ItWorks
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
ItWorks
No Result
View All Result

Integrasikan F5 AI Guardrails dan NVIDIA NeMo Guardrails, F5 Perkuat Runtime Security Aplikasi Enterprise AI

Fauzi
19 August 2026 | 14:23
rubrik: Business Solution
Lindungi Pelanggan dari Ancaman Baru, F5 Kenalkan Solusi Post-Quantum Cryptography

Ilustrasi, Image: F5

Share on FacebookShare on Twitter

F5 baru-baru ini memperkenalkan F5 AI Guardrails yang terintegrasi dengan NVIDIA NeMo Guardrails, solusi AI-native yang menghadirkan kemampuan keamanan AI kelas enterprise dari F5 ke dalam aplikasi AI di fase production.

Keamanan tetap menjadi kendala utama bagi perusahaan dalam membawa AI dari fase uji coba ke fase production. Organisasi yang menerapkan berbagai model dan framework AI di infrastruktur hybrid multicloud kini menghadapi masalah berupa kontrol keamanan yang terfragmentasi atau terpisah-pisah, penegakan policy yang tidak konsisten, dan celah dalam governance (tata kelola) yang semakin melebar seiring makin bertambahnya aplikasi-aplikasi AI baru.

Meskipun sebagian besar framework AI telah dilengkapi fitur keamanan dasar, kontrol tersebut umumnya masih tertanam di dalam masing-masing aplikasi, alih-alih ditegakkan secara terpusat. Akibatnya, tim keamanan dan compliance harus bersusah payah menyatukan visibility dari berbagai tools dan aplikasi tanpa adanya satu platform terpusat untuk memeriksa trafik AI, menerapkan policy, atau mengaudit seluruh aktivitas yang terjadi.

Integrasi F5 AI Guardrails dengan NVIDIA NeMo Guardrails menghadirkan keamanan dan governance yang terpusat serta konsisten di berbagai aplikasi AI dengan memisahkan penegakan keamanan dari framework AI. Organisasi dapat melakukan standardisasi di NVIDIA NeMo Guardrails, sementara F5 AI Guardrails melakukan inspeksi keamanan pada prompt dan respons LLM, menerapkan policy enterprise secara terpusat tanpa harus melakukan perubahan pada aplikasi AI yang ada. Hasilnya adalah sebuah arsitektur berlapis di mana framework library, microservices, orkestrasi, dan fungsi keamanan dapat menjalankan perannya masing-masing secara optimal dan berkembang secara independen.

“Perusahaan tidak kekurangan aplikasi AI. Mereka kekurangan keamanan dan governance yang konsisten di seluruh aplikasi tersebut,” kata Kunal Anand, Chief Product Officer F5, dalam keterangan resmi yang diterima redaksi ItWorks, Rabu (19/8/2026).

BACA JUGA:  Adobe Hadirkan Dukungan Bahasa Indonesia di Photoshop

“Saat AI memasuki fase production, kontrol yang terfragmentasi menimbulkan risiko, kompleksitas, dan penundaan. Integrasi ini memberi tim keamanan satu titik terpadu untuk memeriksa AI traffic, menerapkan policy, dan mengelola aplikasi-aplikasi AI di seluruh environment mereka, sekaligus memberikan kebebasan bagi para developer untuk terus berinovasi,” sambungnya.

Inspeksi centralized security untuk AI di fase production
F5 AI Guardrails mengamankan AI system dengan memeriksa prompt dan respons antara pengguna dan aplikasi, dan membantu mencegah prompt injection, PII exposure (paparan data pribadi), kebocoran data, dan output berbahaya. Kebijakan keamanan diterapkan secara terpusat, tidak tertanam di setiap aplikasi AI, sehingga organisasi dapat menegakkan standar keamanan enterprise tanpa perlu mengubah kode aplikasi. Kemampuan-kemampuan utamanya meliputi:

  • Pemeriksaan prompt dan respons: Policy keamanan ditegakkan di AI traffic secara real time, yang membantu mendeteksi dan mengurangi prompt injection, penyebaran data tanpa izin, dan output berbahaya sebelum sampai ke pengguna atau downstream systems.
  • Penerapan centralized policy: Tim keamanan menerapkan dan mengelola berbagai policy AI security di seluruh aplikasi dari satu tempat, tanpa menulis ulang kode aplikasi atau memodifikasi workflow.
  • Visibility yang konsisten di seluruh aplikasi AI: Satu tampilan terpadu atas perilaku aplikasi AI di berbagai model, framework, dan unit bisnis memungkinkan tim keamanan memonitor, mengaudit, dan mengambil tindakan dari satu lapisan operasional.
  • Arsitektur berlapis yang independen: Lapisan pemeriksaan keamanan F5 bekerja di atas framework NVIDIA AI. Setiap komponen dapat di-update, ditingkatkan skalanya, atau digantikan secara mandiri seiring perubahan kebutuhan.

Pendekatan ini menghilangkan ketegangan antara kecepatan pengembangan dan persyaratan keamanan, memungkinkan tim platform AI untuk bergerak cepat melakukan orchestration, sementara tim keamanan mempertahankan kendali mandiri atas pemeriksaan, policy, dan governance. Dengan solusi ini, kedua belah pihak tidak perlu lagi saling menunggu.

BACA JUGA:  Cloudera Ungkap Kemampuan AI Inferencing dan Akses Data Terpadu Fase Berikutnya

“NVIDIA NeMo Guardrails menyediakan framework yang terbuka dan programmable untuk menerapkan policy keselamatan dan keamanan pada aplikasi AI,” kata Ash Bhalgat, Senior Director, AI Networking and Security Solutions, Ecosystem and Marketing, NVIDIA.

“Integrasi dengan F5 AI Guardrails memperluas jangkauan perlindungan yang dapat dimanfaatkan oleh pelanggan untuk mengamankan prompts dan respons LLM saat mereka membawa AI agent ke fase production,” lanjutnya.

Arsitektur terbuka yang meningkat dengan adopsi AI
F5 AI Guardrails yang terintegrasi dengan NVIDIA NeMo Guardrails melindungi aplikasi AI, terlepas dari apa pun large language model yang mendasarinya. Organisasi dapat berganti model, menambahkan aplikasi AI baru, atau berekspansi di seluruh unit bisnis, dengan tetap mempertahankan pemeriksaan keamanan dan penegakan policy yang konsisten. Seiring dengan meningkatnya penggunaan AI, aspek keamanan didesain untuk bertumbuh selaras dengan hal itu, alih-alih menghambatnya.

F5 AI Guardrails yang terintegrasi dengan NVIDIA NeMo Guardrails kini tersedia secara umum.

Tags: AIF5Generative AINVIDIA
Previous Post

Soundcore Nebula P1i, Portable Projector untuk Pengalaman Menonton Lebih Imersif

Next Post

Segera Hadir, HUAWEI Pura 90s Series Suguhkan 200MP Telephoto dan AI Kamera Canggih

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP DIGITAL AWARDS

hanwha-life-top-digital-awards-2025-level-stars-5

Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Teguh Imam Suyudi
23 December 2025 | 16:00

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen TOP Digital Awards 2025

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan Bergengsi TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
7 December 2025 | 09:00

Moratelindo TOP Digital Awards

Moratelindo Perkuat Kepemimpinan Transformasi Digital Lewat Dua Penghargaan Nasional TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
6 December 2025 | 09:00

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Fauzi
5 December 2025 | 13:58

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

Ahmad Churi
5 December 2025 | 11:14

Load More

TERPOPULER

  • Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Inovasi Layanan Publik Indonesia Raih Penghargaan UNPSA 2024

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Integrasikan F5 AI Guardrails dan NVIDIA NeMo Guardrails, F5 Perkuat Runtime Security Aplikasi Enterprise AI

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Genjot Konektivitas Digital Antar-Pulau, Biznet Operasikan Kabel Bawah Laut BNCS-1

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Realme Rilis Rangkaian Produk AIoT Terbaru

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
iklan bni
cover it works
cover it works

ICT PROFILE

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Fauzi
23 June 2026 | 14:43

Google Cloud menunjuk Karim Siregar sebagai Country Director untuk Indonesia. Karim akan memimpin operasional dan strategi pasar Google Cloud di...

Transformasi Digital Kian Gencar, Akamai Luncurkan Akamai Connected Cloud dan Layanan Baru

Tunjuk Fiona Zhang, Akamai Perkuat Strategi Channel-First Kawasan APJ

Fauzi
8 April 2026 | 16:26

Akamai menunjuk Fiona Zhang sebagai Wakil Presiden Regional Bidang Penjualan dan Program Saluran untuk kawasan Asia-Pasifik dan Jepang. Penunjukan Fiona...

EXPERT

Kemandirian Teknologi Bertumpu pada Fondasi Open Source

Kemandirian Teknologi Bertumpu pada Fondasi Open Source

Fauzi
31 July 2026 | 16:00

Oleh: Sergio Gago, Chief Technology Officer (CTO), Cloudera Di tengah lanskap teknologi yang semakin terkonsolidasi saat ini, segelintir penyedia teknologi...

Red Hat Berambisi Capai Target Net Zero Emisi Gas Rumah Kaca di 2030

Saatnya Berhenti Terjebak di Masa Lalu dan Mulai Membangun Masa Depan IT

Fauzi
24 July 2026 | 10:51

Oleh: Ashesh Badani, Senior Vice President and Chief Product Officer, Red Hat Kita berada di tengah perubahan mendasar yang membentuk...

TIK TALKS

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

redaksi
16 August 2022 | 15:30

Di masa akan datang banyak aplikasi yang akan membutuhkan low latency connectivity. Lalu apa kaitannya dengan Edge DC yang hadir...

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

redaksi
15 August 2022 | 12:30

Bagaimana cara mengolah Big Data sehingga dapat divisualisasikan, serta bagaimana dapat melakukan analitik dan dapat memprediksikan apa yang harus dilakukan...

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Itworks - Inspire Great & Telco for Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto