Jakarta, ItWorks- Di tengah meningkatnya teknologi digital dan cashless society kian berkembang pesat, Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia (Peruri) juga tidak tinggal diam. BUMN yang menangani percetakan uang serta dokumen penting lainnya milik negara ini ,juga terus melakukan terobosan dan strategi inovasi untuk keberlanjutan transformasi digital, baik di sistem manajemen, layanan, dan proses produksi sejalan dengan tuntutan era industri 4.0.
Menjadi satu-satunya perusahaan yang dipercaya pemerintah untuk mencetak uang serta dokumen penting lainnya milik negara, tak membuat Peruri berikap semau sendiri. Sebaliknya, di era digital ini, Peruri juga terus berupaya keras menjadi yang terdepan dalam reputasinya sebagai pencetak uang dan dokumen penting negara dengan meningkatkan performa dengan melakukan transformasi bisnis dengan mengadopsi perkembangan teknologi digital. Termasuk dengan menerbitkan produk-produk layanan digital serta melakukan proses digitalisasi di seluruh proses bisnis di dalam organisasi.
“Belakangan ini digitalisasi kian meningkat, apalagi sejak pandemi Covid-19, termasuk penggunaan uang digital di kalangan masyarakat yang membuat cashless society kian berkembang. Dalam hal ini, Peruri juga tidak tinggal diam. Kita telah menerapkan sistem agile manajemen, sehingga bisa lebih responships dalam mengantisipasi tuntutan perubahan,” ujar Halim Sulasmono, Kepala Divisi Teknologi Informasi Peruri dalam sesi wawancara penjurian “TOP DIGITAL Awards 2021” pada (21/10/2021).
TOP Digital Awards merupakan kegiatan corporate rating atau ajang penilaian untuk penghargaan di bidang IT dan Telco atau teknologi digital tertinggi di Indonesia yang diberikan kepada perusahaan/ instansi pemerintahan yang dinilai berhasil dalam hal implementasi dan inovasi pemanfaatan teknologi digital. Terutama dalam upaya meningkatkan kinerja, daya saing, layanan pelanggan, maupun layanan kepada masyarakat. Kegiatan ini diselenggarakan oleh majalah ItWorks, bekerjasama serta didukung oleh beberapa asosiasi dan Lembaga konsultan IT TELCO di Indonesia.
Dalam presentasinya berjudul “Peruri Digital Transformation”, Halim Sulasmono mengungkapkan banyak hal terkait digitalisasi yang dilakukan Peruri. Terutama dalam kaitan sebagai satu-satunya BUMN yang mengemban visi, misi dan tugas utama di bidang percetakan uang dan dokumen penting negara. Sesuai Peraturan Pemerintah (PP) 6/2019 yang mengatur tentang Peruri, bahwa kegiatan usaha Peruri mencakup: mencetak uang rupiah, paspor, meterai, pita cukai, dokumen pertanahan, barang cetakan logam non uang, optimalisasi aset serta jasa digital sekuriti.
Pada 2019 Peruri mulai serius menggarap digitalitalisasi dengan membangun infrastrujktur dan juga Digital Culture di perusahaan. Dalam hala ini, Peruri telah meluncurkan 3 lini produk digital layanan end-to-end solution di bidang penjamin keaslian dan pengamanan transaksi digital yaitu Peruri Sign, Peruri Code dan Peruri Trust.
Untuk akselerasi transformasi digital, perusahaan juga melakukan investasi yang signifikan hingga puluhan miliar rupiah untuk pengadaan infrastruktur dan platform system Teknologi Informasi untuk mengembangkan digital core platform. Platform ini terdiri dari beberapa modul yang memiliki fungsi saling terintegrasi dan mengikat. Digital core platform merupakan enabler bisnis digital di mana di atas platform tersebut dibangun aplikasi-aplikasi atau sistem vertical sesuai dengan kebutuhan bisnis yang kini dikembangkan dalam platform ERP SAP.
“Terkait implementasi IT, Peruri sudah memiliki IT masterplan sebagai rujukan dan arahan terhadap semua pengembangan TI di lingkungan Perum Peruri baik, pada aspek Sistem Informasi dan Infrastruktur dan aspek laianmnya yang akan diterapkan sesuai dengan Tata Kelola yang baik (IT Governance). Selain itu, IT masterplan juga dapat menjadi alat kontrol dan parameter untuk mereview performa dan kesuksesan implementasi TI di perusahaan,” ujarnya.
Adapun sistem IT dan aplikasi digital yang telah dikembangkan, di antaranya aplikasi pegawai atau SDM (HR) – PERURI Employee Self Service WFA/WFH, aplikasi absensi mobile untuk memudahkan kerja di era pandemi, Solusi kVideo Conference (Online Meeting), Aplikasi untuk penangan limbah dari proses produksi, serta beberapa aplikasi pendukung lainnya. Di antaranya ada aplikasi KEYLA 2.0 untuk menggantikan menggunaan Kode OTP yang dikirim melalui SMS sebagai 2 factor authentication (2FA) untuk layanan tanda tangan & stempel elektronik di internal Peruri. Aplikasi PERURI SIGN, platform untuk menjamin kerahasiaan data (confidentially), melindungi keutuhan isi dokumen (Data Integrity), menjamin keaslian data (Authentication) dan menjamin tidak terbantahkannya suatu dokumen elektronik sehingga dapat terjamin keabsahan dan keasliannya.
Selain itu, untuk mendukung cashless society, Peruri juga ikut ikut terlibat dalam menghadirkan produk LinkAja yang merupakan sinergi BUMN. Selain itu, Peruri juga menghadirkan produk digital, di antaranya meterai elektronik. Hal ini, selaras dengan tuntutan era teknologi informasi sekaligus memberi kemudahan bagi pengguna jasa dalam pembayaran bea meterai menggunakan meterai elektronik ini. “Produk meterai elektronik ini sudah diluncurkan 1 Oktober lalu sudah digunakan di beberapa instansi,” ujarnya.
Ditambahkan, hal yang juga membanggakan, Peruri saat ini sudah implementasi ERP SAP meliputi 9 Modul, di mana implementasi ini sangat membantu perusahaan dalam mendukung industri 4.0 di yang sudah diterapkan di pabrik Peruri Karawang dengan dukungan Internet of Thins (IoT). Dengan aplikasi digital ini, semua proses bisnis perusahaan dan kegiatan industri bisa terintegrasi & termonitoring secara secara detail & realtime dalam satu dasrboard monitoring. Dampaknya kecepatan juga bisa efisiensi dari sisi cost produksi,” ujar Halim Sulasmono, saat presentasi secara virtual didampingi Tim (Andhika Kusuma, Kepala Departemen Pengembangan TI Peruri), Yahdi Lil Ihsan, Corporate Communications Peruri, Anas, Staff Divisi TI Peruri, serta Dzulfikar Syahbani, Staff Divisi TI Peruri. (AC)














