ItWorks
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
ItWorks
No Result
View All Result

Kaspersky: Pertumbuhan Layanan Keuangan Digital Ciptakan Risiko Baru Nan Tinggi

Fauzi
24 September 2021 | 14:00
rubrik: Digital, Fintech
Kominfo Gandeng 10×1000 Tech for Inclusion, Bawa “Flex” Fintech Foundation Program ke Indonesia
Share on FacebookShare on Twitter

Saat proses transaksi uang digital tumbuh begitu cepat selama pandemi, menjadi periode penting bagi sektor keuangan untuk mengintegrasikan keamanan dan meningkatkan kemampuan intelijen ancaman mereka. Hal itu seperti diungkapkan oleh perusahaan keamanan siber Kaspersky.

“Bagi sebagian besar penjahat dunia maya, meperoleh uang dengan mudah adalah motivasi utama. Dan sektor keuangan diposisikan secara unik untuk menjadi target serangan terlepas dari tren yang ada. Pertumbuhan layanan keuangan digital di Indonesia, seperti di wilayah lainnya, menciptakan risiko baru nan tinggi bagi pengguna dan penyedia layanan. Dalam hal ini, teknologi akan berperan menjadi game changer,” kata Yeo Siang Tiong, General Manager untuk Asia Tenggara di Kaspersky.

Dengan pembatasan sosial dan peningkatan pengaturan kerja jarak jauh, tidak semua bank siap menangani ancaman dunia maya. Pembatasan sosial juga menyebabkan penggunaan pembayaran digital dan platform uang elektronik meroket dalam waktu singkat. Kemampuan teknologi dan model operasi yang dibangun untuk melanjutkan operasional perbankan, dianggap sebagai bagian penting dalam memastikan kelangsungan bisnis, mempertahankan kontrol dan penyesuaian, serta meningkatkan kinerja meskipun di saat masa penguncian.

Bank yang tertinggal dalam upaya transformasi digital juga menyadari perlunya mempercepat perjalanan digitalisasi mereka. Bahkan, survei tahun ini menunjukkan lebih dari separuh masyarakat Indonesia memilih menggunakan layanan perbankan digital.

Meskipun kecepatan implementasi teknologi digital dianggap serius oleh lembaga keuangan, namun mengamankan platform dan pengguna juga memiliki nilai yang sama besarnya dengan inovasi. Salah satu lembaga resmi keuangan Indonesia bahkan menyarankan dan memberikan kebijakan dasar bagi perbankan di Indonesia untuk mengutamakan keamanan siber guna melindungi konsumen di dalam negeri.

Tahun lalu, aplikasi perbankan digital Amerika mengalami insiden serangan siber oleh kelompok peretas bernama ShinyHunters yang mengakibatkan lebih dari 7,5 juta informasi pribadi pengguna seperti nama dan nomor jaminan sosial diposting secara publik di forum peretasan.

BACA JUGA:  TNI akan Bentuk Angkatan Siber

Dengan hampir separuh organisasi mengalami kesulitan menemukan perbedaan antara ancaman nyata dan positif palsu, tim keamanan justru dibiarkan “buta” alih-alih memprioritaskan ancaman yang dapat ditindaklanjuti dengan benar. Ini akan membuka celah untuk serangan tak terduga bagi organisasi.

“Transformasi digital selalu menghadirkan tantangan baru, terutama bagi sektor keuangan. Indonesia berada di tengah revolusi digital di mana penggunaan gateway pembayaran online dan e-wallet diperkirakan akan terus berkembang. Meskipun merupakan tanggung jawab besar bagi bank dan penyedia layanan keuangan untuk mengamankan sistem virtual mereka, berinvestasi dalam solusi paling cerdas sangat penting karena mereka membangun pertahanan siber untuk melindungi pelanggan dan bisnis secara lebih baik. Dari sudut pandang keamanan siber, intelijen ancaman adalah kerangka kerja khusus yang canggih yang dapat memberikan manfaat bagi sektor keuangan secara signifikan,” tambah Yeo.

Dalam Laporan IT Security Economics Kaspersky baru-baru ini, ditemukan bahwa intelijen ancaman dianggap sebagai area investasi untuk 41% perusahaan dan 39% UMKM dalam menanggapi insiden pelanggaran data.

Untuk mengamankan upaya berkelanjutan dalam konektivitas digital, identifikasi, dan infrastruktur pembayaran, kumpulan intelijen ancaman terkini memainkan peran penting dalam mengawasi serangan siber yang kian berkembang baik secara frekuensi dan kompleksitas.

