Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) menyatakan pengguna nama domain kode negara (.id) per 31 Juli 2021 mencapai 534.876, sekaligus teratas di kawasan ASEAN.
Selama ini, Vietnam dengan nama domain .vn mendominasi ASEAN. Sebagai perbandingan, pengguna nama domain Vietnam .vn per 31 Juli 2021–menurut situs resmi mereka–berjumlah 531.672, yang berarti Indonesia menyalip Vietnam dalam penggunaan nama domain kode negara tersebut.
Data pertumbuhan nama domain se-ASEAN per Desember 2020 dengan urutan peringkat, pertama Indonesia, kemudian Malaysia, Vietnam, Singapura dan Thailand, dan terlihat bahwa peningkatan signifikan berasal dari nama domain Indonesia (.id).
Pertumbuhan domain .id mencapai 37,9 persen pada tahun 2020, hal ini menjadikan nama domain .id menjadi nama domain yang paling agresif pertumbuhannya di ASEAN dan menjadikan CCTLD dengan pertumbuhan tertinggi di dunia di tahun 2020 menurut data lembaga Riset Eropa, Council of European National Top-Level Domain Registries (CENTR).
Gunawan Tyas Jatmiko, Deputi Bidang Pengembangan Bisnis, Marketing dan Kerjasama PANDI, menyatakan capaian ini bukan perkara mudah, ditambah efek pandemi yang membuat daya beli masyarakat menurun drastis. Karenanya diperlukan strategi pemasaran yang tepat dalam memasarkan domain .id agar tetap bisa tumbuh signifikan.
“Saat ini kompetitor kita yang menjadi pesaing berat adalah Vietnam (.vn) yang sebelumnya menduduki posisi puncak sebagai jawara di ASEAN. Tapi dari statistik yang ada, seperti prediksi kami sebelumnya bahwa di Q3 (kuartal 3) kami yakin akan bisa menyalip .vn dan ternyata terbukti, saat ini .id menjadi juara di ASEAN dengan mengalahkan .vn,” jelas Gunawan, dalam pernyataannya, 15/08/2021
Dari 13 jenis domain .id yang dikelola PANDI, peringkat domain terbanyak masih dipegang oleh .id dengan raihan 205.846, kemudian my.id di posisi kedua dengan 119.738 dan terakhir co.id dengan 110.335.
Heru Nugroho, Wakil Ketua Pengembangan Bisnis, Marketing dan Kerjasama PANDI, mengatakan apa yang sudah diraih PANDI saat ini tidak lepas dari penetrasi kolaborasi dengan mitra penjualan untuk melakukan kegiatan online maupun offline untuk meluaskan brand awareness nama domain .id.
“Kami terus merangkul mitra penjualan kami dalam hal ini Registrar untuk bersama-sama melakukan kegiatan awareness, sehingga persebarannya lebih luas. Selain itu kami juga bekerjasama dengan mitra di luar bidang IT, sehingga menjadikan PANDI dan .id-nya dikenal luas tidak hanya di kalangan IT, namun dikenal oleh seluruh stakeholder, hingga dikenal lembaga kebudayaan dunia, UNESCO yang ikut mempromosikan ke ranah internasional sehingga bisa menaikkan citra positif yang berimbas pada peningkatan jumlah pengguna nama domain .id,” tegas Heru.














