ItWorks
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
ItWorks
No Result
View All Result

ACSI Jalin SGU Kembangkan Digital Talent Bidang IT Security

Ahmad Churi
1 December 2021 | 23:54
rubrik: Event
ACSI Jalin SGU Kembangkan Digital Talent Bidang IT Security

Foto bersama usai penandatanganan naskah kerja sama MoU antara ACSI, dan SGU pada Rabu (1/12/2021) di Kantor Asaba Computer Centre , Ebenezer Building, Jakarta.

Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, ItWorks- Lompatan transformasi digital dan penggunaan internet yang kian masif sejak pandemi Covid-19, di sisi lain juga memicu tingginya kerawanan ancaman kejahatan siber yang kian marak dengan berbagai modus serangan. Sayangnya, tren peningkatan digitalisasi ini, belum diimbangi dengan IT security awareness atau kesadaran akan pentingnya penerapan sistem keamanan informasi yang memadai.

Tak dapat disangkat, situasi pandemi Covid-19 telah mengubah pola hidup dan pola kerja seluruh bangsa di dunia, termasuk Indonsia di mana masyarakat kian banyak bergantung dengan penggunaan teknologi digital dan jaringan internet. Adanya kebijakan social distancing dan penerapan protokol kesehatan, membuat banyak orang harus bekerja dari rumah atau work from home (WFH), belajar mengajar secara daring, belanja online dan sejenisnya yang membuat mereka kian tak bisa lepas dengan teknologi digital dan internet untuk menunjang aktivitas sehari-hari, sehingga tren digitalisasi juga mengalami gairah yang makin besar.

“Tetapi di sisi lain, lompatan digitalisasi yang terus berlanjut di era new normal ini, juga berbanding lurus dengan maraknya kejahatan siber. Dari data yang kami dapat, termasuk dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) menunjukkan, serangan kejahatan siber di tengah pandemi tahun lalu juga mengalami lonjakan signifikan seiring dengan terbentuknya budaya baru digital tersebut. Bukan hanya ratusan ribu, bahkan peningkatan serangan siber mencapai jutaan dengan berbagai modus serangan. Termasuk ransomware, pencurian data, password dan lainnya yang bisa menimbulkan kerugian besar bagi korbannya. Karena itu, untuk menjawab tantangan tersebut, ACSI atau Acer Cyber Security Inc (PT. Alpha Citra Siber Indonesia), hari ini menginisasi kerja sama MoU dengan Swiss German University (SGU) program Master of Information Technology (MIT) dalam program beasiswa, menyiapkan SDM bidang IT Security untuk mengisi kekurangan tenaga ahli dalam bidang keamanan siber ini,” ujar Sianne, Business Development Head ACSI dalam jumpa pers acara penandatanganan naskah kerja sama atau Memorandum of Understanding (MoU) antara ACSI, dan SGU yang ditandatangani langsung oleh Rektor SGU, Dr. rer. nat. Filiana Santoso pada Rabu (1/12/2021) di Kantor Asaba Computer Centre , Ebenezer Building, Jakarta.

BACA JUGA:  Bank OCBC NISP Kembali Hadirkan Financial Fitness GYM

Kerja sama ini lanjutnya juga relevan untuk mendukung upaya pemerintah mendorong akselerasi transformasi digital, di mana setiap organisasi maupun dunia usaha, dituntut untuk terus meningkatkan sistem keamanan digital. Upaya ini sekaligus juga untuk meningkatkan daya saing di tengah persaingan global yang kian disruptip dengan pesatnya penggunaan teknologi digital.

“Salah satu tantangan terbesar dalam proses transformasi digital tersebut adalah ancaman siber yang terus meningkat. Peningkatan ancaman dan serangan siber perlu mendapat dukungan tenaga ahli yang handal pada bidang keamanan siber yang belum terpenuhi dari tahun ke tahun baik di tingkat dunia maupun di Indonesia. Inilah yang juga menjadi konsen kami, untuk ikut menjawab tantangan tersebut,” ujarnya.

ACSI merupakan penyedia layanan khususnya dalam bidang keamanan TI, baik dari segi solusi, design keamanan siber, audit TI, dan juga konsultasi dengan fokus utama sebagai jawaban atas bahaya keamanan siber.” Kami berkomitmen untuk membantu memberikan solusi untuk setiap kebutuhan dan permasalahan dalam bidang keamanan TI atas perlindungan asset berharga organisasi perusahaan, data pribadi dan perusahaan serta memberikan pengamanan terhadap resiko di bidang keuangan dengan kompetensi menyeluruh,” tegasnya.

Konsep link and match

Sementara itu, Rektor SGU, Dr. rer. nat. Filiana Santoso mengatakan, kerjasama antara ACSI dan SGU sejalan dengan konsep Link and Match, yakni sebagai jembatan antara Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha. Dengan konsep link and match, akan terjadi proses belajar berjalan sambil melakukan sesuatu yang nyata dalam kehidupan sesuai dengan tuntujtan dunia usaha. Dengan cara seperti itu mahasiswa yang sedang belajar memiliki pengalaman aktual, empirik dan nyata dalam proses belajarnya.

“Pada hakikatnya konsep link and match dapat meningkatkan relevansi pendidikan tinggi dengan kebutuhan tenaga kerja. Sehingga adanya kerjasama sinergis seperti ini sangatlah relevan, agar relevansi pendidikan makin besar, sesuai tunutan dunia kerja, dimana perguruan tinggi mampu memberikan keuntungan bagi dunia usaha atau win-win. Kolaboasi ini juga merupakan salah satu bentuk nyata dari implentasi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang terdiri dari unsur-unsur Pengajaran, Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat,” ujarnya.

BACA JUGA:  Melihat dari dalam kampus baru Huawei

Dalam kerja sama ini, ACSI akan memberikan beasiswa 100% kepada mahasiswa yang telah lolos seleksi untuk menempuh pendidikan S2 di MIT SGU. Program ini juga memberikan kesempatan pada mahasiswa untuk bekerja dan mengabdi di ACSI selama 4 hari setiap minggunya dan 1 hari dalam seminggu menjadi asisten riset di SGU. Di yakini kedua belah pihak akan membuka banyak peluang akan lahirnya tenaga ahli dengan berdaya saing tinggi dalam menjawab tantangan industri yang terus berevolusi seiring dengan perkembangan teknologi dalam era digitalisasi.

Dijelaskan, sejak tahun 2009, Program Master bidang Keamanan Siber (dengan konsentrasi Data Science Cyber Security) dari SGU, telah melahirkan banyak tenaga ahli yang sudah diakui oleh praktisi di bidang industri keamanan siber dalam mengisi berbagai kebutuhan industri termasuk penetration tester, forensik digital, tenaga tanggap insiden (incident responder) sampai dengan tenaga ahli analis dan peneliti keamanan siber. Kolaborasi SGU MIT dengan berbagai stakeholder dalam bidang keamanan siber juga terus ditingkatkan termasuk dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Komunikasi dan Informatika (KOMINFO) dan berbagai Lembaga lainnya.

Disebutkan, Swiss German University (SGU) merupakan upaya bersama antara Jerman, Austria, Swiss dan Indonesia yang didirikan pada tahun 2000 dan berhasil menjadi universitas internasional pertama di Indonesia. Terdapat 13 program studi sarjana dan 3 pascasarjana di SGU, juga terdapat program gelar ganda internasional yang menggabungkan teori dan magang bertaraf internasional yang seimbang. Seluruh pengajaran didukung oleh dosen-dosen berkualitas dari dalam dan luar negeri. Seluruh kelas pengajaran di SGU dilakukan 100% dalam bahasa Inggris.

Program Studi SGU terdiri dari: Mechatronics, Industrial Engineering, IT Technopreneurship, AI & Data Science, Business & Management, Hotel & Tourism Management, International Culinary Business, Accounting & Data Analytics, Global Strategic Communications, Sustainable Energy & Environment, Pharmaceutical Chemical Engineering, Food Technology, Biomedical Engineering, Master of Business Administration, Master of Information Technology, Master of Mechanical Engineering.

BACA JUGA:  BI Dorong Pembiayaan Pertanian Dan Ekonomi Sirkular

Dukungan APTIKNAS


Soegiharto Santoso alias Hoky, Selaku Ketua Umum APTIKNAS yang hadir dalam kegiatan tersebut mengatakan, pihaknya sangat mendukung adanya kerja sama ini. Ia menilai, MoU antara ACSI dan SGU ini sangat baik dalam era transformasi digital saat ini. Khususnya untuk mengisi kekurangan tenaga ahli dalam bidang keamanan siber.
“APTIKNAS sejak awal berdiri telah memandang tentang SDM keamanan siber adalah suatu hal penting, bahkan kami juga membentuk APTIKNAS Cyber Security Chapter yang berisikan anggota yang bergerak di bidang IT Security, sehingga saat ini telah ada 3 anggota kami yang merupakan perusahaan yang ditunjuk BSSN sebagai Lembaga Konsultan di bidang Cyber Security,” ungkapnya.

