Bank Syariah Indonesia (BSI) memberikan pelatihan go digital kepada pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) nasabah BSI. Saat ini, dari target 1.000 UMKM, sekitar 654 nasabah sudah dapat pelatihan digital. BSI memberikan pendampingan nasabah dari yang awalnya gaptek (gagap teknologi) sampai bisa jualan online.
Demikian ungkap Micro Business Group Head BSI Mohammad Isnaeni dalam webinar “BSI untuk UMKM Indonesia” di Jakarta, Jumat, 15/10/2021.
Pelatihan UMKM Go Digital tersebut juga memperluas pasar pelaku UMKM peserta sehingga pendapatan mereka juga terkerek naik. “Tadinya mereka berjualan di pasar lokal, sekarang mereka berjualan untuk pasar nasional. Tadinya pendapatan mereka sedikit, sekarang bisa meningkat drastis,” ia mengklaim.
BSI melakukan Pelatihan UMKM Go Digital untuk memenuhi kebutuhan UMKM mentransformasikan usaha ke arah digital agar bisa bertahan menghadapi tantangan di era digitalisasi.
“Selain itu, UMKM juga membutuhkan pendampingan yang lengkap untuk mengembangkan operasional usahanya. Kita juga turut dalam pelatihan ini sehingga UMKM dari omsetnya kecil Rp10 jutaan bisa sampai miliaran rupiah,” terang Isnaeni.
Ia mengungkapkan beberapa nasabah UMKM yang mengikuti pelatihan BSI, juga telah mampu memasok produknya kepada perusahaan-perusahaan besar. “Ada juga yang sampai bisa memiliki pabrik besar sendiri sehingga menyerap tenaga kerja.”
Menurutnya, beberapa UMKM masih membutuhkan pelatihan mengenai cara mengelola keuangan yang benar. “Untuk UMKM, jangan menggabungkan keuangan pribadi dengan keuangan usaha. Biasanya ada yang masih digabung, jadi lama-lama bisa habis keuntungannya,” himbau Isnaeni.














