Penulis: Fauzi
Digitalisasi terus diupayakan, baik oleh lembaga negara maupun kementerian sebagai bagian dari upaya mengimplementasikan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE). Tidak terkecuali bagi Kementerian Pertanian (Kementan). Sehingga digitalisasi pun terus dilakukan Kementan dalam rangka mengimplementasikan SPBE.
“Kami mengangkat judul Akselerasi Implementasi SPBE Kementerian Pertanian. Karena memang kita ketahui bahwa untuk melaksanakan digitalisasi, tentu di sini kita mengimplementasikan SPBE (Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik) sesuai Perpres No. 95 Tahun 2018,” kata Roby Darmawan, Kepala Pusat Data dan Informasi Pertanian Kementan, saat sesi Penjurian TOP Digital Awards 2021 yang digelar Majalah It Works secara virtual (16/11/21).
Dalam paparannya Roby mengatakan bahwa Pusdatin Kementan memiliki visi untuk menjadi sumber data dan informasi pertanian yang lengkap, akurat, tepat waktu dan terpercaya untuk mendukung pembangunan pertanian.
Sementara untuk misinya terdiri dari empat hal, yakni Mengembangkan Metodologi Pengumpulan, Pengolahan dan Penyajian Data dan Informasi Pertanian; Melakukan Pengumpulan, Pengolahan, Penyajiandan Penyebaran Data dan Informasi Pertanian; Membangun dan Mengembangkan Jaringan Sistem Informasi Pertanian; Membina Sumber Daya Manusia dan Kelembagaan Bidang Statistik dan Sistem Informasi Pertanian.
Dikatakan Roby, Pusdatin Kementan selain ada bidang TI yang men-support teknologi informasi Kementerian Pertanian, masih terdapat dua bidang lain, yaitu terkait dengan bidang data komoditas pertanian dan data juga yang terkait non-komoditas pertanian, seperti industri, ekonomi makro, dan lainnya.
Secara umum, Pusdatin Kementan memiliki sejumlah strategi dalam mengakselerasi penerapan SPBE, di antaranya dengan mengintegrasikan data mewujudkan portal satu data pertanian yang mana sejalan dengan Perpres Satu Data. “Lalu, kita juga mengintegrasikan sistem informasi mewujudkan portal satu layanan pemerintah. Lalu meningkatkan kualitas sistem administrasi pemerintahan dan layanan publik melalui implementasi SPBE. Dan juga digitalisasi pertanian untuk menuju pertanian maju, mandiri, dan modern,” tandas Roby.
IT Maturity Level dan Digital Culture
Adapun yang terkait dengan IT Maturity Level, Roby mengatakan bahwa mulai tahun 2018 sampai tahun 2021, Kementan sudah melakukan penilaian mandiri. Berturut-turut Indeks SPBE Kementan sebagai berikut.
- 2018: 3,13 – penilaian KemenPAN RB
- 2019: 3,34 –penilaian KemenPAN RB
- 2020: 2,62 – penilaian mandiri (perubahan indikator)
- 2021: 4,25 – penilaian mandiri
“Mudah-mudahan nilai ini tidak jauh dari hasil yang disampaikan oleh KemenPAN RB,” ujar Roby.
Apiknya lagi, sejak tahun 2012 Kementan disebut telah memiliki sertifikasi ISO 9001:2015. Seperti diketahui ISO 9001 merupakan salah satu framework standar yang diakui internasional dalam hal manajemen mutu. “Saat ini kita sedang berupaya untuk sertifikasi ISO 27001, sudah berkoordinasi juga dengan BSN, juga dari konsulan-konsultan terkait dengan ISO,” ungkap Roby.
Tercakup dalam paparan mengenai tata kelola dan kebijakan TI, ada beberapa aktivitasyang telah dilakukan Kementan sebagai upaya dalam membangun Digital Culture. ”Di sini kita melakukan RAKOR TIM Pengarah dan TIM Pelaksana TIK, Sosialiasi SPBE, kita juga menerapkan tanda tangan elektronik, lalu juga sosialisasi keamanan siber kepada seluruh unit teknis yang lain di Kementan, ada juga Tim Tanggap Darurat, Bimtek untuk sertifikasi ISO 27001, digitalisasi proses bisnis, tentu dengan adanya kondisi Covid-19 kami melakukan absensi atau presensi kehadiran online, lalu integrasi data dan sistem aplikasi, serta penerapan pola kerja dengan kolaborasi,” jelas Roby.
Solusi Bisnis Unggulan
Sebagai wujud dari penerapan SPBE dan digitalisasi layanan, Kementan telah memiliki berbagai aplikasi sebagai solusi bisnis unggulan, baik untuk keperluan internal maupun eksternal.
Untuk aplikasi yang diimplementasikan secara internal, pertama adalah aplikasi SINERGI (Sistem Informasi Kinerja Pegawai). Aplikasi ini diimplementasikan pada tahun 2021 oleh Biro Organisasi dan Kepegawaian. SINERGI dikembangkan oleh tim developer, dari internal dan eksternal. Deskrip aplikasi berbasis web untuk pengelolaan kinerja pegawai terintegrasi dengan kinerja organisasi.