Hoky menambahkan, berbagai kegiatan dan publikasi terkait Cyber Security juga dilakukan di antaranya di website EventCerdas.com. Ia juga menyampaikan tentang kesiapan APTIKNAS untuk menampung mahasiswa SGU yang ingin mencari tempat magang dan bekerja di anggota APTIKNAS yang bergerak di bidang Cyber security.
“Kami juga berkomitmen membangun dan menmgembangkan dunia keamanan siber di Indonesia, termasuk dalam pembentukan talenta SDM Cyber security. Kami juga turut terlibat dalam tim Strategi Keamanan Siber Nasional (SKSN) yang akan segera dikeluarkan Peraturan Presiden di tahun 2022,” pungkasnya. (AC)

Previous Post

TOP Digital Awards 2021: Kian Matang, Sederet Keuntungan Diraih PPPTMGB “LEMIGAS” dari Pemanfaatan IT

Next Post

TOP Digital Awards 2021: Hypernet Unggul di Layanan IT Managed Serviced

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP DIGITAL AWARDS

hanwha-life-top-digital-awards-2025-level-stars-5

Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Teguh Imam Suyudi
23 December 2025 | 16:00

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen TOP Digital Awards 2025

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan Bergengsi TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
7 December 2025 | 09:00

Moratelindo TOP Digital Awards

Moratelindo Perkuat Kepemimpinan Transformasi Digital Lewat Dua Penghargaan Nasional TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
6 December 2025 | 09:00

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Fauzi
5 December 2025 | 13:58

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

Ahmad Churi
5 December 2025 | 11:14

Load More

TERPOPULER

  • Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Inovasi Digital Jadi Fokus Strategi Komunikasi Indonesia Re di Tahun 2025

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Autonomous Business Jadi Masa Depan Dunia Usaha, AI Ubah Perusahaan Lebih Mandiri dan Proaktif

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ini Sejumlah Manfaat Hot Backup Satellite SATRIA-1

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Maxim Luncurkan Fitur e-Payment ‘Maxim Wallet KasPro’

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
iklan bni
cover it works
cover it works

ICT PROFILE

Transformasi Digital Kian Gencar, Akamai Luncurkan Akamai Connected Cloud dan Layanan Baru

Tunjuk Fiona Zhang, Akamai Perkuat Strategi Channel-First Kawasan APJ

Fauzi
8 April 2026 | 16:26

Akamai menunjuk Fiona Zhang sebagai Wakil Presiden Regional Bidang Penjualan dan Program Saluran untuk kawasan Asia-Pasifik dan Jepang. Penunjukan Fiona...

Intel Tunjuk Pimpinan Baru untuk Kawasan APJ

Intel Tunjuk Pimpinan Baru untuk Kawasan APJ

Fauzi
7 April 2026 | 11:46

Intel Corporation mengumumkan penunjukan Santhosh Viswanathan sebagai Vice President and Managing Director untuk kawasan Asia Pasifik dan Jepang (APJ). Dengan...

EXPERT

Red Hat Berambisi Capai Target Net Zero Emisi Gas Rumah Kaca di 2030

Titik Infleksi AI Selanjutnya: Mengubah Agen AI Menjadi ‘Superusers’ di Enterprise

Fauzi
21 May 2026 | 14:39

Oleh: Matt Hicks, President and CEO, Red Hat Jika Anda menyaksikan keynote di hari pertama Red Hat Summit 2026, Anda...

Seiring Jaringan yang Kian Cerdas, Ketahanan Telekomunikasi Akan Bergantung pada AI yang Tepercaya

Fauzi
20 May 2026 | 10:35

Oleh: Athul Prasad, Global Director, AI Industry Solutions, Telco, Media & Entertainment, Cloudera Ketahanan dalam industri telekomunikasi dulu berarti menjaga...

TIK TALKS

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

redaksi
16 August 2022 | 15:30

Di masa akan datang banyak aplikasi yang akan membutuhkan low latency connectivity. Lalu apa kaitannya dengan Edge DC yang hadir...

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

redaksi
15 August 2022 | 12:30

Bagaimana cara mengolah Big Data sehingga dapat divisualisasikan, serta bagaimana dapat melakukan analitik dan dapat memprediksikan apa yang harus dilakukan...

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Itworks - Inspire Great & Telco for Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto