 yang didorong oleh digital memberikan Bank DBS kepercayaan bahwa “Banking will be less and less physical”, di mana kegiatan perbankan menjadi semakin tidak berwujud fisik dan merupakan bagian dari kegiatan keseharian kita yang tidak dapat dipisahkan. Terlebih saat ini, perbankan digital menjadi “new normal” dalam industri keuangan.
Dalam mengantisipasi perubahan tersebut, Bank DBS melakukan berbagai transformasi digital yang tidak sekedar “digital lipstick” namun “digital to the core” mulai dari proses dan layanan perbankan hingga budaya kerja. Bagi Bank DBS, transformasi digital bukan hanya tentang teknologi, tetapi juga “digital mindset” yang berarti bagaimana bank tidak berhenti berinovasi guna dapat menyelesaikan kebutuhan nasabah dengan cara digital. Hal tersebut direalisasikan dengan digibank by DBS yang mampu menjawab kebutuhan nasabah saat ini dan kedepannya.
“Dengan perbankan digital, pengalaman perbankan nasabah berubah seakan-akan seperti masuk ke dalam butik. Nasabah langsung dikenal, dan solusi keuangan yang ditawarkan akan disesuaikan dengan kebutuhan nasabah, terlebih jika kita berbicara mengenai wealth management. Karena setiap nasabah memiliki kebutuhan dan preferensi masing-masing. Dengan adanya digitalisasi, produk yang ditawarkan adalah produk yang sesuai dengan kondisi keuangan nasabah,” ujar Managing Director, Head of Digital Banking, PT Bank DBS Indonesia, Leonardo Koesmanto, dalam siarn pers, 24/8.
Platform perbankan digital memungkinkan layanan keuangan menjadi semakin tersedia bagi semua segmen masyarakat, atau yang Bank DBS sebut dengan demokratisasi keuangan. Produk yang dulu hanya tersedia bagi segmen tertentu, sekarang dapat diakses oleh semua orang.
Mulai dari pembukaan rekening, deposito, transaksi valas, rekening valas, pembiayaan kredit, hingga investasi obligasi pasar perdana dan sekunder. Memungkinkan setiap orang bergerak maju dan meningkatkan kondisi keuangan mereka. Terlebih di tengah kondisi pandemi saat ini, di mana kebutuhan untuk mengelola dan mengembangkan keuangan menjadi semakin penting.
Salah satu fitur yang dapat dimanfaatkan nasabah untuk mengembangkan keuangan mereka adalah fitur e-SBN yang ada di dalam aplikasi digibank by DBS. Nasabah dapat berinvestasi membeli obligasi pemerintah dengan aman dan nyaman yang prosesnya 100% digital from end-to-end melalui digibank by DBS sebagai salah satu mitra distribusi resmi.
Sebagai full-fledged digital banking, digibank by DBS memungkinkan nasabah untuk dapat melakukan aktivitas perbankan tanpa harus pergi ke cabang, tanpa perlu mengisi dokumen yang banyak, dan tanpa perlu tanda tangan basah (Branchless, Paperless, dan Signatureless).
Dari sisi layanan keluhan nasabah, Bank DBS sudah menggunakan fitur Virtual Assistant dengan Artificial Intelligence dan fitur Live Chat untuk menjawab berbagai pertanyaan nasabah yang umum, di mana sebelumnya nasabah harus menggunakan layanan call center.
Baca: Gandeng Founder Institute DBS Indonesia Dorong Startup Inovator














