Melalui siaran pers, 09/02/2021, Direktur Shopee Indonesia, Handhika Jahja menjelaskan pandemi COVID-19 yang masih berlangsung membawa perubahan pada bisnis e-commerce, dimana pembayaran digital, logistik, dan inovasi jadi trend belanja online tahun ini.
Menurutnya, belanja online telah berkembang dari sekedar pengalaman transaksional menjadi pengalaman yang lebih sosial, dimana platform e-commerce mengintegrasikan lebih banyak elemen interaktif, seperti game dan live streaming untuk mengajak pengguna berpartisipasi.
“Ada tiga trend utama untuk e-commerce di Indonesia di tahun ini,” terang Handhika.
Pertama, pembayaran digital yang akan makin meningkat tahun ini. Masyarakat makin terbiasa dengan keberadaan e-commerce sehingga pembayaran digital jadi cara bertransaksi favorit.
“Jumlah total transaksi ShopeePay di seluruh negara tempat Shopee beroperasi, termasuk Indonesia, meningkat empat kali lipat. Dengan peningkatan terbesar berasal dari pengguna di atas 50 tahun,” ungkap Handhika.
Baca: Riset DBS: E-Commerce Indonesia Menempati Posisi Pertama di Asia Tenggara
Shopee juga mencatat terjadi kenaikan sembilan kali lipat untuk pedagang luar jaringan yang mengadopsi ShopeePay.
Tren kedua, karena kebiasaan berbelanja online berkaitan erat sektor logistik, maka sektor itu jadi makin penting untuk proses pengiriman yang efisien.
“Kami mengalami peningkatan di atas 4,5 kali lipat untuk pengiriman produk makanan dan kesehatan dari gudang Shoppee di seluruh dunia,” Handhika menerangkan.
Kemudian, mitra merk maupun penjual akan memakai strategi ritel yang inovatif untuk menjangkau pelanggan di masa pandemi ini.
“ Itu adalah tren ketiga. Seiring jualan online jadi sumber pendapatan yang besar bagi penjual maka e-commerce harus beradaptasi dan berkolaborasi untuk menerpakan strategi yang inovatif,” tegas Handhika.
Salah satu inovasi Shopee, untuk merk kecantikan dengan menawarkan pengalaman berbelanja online yang menggunakan kecerdasan buatan untuk analisis perawatan kulit yang cocok untuk konsumen.