Intelijen ancaman dapat mengidentifikasi dan menganalisis ancaman dunia maya yang menargetkan bisnis. Tetapi intelijen ancaman tidaklah sama dengan data ancaman yang berisikan tentang daftar potensi ancaman. Intelijen ancaman adalah ketika spesialis TI atau alat canggih “membaca” ancaman dan menganalisisnya, dan menerapkan pengetahuan historis untuk mengetahui apakah ancaman tersebut nyata, dan jika memang demikian, apa tindakan yang harus dilakukan untuk mengatasinya.

Dengan Kaspersky’s Threat Intelligence Services, organisasi diberikan kumpulan data yang mencakup tautan dan situs web phishing, dan objek berbahaya yang menargetkan platform Android dan iOS.

BACA JUGA:  Pertamina Kolaborasi dengan Startup, Dorong Akselarasi Bisnis Energi di Indonesia

Karena sebagian besar pengguna mengakses layanan keuangan digital melalui ponsel cerdas, bank dapat dengan mudah memperingatkan klien terhadap upaya serangan siber yang sedang berlangsung di mana biasanya melibatkan tautan phishing pada email palsu yang menyamar sebagai bank.

Intelijen ancaman terbaru yang dapat dibaca mesin dalam informasi keamanan dan sistem manajemen peristiwa ini juga memungkinkan tim keamanan untuk dengan cepat meluncurkan respons insiden otomatis dan dengan mudah menyaring notifikasi yang harus diberikan untuk kemudian dilakukan penyelidikan dan penyelesaian lebih lanjut.

Ini adalah kumpulan data yang bersumber dari infrastruktur cloud Kaspersky sendiri yang disebut Kaspersky Security Network, web crawler, platform eksklusif yang selalu aktif bernama Botnet Monitoring, email honeypots, tim peneliti, dan mitra global perusahaan.
Untuk industri seperti layanan keuangan, bagaimana manfaat intelijen ancaman dapat bagi organisasi? Ada tiga hal mendasar:

  • Mencegah kehilangan data – program intelijen ancaman siber (CTI) yang terstruktur dengan baik berarti perusahaan Anda dapat mendeteksi ancaman siber dan mencegah pelanggaran data terjadi dan tidak merilis informasi sensitif.
  • Memberikan arahan tentang langkah-langkah keamanan – dengan mengidentifikasi dan menganalisis ancaman, CTI menemukan pola yang digunakan oleh peretas dan membantu bisnis menerapkan langkah-langkah keamanan untuk melindungi dari serangan di masa mendatang.
  • Memberikan informasi kepada pihak penting – setiap harinya, para peretas semakin pintar sehingga pakar keamanan siber berbagi taktik yang mereka lihat dengan komunitas TI untuk menciptakan basis pengetahuan kolektif dalam kejahatan siber.

Dari Januari hingga April 2020 saja, rata-rata kejadian harian serangan brute force mengalami peningkatan 24%. Faktanya, bahkan organisasi perawatan kesehatan dan layanan penting lainnya menjadi sasaran kelompok ancaman persisten tingkat lanjut (APT). Dan tidak semua ancaman APT segera dilaporkan, dan beberapa tidak diumumkan kepada publik.

BACA JUGA:  Padukan 5G Dan AI, Media Tek Hadirkan Solusi Aplikasi Otomotif, IoT Hingga Hybrid Cloud

Mengelola ancaman memerlukan pandangan 360 derajat terhadap aset Anda. Inilah yang harus dicari dalam program Intelijen Ancaman:

  • IOC (indikator kompromi) – IOC adalah dasar dari intelijen ancaman. Buktinya dapat diukur dan dikenali layaknya demam yang menunjukkan tanda-tanda penyakit dalam tubuh. Ada banyak layanan IOC. Untuk memilih yang tepat, Anda harus tahu ancaman mana yang kemungkinan besar akan Anda hadapi.
  • Kumpulan data ancaman- Ini akan membantu intelijen terintegrasi dengan menganalisis musuh dan lanskap ancaman yang lebih luas. Untuk memilih yang terbaik bagi Anda, tanyakan: apakah Anda memerlukan umpan data APT jika kemungkinan perusahan bukanlah target dari grup APT? Haruskah kita memblokir ancaman atau hanya memperingatkan tim? Jawaban Anda akan bergantung pada postur keamanan dan strategi TI organisasi Anda.