“Fiturnya di sini terkait dengan perencanaan kinerja, terus pelaksanaan, pemantauan dan evaluasi kinerja sudah terintegrasi dengan laporan. Dan manfaatnya dengna adanya pemantauan ini untuk capaian kinerja pegawai berdasarkan outcome/output base, lalu juga sinkronisasi data capaian individu dengan capaian organisasi. Lalu bisa dilakukan untuk pembayaran tunjangan kinerja dan juga untuk pemberian reward dan punishment pegawai,” ujar Roby.
Selanjutnya ada aplikasi SIMLUHTAN (Sistem Informasi Manajemen Penyulan Pertanian| dev1.pertanian.go.id/simluhbaru) yang diterapkan secara internal di Kementan. Diimplementasikan pada tahun 2021, SIMLUHTAN merupakan aplikasi Berbasis Web yang digunakan sebagai manajemen data kelembagaan, ketenagaan, sarana prasarana, potensi wilayah, kelembagaan pelaku utama, dan data dukung layanan.
Aplikasi ini memiliki fitur unggulan, antara lain Integrasi NIK petani dengan data dukcapil; master data ketenagaan penyuluhan, kelembagaan penyuluhan, kelembagaan petani; integrasi dengan aplikasi ERDKK Pupuk Bersubsidi.
Manfaat diberikan dari aplikasi SIMLUHTAN untuk Instansi antara lain mengatur pengelolaan dan membangun integritas data kelembagaan, ketenagaan penyuluhan pertanian, kelembagaan petani, petani, teknis dan lingkungan pertanian, serta materi dan informasi penyuluhan pertanian; serta mempercepat arus Data dan Informasi atau materi penyuluhan pertanian dari pusat sampai kepada Petani dan/atau sebaliknya.
Selain dua aplikasi di atas, aplikasi lain yang juga dimiliki Kementan dan diterapkan secara internal, di antaranya Aplikasi ARMS/Brisma Sakti (Aplikasi Agriculture Risk Management System (ARMS) | arms.pertanian.go.id); Aplikasi Bigdata yang merupakan aplikasi berbasis web internal untuk mengolah dan menyajikan data pertanian dalam bentuk dashboard di AWR; Katalog Aplikasi | katalogapp.pertanian.go.id merupakanaplikasi berbasis web untuk menginventarisasi seluruh aplikasi yang dikembangkan dan dikelola di Kementerian Pertanian.
Sementara solusi bisnis yang telah dimiliki Kementan dan diterapkan secara eksternal, mencakup antara lain aplikasi SISCorp Versi 2 yang merupakan aplikasi berbasis web untuk memonitor fase pertumbuhan padi, luas tanam, luas panen, produktivitas dan indeks pertanaman secara real time. Selanjutnya ada aplikasi I-Mofc (Aplikasi Indonesia Map of Fruits Center (I-Mofc), aplikasi berbasis Android ini menyajikan 14 komoditas buah-buahan yang bisa ditelusuri dengan menu kawasan sentra utama, lokasi panen, potensi pasar dan data ekspor.
Lalu ada juga aplikasi IMACE (Indonesia Maps of Agricultural Commodities Export (IMACE)| imace.pertanian.go.id) yang juga diterapkan secara eksternal. Aplikasi berbasis web dan Android ini menyajikan informasi peta komoditas pertanian ekspor ( real time ), negara tujuan & persyaratan ekspor, serta sebaran produksinya.
Tidak kalah penting, Kementan juga memiliki Aplikasi Perizinan Peternakan (Modul SIMREK, SIMPOL (Layanan Perizinan Peternakan). Diimplementasikan tahun 2021, aplikasi berbasis web untuk memfasilitasi proses pengajuan perizinan yang berhubungan dengan komoditas peternakan.
Kementan memiliki aplikasi SISCOBETI (Sistem Layanan Customer Online BET Cipelang |sibeti.ditjenpkh.pertanian.go.id/siscobeti/). Aplikasi ini diterapkan untuk eskternal dideskripsikan sebagai layanan online berbasis web yang dibangun oleh untuk memudahkan stakeholder mendapatkan layanan dari BET Cipelang yang dapat diakses darimana pun, kapan pun dan oleh siapapun.
Terkait dengan pandemi Covid-19, Kementan memiliki sejumlah solusi bisnis yang telah diterapkan, seperti Aplikasi PENYULUH KEREN (Komunikasi Elektronik dan Pelacakan). Diimplementasikan tahun 2021, PENYULUH KEREN merupakan aplikasi web interaktif dan Andoid untuk membantu Penyuluh Pertanian dalam melaksanakan tugas dan meningkatkan kemampuan/kompetensinya.
Selain aplikasi PENYULUH KEREN, Kementan juga memiliki solusi bisnis masa pandemi, di antaranya Aplikasi Penandatangan Elektronik, Aplikasi Pelatihan Online, Aplikasi Pastani (Aplikasi Marketplace PasTani | pastani.id), dan Solusi Video Conference (Online Meeting) dengan nama solusi bisnis: AWR (Agricultural War Room) System.














