Penulis: Mi’roji
Indonesia menjadi negara terbesar di Asia Tenggara yang memiliki total luas wilayah sebesar 5.180.083 km2 yang mencakup daratan dan lautan. Di antara luas tersebut, 2/3 kawasan Indonesia merupakan lautan dan 1/3 wilayahnya merupakan daratan.
Dengan kondisi ini, tak heran bila Indonesia kerap dijuluki sebagai negara maritim, yaitu negara yang mempunyai sifat memanfaatkan laut untuk kejayaan negara. Untuk itu Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia berkomitmen mewujudkan masyarakat kelautan dan perikanan yang sejahtera dan sumber daya kelautan dan perikanan yang berkelanjutan sesuai visi misi presiden.
“Untuk mewujudkan visi misi tersebut, kami terus berupaya meningkatkan kualitas dan daya saing SDM KKP dan mengembangkan sejumlah inovasi dan riset Kelautan dan Perikanan,” ujar Agung Tri Prasetyo selaku Kepala Biro Humas dan Kerja Sama Luar Negeri Kementerian Kelautan Dan Perikanan Republik Indonesia saat sesi penjurian TOP Digital Awards 2021 secara online oleh Majalah ItWorks, Selasa (16/11/2021).
Ya, Kementerian Kelautan Dan Perikanan mengembangkan sejumlah aplikasi digitial untuk memudahkan layanan dan mendorong kesejahteraan masyarakat nelayan. Salah satunya aplikasi Si Chupang atau Aplikasi Layanan Cukup Mudah dan Gampang. Aplikasi Si Chupang merupakan inovasi KKP untuk meningkatkan kualitas layanan informasi kepada masyarakat.
“Aplikasi Si Chupang merupakan inovasi layanan tanpa tatap muka yang unik dan memberikan kemudahan karena berbasis Android dan mengintegrasi beberapa layanan dalam satu aplikasi,” kata Suprayogi Kepala Balai BKIPM Mataram KKP.
Keunggulan dari aplikasi ini adalah layanan komunikasi langsung dengan petugas melalui chat pada aplikasi Whatsapp dengan waktu layanan 24 jam dan permasalahan lokasi pengguna jasa yang jauh dapat diatasi dengan tidak mewajibkan untuk datang ke kantor sehingga efisien dalam waktu, biaya dan tenaga serta solusi selama masa pandemi.
Adapula Aplikasi Laut Nusantara. Aplikasi Laut Nusantara merupakan aplikasi yang dikembangkan oleh Balai Riset dan Observasi Laut (BROL) bekerjasama dengan PT. XL Axiata, dengan fitur utama berupa peta prakiraan daerah penangkapan ikan, dengan tujuan mengubah paradigma nelayan dari mencari ikan menjadi menangkap ikan.
Laut Nusantara mengusung user interface yang user friendly. Pada versi terbaru terdapat penambahan fitur Peta Lokasi Penangkapan Ikan (PELIKAN) jenis tertentu yang meliputi Blue Fin Tuna, Yellow Fin Tuna, dan Albacora Tuna.
“Jenis ikan ini dipilih karena merupakan jenis spesies yang memiliki nilai ekonomis tinggi di Indonesia, dan tingginya permintaanpengguna untuk dapat mengakses peta lokasi ikan jenis tertentu,” terang Joni Haryadi D Kepala Balai Riset Pemulihan Ikan.
Selain Aplikasi Si Chupang dan Laut Nusantara terdapat banyak lagi terobosan lainnya, seperti Bank Genetik Ikan Indonesia. Bank Genetik-ikan Indonesia (BGI) / Indonesian Fish Gene Bank (IFGB) merupakan inovasi dalam rangka mengkoordinasikan dan mengintegrasikan pengelolaan SDGI Indonesia.