Platform intelijen ancaman- Platform intelijen ancaman memungkinkan Anda mengelola berbagai perangkat lunak khusus yang mendukung berbagai komponen. Apa yang Anda pilih dan bagaimana Anda mengintegrasikan layanan tergantung pada anggaran dan kebutuhan bisnis Anda. Meskipun ada sumber terbuka mengenai kumpulan data di luar sana, Anda dapat membeli lebih banyak intelijen yang khusus untuk sektor yang dibutuhkan. Sangat penting untuk menelusuri dengan baik saat memutuskan pembelian layanan intelijen ancaman untuk memastikan vendor dapat menyediakan layanan yang responsif – baik dalam kualitas kumpulan data maupun kecepatan memberikan respons insiden.

Dengan perencanaan yang cermat saat memilih vendor dan strategi matang, tim SOC (Security Operations Center) dapat memperoleh manfaat dari perlindungan penuh dan kekuatan intelijen ancaman.

Tags: Kaspersky
Previous Post

Nokia Luncurkan Generasi Kelima Routing Silicon

Next Post

Crayon Resmi Masuk Pasar Indonesia

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP DIGITAL AWARDS

hanwha-life-top-digital-awards-2025-level-stars-5

Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Teguh Imam Suyudi
23 December 2025 | 16:00

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen TOP Digital Awards 2025

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan Bergengsi TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
7 December 2025 | 09:00

Moratelindo TOP Digital Awards

Moratelindo Perkuat Kepemimpinan Transformasi Digital Lewat Dua Penghargaan Nasional TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
6 December 2025 | 09:00

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Fauzi
5 December 2025 | 13:58

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

Ahmad Churi
5 December 2025 | 11:14

Load More

TERPOPULER

  • Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Inovasi Digital Jadi Fokus Strategi Komunikasi Indonesia Re di Tahun 2025

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Autonomous Business Jadi Masa Depan Dunia Usaha, AI Ubah Perusahaan Lebih Mandiri dan Proaktif

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Maxim Luncurkan Fitur e-Payment ‘Maxim Wallet KasPro’

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ini Sejumlah Manfaat Hot Backup Satellite SATRIA-1

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
iklan bni
cover it works
cover it works

ICT PROFILE

Transformasi Digital Kian Gencar, Akamai Luncurkan Akamai Connected Cloud dan Layanan Baru

Tunjuk Fiona Zhang, Akamai Perkuat Strategi Channel-First Kawasan APJ

Fauzi
8 April 2026 | 16:26

Akamai menunjuk Fiona Zhang sebagai Wakil Presiden Regional Bidang Penjualan dan Program Saluran untuk kawasan Asia-Pasifik dan Jepang. Penunjukan Fiona...

Intel Tunjuk Pimpinan Baru untuk Kawasan APJ

Intel Tunjuk Pimpinan Baru untuk Kawasan APJ

Fauzi
7 April 2026 | 11:46

Intel Corporation mengumumkan penunjukan Santhosh Viswanathan sebagai Vice President and Managing Director untuk kawasan Asia Pasifik dan Jepang (APJ). Dengan...

EXPERT

Red Hat Berambisi Capai Target Net Zero Emisi Gas Rumah Kaca di 2030

Titik Infleksi AI Selanjutnya: Mengubah Agen AI Menjadi ‘Superusers’ di Enterprise

Fauzi
21 May 2026 | 14:39

Oleh: Matt Hicks, President and CEO, Red Hat Jika Anda menyaksikan keynote di hari pertama Red Hat Summit 2026, Anda...

Seiring Jaringan yang Kian Cerdas, Ketahanan Telekomunikasi Akan Bergantung pada AI yang Tepercaya

Fauzi
20 May 2026 | 10:35

Oleh: Athul Prasad, Global Director, AI Industry Solutions, Telco, Media & Entertainment, Cloudera Ketahanan dalam industri telekomunikasi dulu berarti menjaga...

TIK TALKS

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

redaksi
16 August 2022 | 15:30

Di masa akan datang banyak aplikasi yang akan membutuhkan low latency connectivity. Lalu apa kaitannya dengan Edge DC yang hadir...

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

redaksi
15 August 2022 | 12:30

Bagaimana cara mengolah Big Data sehingga dapat divisualisasikan, serta bagaimana dapat melakukan analitik dan dapat memprediksikan apa yang harus dilakukan...

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Itworks - Inspire Great & Telco for Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto