Reporter: Agus Haryanto
Editor: Teguh IS
Seiring perubahan bentuk menjadi Perusahaan Terbatas, PT Jasa Dan Kepariwisataan Jawa Barat (Perseroda) atau Jaswita Jabar pun mengoptimlakan pemanfaatan sistem Teknologi Informasi (TI) dalam menjalankan operasional perusahaan.
“Kami baru memanfaatkan sistem TI sejak akhir 2019 dan sampai sekarang memang sistem kami yang dipakai apa-pun, yang berkaitan dengan operasional kantor dari mulai keuangan, kemudian absensi, semua ini sudah berbasis digital,” ujar Direktur Utama Jaswita Jabar, Deni Nurdyana H di sesi Penjurian TOP Digital Awards 2021, secara daring, Selasa (09/11/2021).
Ia pun mengakui sistem TI yang dimanfaatkan perusahaan masih belum sempurna. Sehingga, perusahaan berkomitmen untuk terus mengembangkan sistem TI guna bisa dimanfaatkan secara optimal.
“Walaupun kami akui, terus-terang, belum sempurna, 100 persen. Karena memang saat ini kami masih terus meng-upload, men-develop TI di perusahaan kami ini. Namun, TI ini jelas sangat bermanfaat bagi pelaksanaan perusahaan kami, apalagi dengan divisi-divisi kami yang cukup banyak, dengan hotel dan mal yang kami kelola, IT memang sangat penting bagi kami,” ungkapnya.
Di kesempatan yang sama, M. Shobirin F Hamid selaku Direktur Umum, yang mempresentasikan materi dengan judul “Memaksimalkan Potensi Digital untuk Corporate Sustainability dengan Cost Reduction Strategy”, mengatakan kondisi pandemi Covid-19 membuat manajemen mencari cara untuk dapat tetap melanjutkan bisnis perseroan.
Akhirnya, perusahaan pun mengoptimalkan potensi pengembangan TI guna menciptakan kinerja yang diharapkan. “Ini keterkaitan dengan adanya kondisi pandemi Covid-19. Kami mulai bertransformasi, dan dimulai dengan dibentuknya departemen IT di akhir tahun 2019. Sehingga, kami ingin bertransformasi,” ujar Shobirin.
Dikatakan Shobirin, pihaknya pada saat awal pengembangan sistem berbasis TI melakukan secara bertahap dan belum langsung menyiapkan secara menyeluruh.
“Tapi, Alhamdulillah sampai dengan saat ini, kami sudah memulai dapat melakukan itu semua. Dan dalam kurun waktu hampir dua tahun, atau selama satu tahun setengah sudah banyak perubahan di dalam operasional diJaswita Jabar sehubungan dengan pemanfaaan teknologi informasi yang kami lakukan,” imbuhnya.
Dia mengungkapkan, total biaya TI secara bertahap terus mengalami peningatan, lantaran sedang memperbaiki sistemnya. Kebutuhan untuk biaya TI untuk tahun 2021 sendiri, dianggarkan sebesar Rp 191,6 juta, dibandingkan dengan realisasi di tahun 2020 Rp 128,7 juta.
Perusahaan merencanakan di tahun 2021 rasio anggaran TI terhadap total pendapatan (omzet) sekitar 0,1246 persen, sementara realisasi sepanjang tahun 2020 sebesar 0,1117 persen.
Kemudian rasio anggaran TI terhadap total biaya sebesar 0,1314 persen (2021) dan realisasi 0,1157 persen (2020), serta anggaran TI terhadap total laba sebesar 2,4125 persen (2021), sedangkan realisasi di 2020 yaitu 3,204 persen.
Shobirin menambahkan strategi bisnis perseroan adalah profit oriented. Itu seiring perubahan dari PD atau Perusahaan Daerah menjadi PT (Perseroan Terbatas) pada tanggal 10 November 2017.
Baca: Lancar, Uji Coba Pembukaan Borobudur dan Prambanan Pakai PeduliLindungi














